Lapar - Kondisi yang menajamkan pikiran dan mata batin

Lapar - Sebuah kondisi yang ternyata sangat berpengaruh terhadap ketajaman berpikir dan juga kepekaan mata batin, sebuah cara yang sangat mudah namun efeknya sangat luar biasa terhadap tubuh dan pikiran kita.


Informasi Lapar: Menajamkan Pikiran dan Mata Batin

Lapar - Ditinjau dari segi ilmiah

Tubuh kita ibarat sebuah tabung dan struktur membran yang mengandung sub-sub tabung yang panjangnya jutaan mil. Di tubuh kita ada ribuan kaki persegi permukaan lapisan membran. Sistem sirkulasi darah di dalam tubuh kita memiliki panjang sekitar 60.000 mil. Paru-paru kita terdiri dari 300 milyar pembuluh darah kapiler. Permukaan usus kita memiliki luas tak kurang dari 2.200 kaki persegi. Bayangkan bagaimana sibuknya tubuh kita mengolah dan sekaligus membersihkan sampah-sampah (benda asing, benda yang tidak cocok, barang beracun, materi tidak sehat, atau sel-sel yang mati). Bayangkan juga hal yang sama terjadi pada otak dan akhirnya pikiran kita.

Otak kita terdiri dari triliunan sel. Di dalam otak kita, bisa disimpan 1 milyar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia yang lengkap. Hanya untuk urusan ingatan ini saja, otak kita memiliki lebih dari 100 milyar neuron (sel saraf) dengan 100 trilyun koneksi di antara mereka. "Pikiran" adalah proses kerja otak yang mengaitkan berbagai jenis bit dari informasi ini.

Otak kita mampu mengerjakan lebih dari 100.000 reaksi kimia setiap detiknya. Ada sekitar 300 ribu lebih bahan kimia di dalam otak kita, yang memungkinkan kita bereaksi terhadap berbagai stimulus dari luar. Lebih dari 50 bahan kimia itu, berfungsi mengaktivasi daya ingat, sifat agresif, dan rasa nyaman serta rileks. Dan sampai saat ini terdapat 2.950 jenis bahan kimia pada otak manusia yang masih belum dapat diketahui secara jelas apa fungsinya. Dengan alat diagnostik yang paling canggih sekalipun, ternyata kerja otak dan pikiran kita masih merupakan sebuah misteri.

Sisa bahan kimia sebanyak itu, tentulah juga punya pengaruh pada tiga hal yang sama. Pertanyaannya, "apakah sisa bahan kimia sebanyak itu lebih banyak berpengaruh pada daya ingat, pada peningkatan sifat agresif, atau pada peningkatan kemampuan untuk nyaman dan rileks? Ataukah sebagian besar darinya hanyalah sampah kimia belaka?" Dalam dunia ilmiah, keterbatasan ini dikenal dengan sebutan "medical science limitations".

Keterbatasan ilmu pengetahuan inilah yang pada akhirnya menjadi bukti nyata, tentang peran Tuhan dan keimanan sebagai sesuatu yang berada di atas akal dan ilmu pengetahuan.

Berikut ini adalah efek yang ditimbulkan ketika tubuh anda terbiasa dengan kondisi yang lapar:

• Eliminasi berbagai materi radikal bebas yang tidak diinginkan.
• Mengolah dan membuang sel-sel yang telah mati atau sakit.
• Membakar gumpalan lemak jenuh (kolesterol).
• Memperkuat dinding usus.
• Membuang racun dalam darah, ginjal, hati, paru-paru, dan limpa.
• Membersihkan saluran pernafasan dan sinus.
• Membersihkan racun-racun yang sudah lama mengerak di berbagai organ tubuh (detoxifikasi).
• Meningkatkan fungsi imun tubuh.

Sedangkan dampak positifnya dari lapar itu sendiri adalah:

• Kejernihan mental dan pikiran.
• Penurunan berat badan secara sehat.
• Sistem saraf bekerja lebih baik.
• Revitalisasi organ tubuh.
• Harmonisasi bio-chemistry sel.
• Kulit lebih sehat karena terjadi proses detoxifikasi
• Pergerakan fisik lebih nyaman.
• Sistem pernafasan akan terasa lebih ringan dan lancar.
• Sistem pencernaan menjadi lebih sehat.

Hebat bukan? Mari kita simak alasannya yang akan dijabarkan secara lebih lanjut di bawah ini:

Lapar - Membuat pikiran kita menjadi lebih jernih

Informasi Lapar: Lapar membuat pikiran jadi jernih
Lapar membuat pikiran jadi jernih
Ketika dalam kondisi lapar maka proses kimiawi yang berlangsung pada otak kita akan berjalan dengan lambat. Hebatnya, perlambatan ini justru punya dampak lain, yaitu membuat pikiran kita menjadi lebih jernih karena lambatnya proses reaksi kimia ini membuat kita berpikir lebih dalam. Dengan berpikir lebih dalam, kita akan menemukan berbagai hal yang biasanya disaat kita kenyang cenderung terabaikan. Berbagai detil yang selama ini kita lupakan, akan tergali kembali dan muncul menjadi fokus perhatian. Dan dari berbagai detil itu, bagian terbanyaknya adalah tentang introspeksi diri.

Dalam agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi) lapar justru menjadi salah satu bagian dari aktivitas ritual mereka yang biasa kita sebut dengan berpuasa. Dengan berpuasa (menahan nafsu dan berlapar diri) maka pikiran kita akan menjadi lebih terbuka untuk menerima firman Tuhan. Hidup ini dipenuhi oleh dinamika hiruk-pikuk kehidupan duniawi yang sangat hebat terutama dalam hal menarik perhatian kita. Semuanya seakan-akan berlomba tak kenal lelah untuk mengejarnya. Dan ternyata pada umumnya, manusia tidak memasukkan Tuhan ke dalam daftar perlombaan ini, sungguh sangat disayangkan.

Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta terhadap banyak hal yang telah disebutkan diatas. Permasalahan lapar adalah permasalahan mengenai keberlangsungan hidup. Dan faktanya disaat manusia sedang terdesak ataupun tertekan, ia akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran menjadi semakin tajam dan kreatif, karena tubuh kita secara tidak langsung merasakan dirinya berada di bawah suatu tekanan kebutuhan yaitu makan.

Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progress mereka meningkat pesat dalam berbagai penugasan di kampus sehingga mereka mendapat nilai yang lebih memuaskan.

Disimpulkan bahwa fisik dan mental mengalami kenaikan level. Salah satu yang paling menonjol adalah kestabilan emosi, yang disebabkan oleh terbebasnya mereka dari ketergantungan pada makanan, dan dari makanan dan minuman pemicu emosi seperti minuman beralkohol, kopi, coklat, gula, dan lemak yang jelas-jelas lebih terbukti memiliki dampak buruk untuk kestabilan emosi dibandingan dengan berpuasa (dalam hal ini lebih ditekankan sifat lapar yang terkandung didalamnya).

Lapar membuat imun tubuh bekerja lebih baik sehingga mempercepat penyembuhan

Informasi Lapar: Sistem imun bekerja lebih baik ketika lapar
Sistem imun bekerja lebih baik ketika lapar

Benang jahit operasi tidak menyatukan dua bagian tubuh yang terpisah. Sel tubuhlah yang melakukannya. Antibiotika juga tidak menyembuhkan sakit kita. Ia menjaga agar luka tetap higienis dan membunuh bakteri atau kuman agar tidak menghalangi proses penyembuhan. Penyembuh sakit atau luka itu, adalah diri kita sendiri.

Saat kita lapar, tubuh kita akan membuang sejumlah besar sampah dan residu pencernaan. Beberapa hari kemudian, tubuh akan membersihkan sistem peredaran darah. Kemudian, ia akan membersihkan permukaan berbagai membran di dalam tubuh, terutama lemak, dan sel-sel yang mati. Kemudian, lidah akan mulai terasa tebal dan nafas menjadi bau dan kotor. Itu semua, adalah proses pembersihan setiap kali kita membuka mulut.

Di tahap terakhir, proses pembersihan akan dilakukan terhadap racun dan sampah lama, yaitu racun dan sampah yang ada sebelum kita merasa lapar, atau bahkan sejak kita dilahirkan. Sampah dan racun lama inilah yang kemungkinan besar membuat kita sakit, atau menjadi "siap sakit". Proses terakhir ini menuntut pengaturan pasokan air yang teratur. Oleh karenanya anda sangat dianjurkan untuk terbiasa menahan lapar namun jangan sampai kehilangan cairan tubuh apalagi sampai mengalami dehidrasi. Perbanyaklah minum air putih ketika anda dalam kondisi lapar, selain memanipulasi psikologis dengan efeknya yang mengenyangkan, air putih juga baik untuk menjaga tingkat keasaman dalam cairan tubuh.

Berbagai fakta ilmiah tentang lapar dan kaitannya terhadap ketajaman pikiran

Seorang ilmuwan, yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu.

Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan "neuroglial cells". Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat tubuh kita berada dalam kondisi lapar, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan "dimakan" oleh sel-sel neuroglial ini.

Albert Einstein, adalah orang yang dikenal senang berlapar diri. Saat ia meninggal, ia mendonasikan organ tubuh (termasuk otaknya) untuk berbagai riset ilmu pengetahuan. Setelah kematiannya, para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein ternyata 73% lebih banyak ketimbang rata-rata manusia pada umumnya. Dengan kata lain, otak dan pikiran Albert Einstein, dalam konteks ilmu pengetahuan, dinyatakan "sangat jernih". Hal ini ternyata timbul karena semasa hidupnya ia menyadari bahwa ketika ia dalam kondisi lapar, ia merasakan dirinya berubah menjadi lebih produktif, terutama dalam proses berpikir.

Informasi Lapar: Prof. Stephen Bloom
Dr. John Ratey
Sebuah paper/jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Dr. Ratey, seorang psikiatris dari Harvard University menyebutkan bahwa pengaturan dan pembatasan jumlah asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey meriset mereka orang yang lapar ketika berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut "Functional Magnetic Resonance Imaging" (FMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas "motor cortex" yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Ilmuwan lain, Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging, hasil risetnya menunjukkan bahwa puasa adalah diet yang paling tepat, karena secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Risetnya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah dan sekaligus peremajaan sel-sel otak. Dengan kata lain, riset itu menunjukkan bahwa stress karena sedikit makan, akan menghasilkan adaptasi dalam metabolisme sel dan meningkatkan kemampuan individu untuk mengurangi stress.

Tubuh kita merespon rasa lapar dengan cara mengganti kebiasaan penggunaan sumber energi beroktan tinggi, yaitu glukosa, ke sumber energi beroktan rendah, yaitu lemak. Sementara itu, otak kita sebenarnya lebih memilih untuk menggunakan sumber energi beroktan tinggi (ini sekali lagi menjelaskan mengapa lapar membuat reaksi kimia di dalam otak kita menjadi lebih lambat).

Dalam kondisi yang lapar, tubuh tetap membutuhkan energi dan energi itu harus diciptakan sendiri (bukan dari makanan), yang bahan bakunya diambil dari otot. Proses ini disebut dengan "gluconeogenesis". Proses ini bertujuan agar otak tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan kata lain, lapar akan membakar lemak-lemak jenuh (kolesterol) yang terkandung di dalam otot. Sehingga bagi mereka yang bertubuh kegemukan, berpuasa mungkin adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan berat badan sekaligus menyehatkan diri.

Bagi orang yang bertubuh gemuk, menahan lapar dapat menyebabkan kondisi mental menjadi kurang stabil atau fisik yang melemah. Namun hal tersebut adalah fase yang wajar dialami karena tubuh sejatinya sedang sibuk dalam melakukan detoxifikasi sehingga anda pasti akan merasa kesulitan di awal-awal penerapan kebiasaan ini.

Para ilmuwan di University of Washington di St. Louis menemukan bahwa rasa lapar menyebabkan kebutuhan akan nutrisi dan menekan kebutuhan untuk tidur. Para peneliti menunjukkan bahwa kemampuan untuk menahan efek kurang tidur terhubung dengan protein yang membantu otak dalam mengatur penyimpanan dan penggunaan lipid yang merupakan jenis molekul termasuk lemak seperti kolesterol dan vitamin yang dapat larut dalam lemak seperti vitamin A dan D.

"Obat-obatan umum yang digunakan untuk membuat orang tertidur atau membuat orang tetap bangun, semuanya ditargetkan pada sejumlah jalur-jalur di otak, semuanya berhubungan dengan transmisi neuro," kata Paul Shaw, PhD, asisten profesor neurobiologi dan anatomi. "Memodifikasi pemrosesan lipid dengan obat-obatan bisa memberikan kita sebuah cara baru yang lebih efektif atau lebih kurang efek sampingnya dalam menanggulangi masalah tidur." Penelitian tersebut diterbitkan secara online pada tanggal 31 Agustus 2010 di PLoS Biology.

Ada juga penelitian yang dilakukan Yale University di Amerika Serikat, para ilmuwan Amerika tersebut menemukan bahwa sejumlah hormon pemicu lapar yaitu ghrelin bisa meningkatkan jumlah sambungan syaraf dalam otak. Hormon ghrelin dilepaskan oleh lambung yang kosong ke dalam aliran darah. Hormon ini dikenal mampu mengaktifkan syaraf penerima di otak.

Sebelumnya, para ilmuwan mengetahui bahwa hormon tersebut bekerja di wilayah otak yang disebut hypothalamus. Namun tim dari Yale ini menemukan bahwa hormon itu kemungkinan berdampak pada aktifnya wilayah lain, yaitu hippocampus, yang secara esensial berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.

Dalam penelitian yang menggunakan tikus sebagai bahan percobaannya, terungkap bahwa pada tikus yang kekurangan ghrelin, koneksi syarafnya di wilayah tersebut lebih sedikit 25%. Sebaliknya, penambahan ghrelin pada tubuh tikus normal meningkatkan jumlah koneksi syaraf dalam hippocampus. Tikus tersebut kemudian menunjukkan adanya peningkatan saat diuji belajar dan daya ingatnya.

Informasi Lapar: Prof. Stephen Bloom
Prof. Stephen Bloom
Dalam jurnal Nature Neuroscience, tim Yale menulis, "Penelitian tersebut menunjukkan bukti bahwa ghrelin bisa lebih mengendalikan fungsi otak dan menunjukkan adanya kaitan molekuler antara kemampuan belajar dan metabolisme energi."

Profesor Stephen Bloom, ahli pengendalian nafsu makan dari Imperial College London, mengatakan pada BBC, "Daya ingat dapat dinyalakan dan dimatikan, dan kerap menyala justru pada saat adanya stress akibat lapar."

Penelitian ini sangat menarik dan sepenuhnya masuk akal bahwa kita jadi lebih waspada dan siaga untuk mengingat dan menggali ingatan lebih baik ketika lapar, kata Bloom.

Berbagai fakta ilmiah tentang lapar dan kaitannya terhadap ketajaman mata batin

Menahan lapar adalah salah satu perbuatan yang paling mulia. Jika diiringi dengan niat yang benar terhadap Tuhan. Pertama, lapar dapat meredam dan mengendalikan hawa nafsu dan sejatinya hawa nafsu perlu dikendalikan agar kita bisa dengan mudah untuk melaksanakan berbagai ketaatan dan memenuhi perintah Tuhan. Rasa lapar sanggup melemahkan nafsu syahwat yang selalu mendorong seseorang terhadap kejelekan, betapapun kuatnya tekanan hawa nafsu itu pada diri seseorang maka ia akan mudah diredam ketika seseorang tersebut berada dalam kondisi yang lapar. Salah seorang sahabat Nabi Muhammad (pbuh) pernah berkata: 

”Jarak yang terjauh antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika urusan hidupnya hanyalah perut, harta dan seks!”

Riwayat lain mengatakan bahwa ada seseorang bernama Al-Hajjaj ibn Al-Gharafidhah menemui sekelompok orang yang sedang beribadah sambil menahan lapar di kota Makkah dan bertanya kepada mereka: 

“Beritahukan kepadaku, apakah Tuhan memerintahkan para hamba-Nya untuk berlapar-lapar?” 
Mereka lalu menjawab: “Tidaklah kamu melihat bahwa ketika hewan ternak atau unta tidak mau menuruti keinginan pemiliknya, yang dilakukan sang pemilik (supaya hewan-hewan piaraannya mau menuruti keinginannya) adalah dengan tidak memberi mereka makan (dilaparkan)."

Disamping memberi manfaat secara fisik, rasa lapar ketika berpuasa akan meberikan manfaat terhadap batin, yaitu dalam pengendalian hawa nafsu. Imam Ghazali dalam salah satu karya tulisnya yang sangat terkenal menyebutkan sepuluh manfaat dari rasa lapar yaitu:

1. Lapar membersihkan hati dan menajamkan mata batin

Ada sebuah hadist yang berkata: Cahaya kearifan adalah lapar, menjauh dari Allah adalah kenyang, mendekati Allah ialah mencintai fakir dan miskin dan akrab dengan mereka. Jangan kenyangkan perutmu, nanti padam cahaya hikmah dalam hatimu!

2. Lapar memberikan kelezatan berzikir/mengingat kebesaran Tuhan

Menurut Al Ghazali, sebab utama dari hilangnya kelezatan berdzikir adalah perut yang kenyang. Apabila orang lapar dan haus, hatinya akan terang dan lembut, sebaliknya bila orang kenyang, hatinya akan buta dan kasar. Perut yang kenyang itu melelahkan dan menimbulkan kantuk sehingga membuat dirinya sulit untuk berkonsentrasi, bagaimana seseorang bisa mengingat Tuhannya padahal ia sendiri tidak bisa berkonsentrasi untuk mengingat siapa dirinya.

3. Lapar meluluhkan dan merendahkan hati, menghilangkan kesombongan dan keliaran jiwa

Ketika kita lapar, kita merasakan kelemahan tubuh kita di hadapan kekuasaan Tuhan. Betapa ringkihnya kita, kalau Tuhan memisahkan kita dari makanan dan minuman hanya untuk beberapa waktu saja. Ketika Nabi Muhammad (pbuh) ditawari semua kenikmatan dunia, beliau menolak dan berkata, “Tidak. Aku ingin lapar sehari dan kenyang sehari. Pada waktu lapar aku bisa bersabar dan merendahkan diriku, dan pada waktu kenyang aku bisa bersyukur." Oleh karena itu kita mengenal puasa Nabi Daud/David (pbuh) yang sangat terkenal yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Catatan: Nabi Daud (pbuh) adalah salah satu nabi yang terkenal paling taat kepada Tuhannya.

4. Lapar mengingatkan kita pada ujian dan azab Tuhan

Ketika seseorang kenyang, ia tidak akan ingat pedihnya kelaparan dan kehausan. Orang yang selalu kenyang tidak akan meraskahn pedihnya hari kiamat, karena itulah keyakinannya bisa berkurang bahkan hilang pada hal-hal yang bersifat akhirat.

Begitu pula orang yang tak pernah lapar, ia lupa pada sebagian mayarakat yang diuji Tuhan dengan kelaparan. Dikisahkan ketika Nabi Yusuf/Joseph (pbuh) menjadi Menteri Logistik di Mesir, dia membiasakan puasa setiap hari. Masyarakat bingung dan bertanya kepadanya ”Mengapa anda melaparkan diri padahal perbendaharaan bumi ada di tangan anda? Lalu Ia menjawab, ”Aku takut akan kenyang dan melupakan orang-orang yang lapar.”

5. Mematikan keinginan untuk berbuat maksiat dan menguasai nafsu amarah 

Kenyang adalah bensin yang menggerakkan mobil hawa nafsu manusia. Kata al Ghazali, kenyang dapat menggerakkan nafsu syahwat yang sejatinya sangatlah berbahaya.

6. Lapar dapat mengurangi intensitas tidur dan membiasakan diri untuk senantiasa terjaga dan produktif

Orang yang banyak makan pasti akan banyak pula tidurnya. Disaat orang lapar terbangun untuk mengingat Tuhannya dimalam hari, maka orang yang perutnya kenyang akan sibuk terbangun dimalam hari hanya untuk buang air. Ada pepatah yang berbicara: Jangan pernah berikan ilmu kepada perut-perut yang kenyang, karena mereka hanya akan mengubahnya menjadi mimpi.

7. Lapar memudahkan kita menjalankan ibadah

Jika perhatian kita hanya terpusat pada makanan maka kita akan menghabiskan waktu untuk mencari tempat makan, sedangkan orang-orang lapar lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah mendekatkan diri kepada Tuhannya dan melakukan berbagai macam kegiatan positif lainnya.

8. Lapar menyehatkan tubuh dan menolak penyakit.

Pernyataan al Ghazali ini didasarkan pada sabda Nabi Muhammad (pbuh), dan telah dibuktikan dalam kedokteran modern. Hasil penelitian di bidang kedokteran membuktikan bahwa puasa paling tidak ada 3 manfaat bagi tubuh kita. Manfaat yang pertama membersihkan tubuh dari racun. Puasa adalah teknik detoksifikasi yang paling murah dan paling efektif. Detoksifikasi adalah proses mengeluarkan atau menteralkan racun dalam tubuh (toksin) melalui usus, hati, ginjal, paru-paru dan kulit. Bukan hanya racun yang terbentuk karena kelebihan makanan, tetapi racun yang diserap dari lingkungan.

Manfaat kedua adalah menjalankan proses penyembuhan alami. Ketika puasa energi untuk mencerna makanan dialihkan ke metabolisme dan sistem imum. Pada saat yang sama, dalam tubuh kita terjadi sintesis (penguraian) protein yang sangat efisien dan memungkinkan tumbuhnya sel-sel dan organ-organ yang lebih sehat. Karena produksi protein yang efisien, tingkat metablisme menjadi yang lebih lambat, dan sistem imun akan bekerja lebih baik, orang yang berpuasa memperoleh manfaat yang ketiga, yaitu awet muda dan panjang usia. Karena HGH atau the Human Growth Hormone (hormon untuk pertumbuhan manusia) dikeluarkan lebih sering dalam keadaan berpuasa sehingga sel-sel yang mati akan lebih cepat tergantikan sehingga tubuh selalu dalam kondisi peremajaan.

9. Lapar menjauhkan manusia dari penyakit konsumerisme

Orang yang terbiasa makan dengan jumlah yang sedikit akan mudah puas dengan kehidupan yang sederhana. Dari kebersahajaan dalam makanan, ia akan melanjutkan ke dalam kebersahajaan pakaian, rumah, kendaraan dan hajat hidup lainnya. Sudah terbukti secara ilmiah, bahwa orang yang hidup sederhana jauh lebih bahagia secara spiritual dan kejiwaannya daripada orang-orang yang hidup mewah. Penyebab kehancuran manusia adalah kerakusannya akan kesenangan dunia, dimana salah satunya adalah makanan. Dan kerakusan dunia disebabkan tidak lain oleh karena liarnya hawa nafsu manusia itu sendiri.

10. Lapar memberikan peluang lebih untuk bersedekah dan membantu sesama

Kekayaan adalah salah satu diantara titipan Tuhan kepada kita yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Manusia cenderung menggunakan titipan tersebut untuk memperkaya diri, memuaskan hawa nafsu dan melupakan hari kiamat. Dengan membiasakan berlapar diri maka kita juga membiasakan diri untuk menjaga titipan Tuhan dengan hidup berhemat, sehingga kelebihan yang kita dapat dari berhemat dapat digunakan untuk beramal dalam membantu sesama, seperti anak yatim dan fakir miskin.

Sekian tentang manfaat lapar yang selama ini identik dengan kemiskinan dan kesehatan justru memiliki dampak yang sangat baik bagi tubuh kita. Tapi ingat bahwa kondisi lapar yang berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan, karena segala sesuatu yang berlebihan di dunia ini sangat tidak disukai oleh Sang Maha Pencipta. Biasakanlah tubuh anda dalam kondisi yang lapar , karena hal itu baik bagi anda!




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments