Susu - Minuman yang berbahaya bagi tubuh

Berbagai manfaat susu yang digembar-gemborkan begitu hebatnya di seluruh dunia, ternyata hanyalah sebuah kebohongan!


Informasi susu: Minuman yang berbahaya bagi tubuh

Persediaan enzim laktase dari sistem pencernaan manusia secara perlahan-lahan dihapus oleh Tuhan pada usia 2 sampai dengan 3 tahun. Ini adalah pertanda bahwa manusia tidak lagi memerlukan susu dalam bentuk apapun setelah ia beranjak dewasa. Rencana Tuhan terhadap siklus ini tidak bisa dilawan. Namun manusia dibalik berbagai kepentingannya lagi-lagi mencoba melakukan pembodohan.

Tuhan telah mendesain, bahwa setiap mamalia/mahluk yang menyusui (termasuk juga manusia) tidak lagi membutuhkan asupan susu ketika tumbuh dan beranjak dewasa, seiring dengan semakin bertumbuhnya mamalia maka kebutuhan akan susu pun akan menghilang dari tubuhnya.

Manusia-manusia dengan berbagai kepentingan tersebut mencoba membuat sebuah rekayasa baru demi kepentingan mereka. Sehingga hanyalah manusia satu-satunya spesies yang "ngotot" merebut susu dari spesies lain. Padahal secara penelitian dari waktu ke waktu telah menunjukkan bahwa pemaksaan tersebut justru menghasilkan banyak masalah. Dan negara Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa adalah salah satu sasaran empuk bagi industri susu dunia untuk mengeruk keuntungan. 

Kita perlu belajar dari alam tentang susu!

Terutama hewan menyusui. Susu hanya cocok sebagai “makanan antara”, ketika bayinya belum sanggup mengunyah dan mencerna. Begitu bisa tegak, berjalan, mencari makan dan mampu mengunyah makanan padat, maka susu bukanlah konsumsi alamiahnya lagi. Jargon-jargon kesehatan yang selama ini gencar disebarluaskan ternyata hanya dipakai untuk nilai jual. Ingatlah fakta yang telah disebutkan pada paragraf-paragraf sebelumnya diatas, bahwa enzim pencernaan manusia untuk mencerna susu juga sudah mulai menyusut pada usia 2-3 tahun. Bersamaan dengan itu juga, jumlah gigi manusia pun sudah mulai lengkap pada usia 2 tahun. 

Alam tidak menyediakan susu apa pun selain ASI untuk konsumsi manusia

Informasi susu: Susu sapi bukan untuk manusia
Susu sapi bukan untuk manusia
Susu sapi hanya cocok untuk generasi penerus sapi. Susunan molekul pembentuknya pun sama sekali tidak cocok untuk manusia. Komposisi susu sapi hanya untuk membuat anak-anak mreka gemuk, bertulang besar, tidak perlu pandai apalagi menikmati umur panjang.

Para ilmuwan sebenarnya mengetahui bahwa susu sapi sama sekali tidak cocok untuk manusia, namun karena adanya berbagai kepentingan maka susu sapi ini “dipaksakan” agar seakan-akan cocok dengan kebutuhan manusia. Manusia adalah mahluk yang lemah dan rentan terhadap penyakit sehingga agar susu tidak mengandung bakteri yang membahayakan, manusia melakukan sterilisasi terhadap susu antara lain adalah dengan melakukan pasteurisasi, lalu apa efek sampingnya? Semua zat gizi yang terkandung didalam susu pasti akan rusak total (karena itu setelah proses sterilisasi perlu diimbuhkan berbagai berbagai vitamin dan juga zat kimia lain agar tetap terlihat “bergizi”. Begitu pula agar tingkat kolesterol tinggi yang ada pada susu sapi tidak membuat manusia kegemukan dan naik kadar kolesterolnya, ditemukanlah teknik yang membuat susu sapi mendapat istilah skim, karena lemaknya ditarik/diambil secara paksa dalam proses fabrikasinya, lalu apa efek sampingnya? Ternyata manusia tetap gemuk juga setelah mengkonsumsi susu skim ini.

Karena sebenarnya bukan hanya kolesterol yang bermasalah, tapi juga gula yang terkandung didalam susu (laktosa) serta keasamannya yang membuat tulang kita justru akan semakin keropos.

Supaya “cocok” juga untuk kebutuhan kecerdasan anak manusia, maka pemaksaannya lainnya adalah lewat jalur teknologi. Susu sapi yang miskin gizi itu ditambahkan zat-zat berupa asam amino yang disebut-sebut baik bagi perkembangan otak, padahal sampai saat ini di dalam forum dan jurnal dunia medis internasional mengatakan bahwa hal tersebut masih bersifat dugaan belaka karena belum ada satupun penelitian yang benar-benar mampu membuktikannya.

Sejatinya kecerdasan yang terkait dengan perkembangan saraf dan otak membutuhkan lebih banyak zat yang bersifat kompleks dan bukan hanya sekedar asam amino saja atau beberapa zat yang diimbuhkan secara paksa kedalam susu tersebut. Kecerdasan anak manusia sangat berkaitan erat dengan IMD (Inisiasi Menyusu Dini). Pada saat anak mengintegrasikan kecerdasan pertamanya secara insting dan naluri ia akan merayap untuk menemukan puting susu ibunya selepas dilahirkan, dimana gerakan merayap tersebut juga sekaligus menyelesaikan dan mengintegrasikan refleks-refleks primitifnya!

Kecerdasan terletak pada antibodi prima manusia yang alami, yang hanya terdapat dalam ASI (Air Susu Ibu) hingga usia 2 tahun saja.

Informasi susu: Ilustrasi ASI
Ilustrasi ASI
Kecerdasan juga berhubungan dengan pematangan “sambungan-sambungan sistem syaraf” dari 3 susunan otak manusia yaitu reptilian brain yang mengurus sistem pertahanan diri/survival, mamalian brain yang berfungsi mengenali cinta, rasa aman, peduli, kekeluargaan dan neo-mamalian brain yang baru berfungsi setelah usia 6 tahun ketika seorang manusia mampu mengenali cara berpikir rasional.

Kecerdasan manusia tidak hanya mengenai kepandaian berhitung dan berbahasa asing dan lain sebagainya, tetapi juga ia harus cerdas secara emosional dan spiritual. Sehingga manusia yang hidup sejahtera bukan hanya mereka yang memiliki IQ (Intelligence Quotient) tinggi, tapi juga mereka yang memiliki EQ (Emotional Quotient) yang tinggi pula, dimana mereka mampu menjalin relasi yang baik antar sesama umat manusia dan juga mereka-mereka yang memiliki tingkat SQ (Spiritual Quotient) yang baik, sehingga mampu bersyukur serta menjalin hubungan baik yang erat terhadap Sang Maha Pencipta. 

Apakah ada dari anak sapi yang sanggup berbuat demikian?

Susu bukanlah satu-satunya sumber kalsium, justru susu malah membahayakan keutuhan kalsium pada tulang manusia

Nasehat-nasehat yang selama ini menganjurkan orang minum susu sebenarnya hanya dikembangkan di atas penelitian-penelitian yang bersifat sangat sepihak, bahkan diantaranya memiliki status keilmiahan yang sudah kadaluwarsa. Tulang menjadi kuat tidak semata-mata hanya karena kalsium namun kita juga perlu mengasup magnesium, seng (zincum), boron, mangaan, provitamin D-3, dan lain sebagainya.

Informasi susu: Pembahasan di koran Jawa Pos
Salah satu koran di Indonesia yang berani mengungkap kebohongan manfaat susu

Susu adalah benda cair sehingga ketika ia masuk ke dalam mulut kita, ia akan langsung mengalir ke dalam kerongkongan dimana susu itu sendiri tidak sempat berinteraksi dengan enzim-enzim yang diproduksi oleh mulut kita. Akibat tidak bercampur dengan enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali untuk dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa harus mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya digunakan untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, maka si peminum susu akan kekurangan enzim tersebut dibandingkan dengan orang-orang yang tidak meminumnya sehingga pada akhirnya ia akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Coba anda perhatikan nenek moyang kita sebelum mengenal pabrik susu, mereka tidak pernah menderita patah tulang akibat keropos sebelum waktunya, mengapa? Ya, karena mereka mengkonsumsi makanan dari alam yang benar-benar dikunyah sehingga memperkuat tulang mereka selepas mereka selesai masa menyusu 2 tahun!

Berdasarkan riset para ahli dari Harvard University, Amerika Serikat yang telah melibatkan 72.000 wanita menyatakan bahwa mengkonsumsi 1 cangkir selada bokor (iceberg lettuce) memberikan kekuatan tulang yang baik di hari tua serta mencegah terjadinya patah tulang panggul daripada anda meneguk segelas susu setiap harinya.

Kalsium pada susu non-ASI, tidak dapat dikenali oleh tubuh manusia. Oleh karenanya sifatnya yang “Non-bio-available” maka kalsium rekayasa yang biasa ditambahkan pada susu sapi tersebut akan ‘nyasar’ ke tempat yang salah dan tempat yang paling sering menjadi sasaran kesalahan pendaratan kalsium adalah dinding pembuluh darah manusia! 

Informasi susu: Poster resmi Dr. Frank
Poster resmi Dr. Frank
Bukannya mendapatkan manfaat positif dari susu, malah mendapat bonus penyakit yang sangat tidak menyenangkan: penebalan dinding pembuluh darah dan segala akibatnya (sebagaimana telah dipaparkan dalam salah satu jurnal kedokteran anak oleh Dr. Frank Oski, Upstate Medical Center Department of Pediatrics, USA). Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg - 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis/keropos tulang daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per hari.

Mengapa? Karena daging merah, gula, tepung dan bahan makanan berupa bumbu non-alam yang biasa mereka konsumsi menyebabkan keasaman darah meningkat.

Untuk menetralisirnya, tubuh mengambil kalsium (yang bersifat basa/alkalis) dari tulang. Sehingga masalah osteoporosis sebenarnya tidak terjadi karena sang penderita tidak cukup mengkonsumsi kalsium, namun justru sebaliknya - mereka kehilangan kalsium dari tubuh mereka. Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawaban dari permasalahan ini, karena anda justru akan kehilangan lebih banyak daripada yang telah anda asupkan (misalnya dengan tetap memakan daging merah, gula, terigu, beras, berbagai saus dan kecap produksi pabrik, dll).

Apabila ekstra kalsium yang dikonsumsi berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi seperti susu, keju dan es krim, keadaan menjadi lebih buruk lagi karena makanan ini adalah pembentuk asam yang sangat tinggi sehingga tubuh akan semakin banyak kehilangan kalsium.

Anda masih ingat slogan/jargon 4 sehat 5 sempurna yang ternyata ada di dalam kurikulum pendidikan dasar di seluruh Indonesia? Susu menempati urutan ke-5 yang sifatnya menyempurnakan ke empat jenis makanan sebelumnya, namun kenyataannya? Susu justru menghancurkan semuanya! Hasil dari pembodohan tentang susu ini ternyata menghasilkan sebuah fakta mengharukan yang tidak asing lagi di telinga kita dan ironisnya hal tersebut justru muncul dari kebanyakan rakyat miskin. 

Banyak orangtua dari keluarga yang hidup dalam kesulitan ekonomi beranggapan bahwa lebih baik mereka tidak makan asalkan mereka bisa membelikan susu untuk anak-anak mereka. Sungguh merupakan fakta yang ironis dan sangat menyedihkan. 

Jika anda terbiasa minum susu segeralah beralih ke susu kedelai sebelum terlambat. Sekedar informasi singkat bahwa susu kedelai sangat tinggi protein karena terbuat dari kacang kedelai juga mengandung serat yang jauh lebih tinggi dari susu sapi. Manfaat terbesar dari susu kedelai adalah isoflavon. Ini adalah bahan kimia yang mirip dengan hormon estrogen. Isoflavon terhubung ke masalah kesehatan dan bertanggung jawab untuk mencegah banyak penyakit seperti kanker, penyakit jantung, osteoporosis dan berbagai macam penyakit kronis lainnya.

Karena susu kedelai terbuat dari jenis kacang-kacangan, maka kandungan lemak jenuhnya 9 kali lebih rendah apabila dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai bebas kolesterol. Selain itu, susu kedelai dapat mengurangi kolesterol jahat/LDL, sedangkan susu sapi meningkatkan kadar kolesterol/LDL. Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dan limpa dengan jumlah phytochemical yang berlimpah dalam susu kedelai.

Susu kedelai juga mengandung empat kali lebih banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesium, tembaga dan mangan jika dibandingkan dengan susu sapi. Ia mengandung 42 kali jumlah mangan yang lebih banyak dari susu sapi. Dan mangan ini sangat diperlukan untuk pembentukan tulang. Terutama orang-orang yang menderita anemia memerlukan mangan untuk penyimpanan zat besi di dalam tubuh mereka.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang minum dua gelas susu kedelai setiap hari memiliki persentase 70% lebih rendah terserang kanker prostat dan sampai saat ini tidak ada temuan yang sama tentang orang yang minum susu sapi.

Demikianlah sekilas tentang bahaya susu bagi tubuh anda, berhati-hatilah terhadapnya!




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments