Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini. Apakah anda salah satu dari mereka yang telah terjangkit oleh parasit yang berbahaya ini ?


Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini


Search guidelines (#en) / Pedoman pencarian (#id):

English (#en)
Title : Toxoplasma - More than 50% of the human population infected with this parasite
Keywords search : Toxoplasma
Search description : Toxoplasma - More than 50% of the human population infected with this parasite. Are you one of those who have been infected by this dangerous parasite ?

Indonesian (#id)
Judul : Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini
Kata kunci pencarian : Toxoplasma
Deskripsi pencarian : Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini. Apakah anda salah satu dari mereka yang telah terjangkit oleh parasit yang berbahaya ini ?


Toxoplasma Gondii adalah salah satu parasit yang mampu mengendalikan pikiran manusia. Fakta ini mengingatkan kita kepada salah satu kalimat pepatah ; Jika anda tidak mengendalikan pikiran anda maka orang lain yang akan melakukannya !

Ternyata manusia yang memiliki notabene sebagai mahluk hidup yang struktur tubuhnya paling sempurna dapat mempertunjukkan sifat dan perilaku berbeda yang tidak biasanya hanya dibawah kendali makhluk hidup lain yang secara derajat anatominya jauh lebih rendah, bahkan ia tidak memiliki otak ataupun sebuah sistem saraf. Organisme ini mampu mengendalikan kadar molekul didalam otak dan membuat suatu mata rantai baru hingga mempengaruhi pola berpikir dan berperilaku manusia bahkan sampai disinyalir dapat merubah suatu budaya.

Kami mengingatkan anda sebaiknya berhati-hati jika menemukan pernyataan-pernyataan lain diluar sana yang menyatakan bahwa parasit ini tidak berbahaya karena tubuh manusia dapat membuat antibodi khusus untuk melawan parasit ini, parasit ini hanya berbahaya bagi ibu hamil dan lain sebagainya ! Waspadalah ! Itu semua hanyalah pengalih perhatian agar anda tidak kritis terhadap tubuh yang anda miliki. Ingatlah bahwa lebih dari 97% media yang ada di dunia ini sudah berada dibawah kendali "mereka" para elit konspirator. Anda beruntung masih dapat menemukan situs ini karena kami akan mengupas tuntas segalanya tentang hal ini.

Faktanya : Para Saintis Murni (ilmuwan yang tidak didanai oleh segelintir orang dengan latar belakang kepentingan tertentu) menyatakan bahwa parasit ini SANGAT BERBAHAYA bagi tubuh manusia !!!

Mari kita kupas bahaya laten virus Toxoplasma ini :


Pikiran kita terisi oleh sejumlah imagi, suara, warna, rasa, corak, aroma, deretan aksara dan angka-angka yang dirangkaikan dalam sebuah mesin bernama otak yang kemudian memberikan suatu perintah untuk menciptakan sebuah perilaku. Bukan hanya manusia, hewan dari tingkatan tertinggi seperti kera sampai organisme hidup terkecil dianugerahi insting untuk membuat suatu pilihan-pilihan perilaku berdasarkan kapasitasnya masing-masing dalam berfikir dan bertindak. Sudah hukum alam bahwa mereka yang lebih tangguhlah yang dapat mengemudikan diri dan keadaan. Mereka pula yang akan lebih bertahan hidup dan menjadi pengontrol keadaan tersebut.

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit iniBelum lama, ilmuwan dari Oxford telah menemukan sebuah tipe parasit yang menginfeksi tikus. Parasit yang bernama Toxoplasma gondii ini tidak menyakiti tikus, tetapi membunuhnya secara tidak langsung dengan mengontrol pikiran tikus ! Bagaimana bisa sebuah parasit yang hanya berdiameter sekitar 10 – 20 um (micrometer) dapat menjadi pengemudi seekor tikus dengan berat badan sekitar 200 gram? Bagaimana sebuah parasit tanpa struktur otak dan sistem saraf bisa mempengaruhi seekor tikus yang notabenenya memiliki otak dan sistem syaraf yang jauh lebih kompleks ?

Kondisi ini membuat para ilmuwan di bidang neurology, parasitologi dan psikologi beramai-ramai melakukan riset untuk menelusuri mekanisme dan pembuktian hipotesa atas sebuah parasit yang dapat mempengaruhi mamalia berstruktur otak mirip manusia. Adalah Stibbs, H dalam jurnal annals of tropical medicine and parasitology yang melaporkan bahwa Toxoplasma gondii meningkatkan kadar dopamin dalam otak tikus, sehingga dengan suatu mekanisme seluler yang sampai saat ini belum diketahui, mengemudikan pikiran tikus dengan merubah perilaku tikus menjadi tidak takut terhadap kucing sehingga meningkatkan probabilitas tikus tersebut untuk dimakan kucing.

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit iniTikus yang normal mempunyai kemampuan untuk mendeteksi bau air seni kucing dan dengan sangat hati-hati menghindari area-area yang dilalui oleh kucing. Mereka sangat sensitive terhadap bau ini sehingga ilmuwan seringkali menggunakan air seni kucing untuk mengetes reaksi panik tikus. Hebatnya, Toxoplasma gondii mengemudikan pikiran tikus 180 derajat dan tikus sama sekali tidak menjauhi bau air seni kucing, namun justru membuatnya mendekati bahkan mencari area-area dimana air seni kucing berada. Keadaan ini tentu saja tidak akan menguntungkan bagi tikus, namun bagi Toxoplasm gondii, tikus merupakan suatu inang perantara untuk kemudian melangsungkan siklus hidupnya di usus kucing.

Sebagai bagian dari siklus hidupnya, Toxoplasma gondii ini menyusuri saluran pencernaan kucing dan hidup di dalamnya. Untuk menginfeksi inang lain, Toxoplasma gondii keluar bersamaan dengan feses kucing. Toxoplasma gondii dalam bentuk oosit dapat bertahan hidup beberapa tahun dalam lingkungan luar dan resisten terhadap banyak desinfektan. Oosit melanjutkan siklus hidup di inang selanjutnya seperti burung, anjing, babi, domba dan manusia. Oosit di tubuh manusia berubah bentuk menjadi tachyzoid yang kemudian bermigrasi ke otot dan otak. Toxoplasma gondii juga dapat hidup dalam jaringan-jaringan lain seperti nodus limfa, retina, miokardium paru-paru dan hati. Ketika sistem imun tubuh turun, Toxoplasma gondii dapat memperburuk kondisi tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Disamping itu, sudah lama diketahui bahwa Toxoplasma gondii dapat mengakibatkan keguguran pada janin dan cacat kongenital. Parasit ini mampu melewati plasenta wanita hamil, menyerang sistem kekebalan tubuh bayi yang belum sempurna dan merusak secara permanen sistem saraf pusatnya. Hal ini dapat menyebabkan kebutaan bahkan sampai membunuh cabang bayi.

Riset tentang Toxoplasma gondii yang dilakukan para ilmuwan selanjutnya berdasarkan pada pertanyaan, jika Toxoplasma gondii dapat mengontrol pikiran tikus, bagaimanakah efeknya pada manusia? Para ilmuwan menaruh perhatian dalam hal ini mengingat otak tikus dan otak manusia mempunyai banyak persamaan disamping neurotransmitter yang mempengaruhi perilaku tikus dan manusia juga tidak berbeda. JG Montoya et al., (Juni 2004) memberitakan bahwa lebih dari sepertiga populasi penduduk dunia membawa parasit Toxoplasma dalam tubuhnya. National Health and Examination Survey US (2004-2005) menemukan bahwa 33.1% dari penduduk US di atas 12 tahun terdeteksi memiliki Toxoplasma-specifik IgG antibody dalam tubuhnya (Jones JL et al, nov 2003).

Sekitar 88% penduduk Perancis adalah carrier, negara Jerman, Belanda dan Brazil, prevalensinya masing-masing sekitar 80%, lebih dari 80% dan 67%. Sekitar 22% penduduk Inggris adalah carrier, sementara di Jepang 7%, sedangkan di Korea utara hanya 4,3% penduduknya terinfeksi parasit ini (Nguyen T et al. 1994, Jones et al. 2001). Dan pada rentang tahun 2014-2021, diperkirakan akan ada lebih dari 50% populasi manusia di bumi ini terjangkit oleh virus Toxoplasma Gondii. Jaroslav Flegr, parasitologist dari universitas Charles di Prague, memberitakan pengaruh parasit Toxoplasma terhadap ibu hamil. Ia menganalisis clinical record 1803 bayi yang lahir dari ibu hamil yang sebelumnya telah terinfeksi Toxoplasma Gondii laten.

Ditemukan adanya peningkatan probabilitas kelahiran bayi laki-laki lebih besar daripada bayi perempuan. Diduga probabilitas kelahiran bayi laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh kadar antibody di dalam tubuh ibu. Hal ini menjadi mungkin karena toxoplasmosis yang diasosiasikan dengan imunosupresi dan imunomodulasi sepertinya dapat meningkatkan ketahanan embrio laki-laki. Di jurnal yang lain, Flegr mencoba melakukan pengukuran menggunakan 16PF questioner dan Cloninger`s TCI kepada orang-orang yang positif terinfeksi Toxoplasma. Ditemukan adanya perbedaan respon lokomotor/gerak dari mereka yang terinfeksi dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi.

Studi lain memberitakan mengenai kaitan antara toxoplasmosis dengan insiden kecelakaan. Ditemukan bahwa insiden kecelakaan yang terjadi di wilayah Prague, Czech Republic, dialami oleh orang-orang yang terinfeksi Toxoplasma 2.65 lebih besar (C.I.95= 1.76–4.01) daripada orang-orang yang tidak terinfeksi Toxoplasma. Diduga Toxoplasma mengakibatkan melambatnya respon tubuh terhadap suatu rangsangan/reaksi (Havlicek et al 2001). Data-data tersebut merupakan suatu indikasi bahwa toxoplasma termasuk salah satu parasit yang patut diperhitungkan bahaya latennya.

Lain halnya dengan Dr. E. Fuller Torrey (Associate Director Laboratory Research Stanley Medical Research Institute). Meningkatnya kadar dopamin pada tikus, yang mempengaruhi perilaku tikus membuatnya membuat sebuah korelasi antara Toxoplasma dan schizophrenia pada manusia. Ia melaporkan bahwa infeksi Toxoplasma gondii diasosiasikan dengan kerusakan astrocytes, glial cells yang mengelilingi dan menyuplai makanan pada sel saraf. Tikus terinfeksi Toxoplasma gondii yang diberikan sejumlah obat penenang (antipsikosis) yang biasa diberikan kepada pasien schizophrenia, mengalami peningkatan perilaku ketakutan akan air seni kucing. Hal ini menunjukkan kemungkinan bahwa adanya kemiripan mekanisme antara penyakit schizophrenia dengan penyimpangan perilaku penderita toxoplasmosis.

Ditemukan pula wanita hamil dengan kadar antibodi yang tinggi terhadap toxoplasma, akan berkecenderungan melahirkan anak yang probabilitas mengidap schizophrenianya lebih tinggi. Penelitian pada sel manusia terinfeksi Toxoplasma yang ditaruh di dalam cawan petri, berespon terhadap haloperidol (obat antipsikotik untuk mengobati schizophrenia) dan terbukti dapat menghentikan pertumbuhan toxoplasma. Penelitianpenelitian ini menyokong hipotesa bahwa abnormalitas neurotransmitter dopamin memegang peran dalam toxoplasmosis, disamping memberikan suatu jalan alternatif untuk kombinasi pengobatan toxoplasma menggunakan obat dengan struktur molekul serupa dengan beberapa obat schizophrenia.

Studi terhadap tikus yang terinfeksi T. gondii menyediakan beberapa kemungkinan atas pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Meningkatnya kadar dopamin dalam otak tikus yang terinfeksi T. gondii memberikan indikasi akan bahaya laten virus ini terhadap manusia yang terinfeksi. Studi dilakukan pada manusia yang didiagnosa toxoplasmosis selama 14 tahun menggunakan metode Cattell’s 16 PF questionnaires. Observasi ini dilakukan pada 230 orang wanita terinfeksi laten toxoplasma dibandingkan dengan wanita normal (Flegr et al 2000). Penelitian dilakukan 27–178 bulan setelah test serologis toxoplasma pertama positif terdeteksi. Beberapa faktor yang dinamakan A (affectothymia), G (kekuatan agresifitas dan superego yang tinggi), H (parmia), dan L (protension) diuji. Hasilnya menunjukkan korelasi antara durasi toxoplasmosis, faktor G (kekuatan agresifitas dan superego yang tinggi) dan Q3 (sentimen diri yang tinggi).

Orang yang terinfeksi Toxoplasma cenderung lebih extrovert, namun kurang peduli terhadap keadaan sosial. penurunan tingkat intelegensia, keinginan terhadap hal baru yang rendah, dan temperamen yang buruk (Flegr et al 1996). Penurunan ego yang tinggi juga ditemukan pada pria yang terinfeksi toxoplasma dengan derajat tertentu sesuai dengan berapa lama ia terinfeksi. Sementara studi yang dilakukan pada 857 orang wajib militer di Republik Czech melaporkan terjadi penurunan IQ beserta kemampuan verbal pada individu-individu yang terinfeksi T. gondii (Flegr et al 2003).

Peneliti dari Sydney University of Technology infectious disease, Nicky Boulter, dalam sebuah artikel yang muncul di Australasian Science edisi January/February 2007 mengatakan bahwa infeksi toxoplasma memberikan kemungkinan perubahan tergantung pada jenis kelamin dari orang yang terinfeksi. Perubahan personalitas lebih kentara pada mereka-mereka yang telah membawa toxoplasma dalam tubuhnya dalam jangka waktu yang lebih lama.

Perlu anda ingat bahwa ketika anda telah terinfeksi maka tidak ada jalan lain untuk mengeluarkan parasit ini dari tubuh anda. Perhatikanlah, banyak sekali sekumpulan orang diluar sana yang salah mengartikan tentang bagaimana parasit ini bekerja, sebagian besar dari mereka yang banyak berbicara mengenai hal ini justru semakin terlihat bahwa mereka sangatlah awam terhadap sifat-sifat dari parasit ini. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa parasit ini adalah sebuah virus, ada juga yang menganggap parasit ini sebagai kuman, racun, penyakit dan lain sebagainya. Hal ini bisa mengakibatkan para pembaca yang awam menjadi salah kaprah dalam mengartikannya.

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit iniParasit toxoplasma tidak bisa dibunuh begitu saja karena dia memiliki sifat resisten yang sangat kuat, bahkan ia dapat bertahan hidup selama beberapa tahun di lingkungan luar tanpa inang sama sekali, ia juga memiliki sifat resisten tingkat tinggi terhadap berbagai jenis disinfektan. Parasit hanya akan berpindah inang jika dirasakan inang yang sedang ia tempati sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup. Yang menjadi masalah yaitu bahwa parasit ini dapat bertahan pada otak dan tubuh manusia selama berpuluh-puluh tahun lamanya.

Penanganan-penanganan medis terhadap orang yang terjangkit parasit ini hanya bersifat, mengurangi, menghentikan sementara atau menghambat pertumbuhannya. Cara terbaik agar tidak terjangkit yaitu dengan menghindari kontak dan/atau mencegah penyebaran parasit ini di lingkungan hidup anda.

Video penjelasan dari beberapa profesor ahli dibawah ini mungkin dapat sedikit menghibur diri anda jika ternyata anda sudah terlanjur terjangkit parsit berbahaya ini, selamat menikmati !


Masalah sesungguhnya parasit Toxoplasma sebenarnya dimulai dari sini !


Para ilmuwan yang didanai oleh para elit konspirator ternyata telah memulai penelitian akan hal ini sejak tahun 1944 dan mereka peham betul akan mudahnya persebaran parasit toxoplasma gondii ini pada manusia. Jika anda adalah seorang yang terjangkit parasit Toxoplasma Gondii ini maka sesungguhnya anda sedang membawa sebuah bom waktu yang bisa meledak kapan saja di dalam tubuh anda.

Dibawah ini adalah salah satu memorandum GHW Bush (George Herbert Walker Bush - Sebelum ia menjabat menjadi Presiden Amerika yang ke-41) kepada salah seorang ilmuwan yang namanya masih kami selidiki. GHW Bush adalah ayah dari presiden Bush yang juga menjabat sebagai presiden Amerika yang ke-43/2001-2009). Satu dari sekian banyak contoh dokumen koleksi kami ini menjelaskan tentang pengembangan parasit sebagai salah satu senjata biologis yang sangat ampuh dalam membasmi umat manusia.

Dokumen Rahasia Memorandum GHW Bush - Halaman 1

Dokumen Rahasia Memorandum GHW Bush - Halaman 2

Pengembangan senjata biologis ini sebenarnya terkait dengan agenda rahasia mengenai depopulasi dunia yang sudah, sedang, dan akan terus berjalan sampai hari kiamat tiba. Salah satu permasalahan penting di dunia ini menurut mereka adalah "overpopulation" atau populasi yang berlebih. Pertumbuhan dan persebaran manusia yang begitu cepat seolah menjelma menjadi kanker ganas yang perlahan tapi pasti menggerogoti keseimbangan ekosistem dunia.

Selain membahayakan ekosistem dunia, kasus overpopulasi juga membahayakan eksistensi manusia itu sendiri. Sumber daya alam yang terbatas dihabiskan oleh populasi manusia yang bisa jadi kelak tidak terbatas. Keadaan seperti ini dianggap merugikan dan akan berakibat fatal bagi mereka karena mereka akan semakin sulit untuk mengendalikan dunia.

Semudah menyimpulkan permasalahan maka solusi yang mereka tawarkan pun cukup mudah, yakni program depopulasi !!!

Banyak cara untuk mewujudkan depopulasi manusia. Tapi perlu diingat, karena jumlah manusia begitu masif, maka perlu metode yang juga masif efektifitasnya. Perang dan wabah penyakit adalah dua metode yang paling relevan dan efisien. Akan tetapi mereka cukup berhati-hati untuk tidak membuat jutaan jiwa melayang begitu saja tanpa alasan yang jelas, karena program depopulasi manusia itu sendiri sangat kontroversial jika diketahui oleh masyarakat umum.

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit iniMaka mereka pun memunculkan ide kreatifnya lagi, mereka memanfaatkan parasit Toxoplasma Gondii yang sangat mudah menular tapi tidak memiliki efek mematikan yang terlihat secara kasat mata. Walau tidak membunuh inangnya, parasit ini membunuh kecerdasan manusia, memanipulasi karakternya dan juga meminimalisir potensi manusia untuk berkembang biak dengan sehat (orang yang terjangkit parasit ini akan melahirkan keturunan-keturunan baru yang memiliki sifat cacat baik itu secara fisik ataupun mental, bahkan ia dapat membunuh angka kelahiran).

Gambar-gambar dibawah ini diambil di salah satu laboratorium di New York ketika mereka sedang melakukan penelitian senjata biologis di tahun 1944.

Catatan penting : Beberapa gambar dibawah ini mungkin mengandung materi yang berbahaya bagi psikologis anda, pertimbangkanlah secara baik-baik sebelum anda mengambil keputusan untuk melihatnya ! STOP MEMBACA SAMPAI DISINI JIKA ANDA TIDAK YAKIN DENGAN KEMAMPUAN MENTAL ANDA !!!

Para ilmuwan bayaran yang sedang bekerja di laboratorium rahasia :
Para ilmuwan bayaran yang sedang bekerja di laboratorium rahasia

Pengetesan pada otak laki-laki dengan menggunakan sistem impuls :
Pengetesan pada otak laki-laki dengan menggunakan sistem impuls

Pembedahan pada otak laki-laki diatas yang telah terinjeksi oleh parasit yang telah bermutasi :
Pembedahan pada otak laki-laki diatas yang telah terinjeksi oleh parasit yang telah bermutasi

Pembedahan pada subjek ibu hamil beserta bayinya yang telah terjangkit :
Pembedahan pada subjek ibu hamil beserta bayinya yang telah terjangkit

Bayi-bayi cacat hasil kelahiran orang yang terjangkit parasit Toxoplasma :
Bayi-bayi cacat hasil kelahiran orang yang terjangkit parasit T.Gondii

Berbagai pesiapan telah mereka lakukan, diantaranya adalah dengan menciptakan sebuah zat kimia yang bersifat AgS (aggressive substance) dimana ia akan membuat parasit yang ada pada tubuh inangnya bermutasi menjadi lebih agresif. Apabila zat ini dikonsumsi oleh manusia yang terjangkit parasit Toxoplasma Gondii, maka parasit di dalam tubuh manusia tersebut akan berubah menjadi sangat ganas.

Pada salah-satu gambar diatas terlihat mereka sedang melakukan riset terhadap seorang laki-laki dan wanita hamil yang terinfeksi parasit toxsoplasma. Parasit yang ada pada tubuh manusia-manusia eksperimen tersebut sudah bermutasi secara agresif ke tingkat yang lebih tinggi dan para ilmuwan diatas ingin melihat dampak yang ditimbulkan pada pengidap parasit ini baik pada laki-laki dewasa, wanita hamil dan juga bayi yang akan dilahirkannya.

Hasilnya sungguh menakjubkan, pada laki-laki dewasa, penurunan intelejensia terjadi secara cepat dan drastis seiring dengan kerusakan otak yang terjadi akibat dari parasit yang telah berubah menjadi ganas tersebut merusak jaringan sel-sel syaraf pada otak, laki-laki juga cenderung berubah menjadi sangat agresif terutama ketika mereka mendengar bunyi berkekuatan diatas 60 dB (desibel). Pada wanita normal parasit ini justru memberikan efek berlawanan yaitu peningkatan intelejensia yang diiringi dengan kerusakan otak permanen beserta agresifitas yang sama seperti pada pria dewasa. Pada wanita hamil, efek dari parasit ini justru bertambah parah dengan ikut menggerogoti berbagai macam organ tubuh vital lainnya seperti jantung, limpa, ginjal, paru-paru, usus dan lain sebagainya, parasit ini juga merusak perkembangan janin sejak janin berusia 10-24 minggu, sehingga ketika dilahirkan maka janin tersebut akan lahir berbentuk bayi yang cacat baik itu secara fisik maupun mental.

Anda sebaiknya sangat berhati-hati terhadap parasit ini, terlebih lagi bagi anda yang sudah divonis terjangkit oleh parasit bernama Toxsoplasma Gondii ini. Ingatlah bahwa media-media diluar sana selalu berusaha menenangkan anda dari bahaya parasit ini dengan berbagai alasan medis. Tujuan mereka adalah distraksi, dimana anda akan selalu lengah terhadap tubuh anda sendiri dan menganggap parasit ini hanyalah hal sepele yang tidak berdampak. Ingatlah, pada waktu yang telah mereka tentukan, parasit ini bisa berubah dari hal yang anda anggap remeh menjadi hal yang mempengaruhi faktor hidup dan mati anda ! Untungnya sampai saat ini mereka belum mengeluarkan pemicunya, namun entah sampai kapan kita menunggu ? 

Berikut akan kami berikan sedikit potongan gambar dokumen rahasia tentang riset parasit Toxoplasma ini kepada anda !

Toxoplasma - 50% lebih populasi manusia terjangkit parasit ini

Anda mungkin bisa sedikit menarik nafas lega, tapi ingat bagaimana dengan nasib anak cucu anda kedepannya ? Mampukah mereka melindungi diri dari bahaya penyebaran parasit Toxoplasma ini ?




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments