HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia

Apakah anda sudah mengetahui fakta bahwa virus HIV AIDS dibuat oleh Amerika ? Simak penjelasan dan bukti-bukti yang kami paparkan berikut ini :

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia


Search guidelines (#en) / Pedoman pencarian (#id):

English (#en)
Title : HIV AIDS - Man made biological weapon
Keywords search : HIV AIDS
Search description : HIV AIDS - is a biological weapon programmed by WHO, first time intentionally spread by CIA intelligence agents in central Africa through the Polio vaccine.

Indonesian (#id)
Judul : HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Kata kunci pencarian : HIV AIDS
Deskripsi pencarian : HIV AIDS - Adalah program senjata biologis dari WHO yang pertama kali sengaja disebarkan oleh agen intelijen CIA di Afrika tengah melalui vaksin Polio.


HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Berita dusta
Virus HIV AIDS digembar-gemborkan oleh media dan dunia medis muncul karena ada seseorang di benua Afrika sana yang telah berhubungan badan dengan monyet. Itulah bunyi dari salah-satu fakta dusta yang selalu disebarkan kepada publik selama ini, padahal kenyataannya virus ini sengaja dibuat oleh WHO (World Health Organization), salah satu anak organisasi PBB yang sangat ternama. Saat itu WHO memiliki sebuah proyek induk yang sangat rahasia bernama "Population 2000". 

Proyek "Population 2000" ini dibuat untuk menekan angka populasi di seluruh dunia sehingga pada tahun 2000 (tahun milenium) jumlah populasi manusia setidaknya harus berada di kisaran angka 3,6 milyar jiwa. Sebenarnya proyek induk ini gagal meraih target utamanya karena kenyataannya pada tahun 2000 lalu, jumlah populasi manusia di seluruh dunia ini masih terhitung kurang-lebih berjumlah sekitar 6,1 milyar jiwa. Namun meskipun proyek induk itu gagal, ternyata masih banyak sekali anak proyek tersebut yang menuai sukses besar, dan salah satunya adalah anak proyek mereka yang bernama Project MKNAOMI (Proyek Penyebaran Virus HIV AIDS) yang dimandatkan kepada CIA untuk mengurangi jumlah penduduk di seluruh dunia agar sesuai dengan angka yang mereka harapkan.

Pertanyaannya adalah mengapa jumlah populasi di dunia ini harus ditekan ?

Salah satu permasalahan penting di dunia ini menurut mereka adalah "overpopulation" atau populasi yang berlebih. Pertumbuhan dan persebaran manusia yang nilai eskalasinya begitu cepat seolah-olah menjelma menjadi sebuah kanker ganas yang perlahan tapi pasti menggerogoti keseimbangan ekosistem dunia ini.

Selain membahayakan ekosistem dunia, kasus overpopulasi juga membahayakan eksistensi manusia itu sendiri. Sumber daya alam yang terbatas dihabiskan oleh populasi manusia yang bisa jadi kelak tidak terbatas. Keadaan seperti ini dianggap sangat merugikan eksistensi dunia barat dan juga berakibat fatal bagi para elit konspirator dimana mereka akan semakin sulit untuk mengendalikan dunia ini.

Semudah menyimpulkan permasalahan, maka solusi yang mereka tawarkan pun cukup mudah, yakni program depopulasi (pengurangan jumlah populasi manusia di muka bumi ini).

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia

Banyak cara untuk mewujudkan depopulasi manusia. Tapi perlu diingat, karena jumlah manusia begitu masif, maka perlu metode yang juga masif efektifitasnya. Perang dan wabah penyakit adalah dua metode yang paling relevan dan efisien. Mereka sangat berhati-hati untuk tidak membuat jutaan jiwa melayang begitu saja tanpa ada alasan yang jelas, karena program depopulasi manusia itu sendiri sifatnya sangat kontroversial jika diketahui oleh publik.

HIV AIDS adalah salah satu prodak senjata biologis yang digunakan dalam proyek depopulasi mereka. Proyek Proyek-proyek besar yang dianggap penting oleh CIA seringkali dibuat menggunakan kode-kode terselubung yang biasa disebut dengan "CIA cryptonym", yaitu kode nama atau sandi-sandi rahasia yang digunakan oleh “Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat” (Central Intelligence Agency / CIA) untuk merujuk ke salah-satu proyek, operasi, perorangan, lembaga dan lain sebagainya. Sebagian besar proyek-proyek kriptonim milik CIA ini telah mulai dijalankan sejak awal tahun 1950-an hingga pada tahun 1980-an, namun ada juga beberapa proyek CIA yang masih menggunakan kode kriptonim yang masih berjalan hingga saat ini. 

Kriptonim CIA terdiri dari digraph (digraf) atau dwi huruf, contohnya adalah “MK”, digraf atau biasa disebut juga dengan sebutan digram dalam bahasa Indonesia sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, yaitu ; dis "δίς" yang berarti "ganda" dan Grapho "γράφω" yang berarti "menulis", adalah sebuah kombinasi “dwi huruf” atau sepasang karakter huruf tertentu yang digabungkan dan ditulis secara berturutan untuk melambangkan suatu bunyi tertentu. Digraf ini sengaja mereka gunakan untuk menulis suatu fonem (bunyi terkecil yang dapat membedakan makna dari suatu huruf), agar musuh-musuh mereka sulit untuk memecahkan sandi-sandi rahasia yang tersemat di dalam kode-kode bahasa mereka.

Hal ini mungkin sedikit rumit untuk anda pahami, namun ini adalah sebuah fakta dari sekian banyak realita hitam yang benar-benar terjadi di dunia ini. MK yang tertulis dalam "Project MKNAOMI" (Proyek Penyebaran Virus HIV AIDS) ini sebenarnya adalah sebuah fonem dari kata Monarch / Monarki yang arti harafiahnya (secara bahasa) adalah kerajaan. Dan kata NAOMI adalah sebuah singkatan yang disusun berdasarkan kode-kode anagram khusus ciptaan CIA.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Penjagaan ketat di Lab Fort Detrick
Hingga akhir 1960-an, para ilmuwan yang berada di bawah pengawasan CIA, khususnya mereka yang berada di Divisi Operasi Khusus Fort Detrick (salah satu laboratorium dengan tingkat keamanan tertinggi di dunia) mulai memperoleh berbagai kemajuan yang signifikan dalam penelitian mereka, terutama dalam hal pengembangan senjata biologis yang menyerang sistem imun tubuh. Pada tahun 1970. Dr. Robert Mc.Mahan dari Departemen Pertahanan meminta dan menerima $10 juta dana dari kongres AS untuk mengembangkan agen biologi buatan yang tidak ada imunitas alami yang dapat menahannya.

Berikut adalah data dokumen rahasia kongres :

Dokumen Rahasia Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang mendanai Penelitian HIV AIDS tahun 1970

Ia mengatakan kepada kongres bahwa : “Ada dua hal penting tentang penelitian senjata biologis yang ingin saya paparkan. Pertama adalah kemungkinan terjadinya kejutan teknologi dalam bidang Biologi Molekuler, dimana bidang ini akan berkembang sangat cepat dan ahli-ahli biologi kami yang sangat terkenal percaya bahwa dalam periode waktu 5 hingga 10 tahun mendatang, kami akan dapat menciptakan suatu agen biologi buatan, suatu agen yang secara alami tidak pernah ada di dunia ini, sehingga tidak ada satupun imunitas alami yang sanggup menahannya. Dan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun kedepan, sangat mungkin untuk diciptakan mikroorganisme penyakit-penyakit lainnya yang dapat dibedakan kedalam aspek-aspek tertentu dari organisme-organisme penyakit yang sebelumnya telah kami buat. Yang terpenting dari semua ini adalah penyakit tersebut kebal terhadap proses imunisasi atau terapi apa pun di saat kita hendak melepaskan diri dari penyakit ini.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Denah 3D lab Fort Detrick
Di tahun 1970, pendanaan disetujui oleh DPR (H.R./House of Representative) dengan nomor "bill 15090" dan saat itu Amerika Serikat langsung dengan cepatnya melakukan usaha yang intensif untuk mengembangkan “ethnic weapons” ini. Proyek ini di bawah pengawasan CIA dan dilaksanakan oleh laboratorium-laboratorium gabungan di universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan, juga Divisi Operasi Khusus di Fort Detrick, sebuah fasilitas senjata biologi rahasia milik Angkatan Darat. Di dalam CIA, “proyek ethnic weapon” ini merupakan bagian dari program rahasia yang dikenal dengan MKNAOMI yang dijalankan bersama-sama dengan “The Special Virus Cancer Program”, yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH).

Sangat penting untuk memahami pada titik ini bahwa melalui NIH, fasilitas riset lain juga terlibat dalam pembuatan senjata biologi ini. Kelompok ini di antaranya adalah Yale ground zero for the secret order of the Brotherhood of Death (Skull and Bones), Percy Rockefeller, dan Harriman sebagai anggota. Merk Pharmaceuticals telah bekerjasama dengan CIA sejak tahun 1940 dimana ia juga terlibat dalam penciptaan senjata-senjata biologis lainnya.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Presiden Nixon meninjau virus
Tanggal 16 Maret 1970, Presiden Amerika Richard Nixon menandatangani undang-undang PL91–213 yang isinya adalah pengesahan untuk “stabilisasi” para penduduk di Afrika. Dengan kata lain ia memperbolehkan sekaligus mengesahkan pemusnahan penduduk berkulit hitam di sana. Untuk misi itu dia menunjuk John David Rockefeller III sebagai “ketua pelaksana proyek” biadab ini. 

Menurut Jakob Segal, seorang Profesor Biologi di Humboldt University di Jerman, virus HIV AIDS yang telah dibuat di laboratorium Fort Detrick, Maryland, diciptakan dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-i, karena keduanya hampir identik dengan genom HIV AIDS. Segal juga mengungkapkan bahwa HIV kemungkinan besar tercipta antara akhir tahun 1977 sampai akhir musim gugur di tahun 1978.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Perbedaan VISNA dan HIV
Jakob Segal menjelaskan bahwa analisis struktural dengan melakukan maping terhadap genome membuktikan bahwa HIV lebih mirip VISNA (virus domba yang ditemukan di Islandia antara pada awal tahun 1930-an) dibandingkan dengan virus-virus lainnya. Virus ini hanya berbeda HIV dan VISNA hanya berbeda tipis yaitu sekitar 3% dari total seluruh persamaannya. 

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Virus diselipkan pada vaksin polio
Bukti-bukti lain yang telah kami temukan menunjukkan juga bahwa suatu varian dari AIDS sebenarnya telah dikembangkan oleh Amerika sejak awal tahun 1957. Pada 1957, pada saat melakukan eksperimen polio, Dr. Hillary Koprowski menggunakan jaringan tisu pada ginjal monyet yang telah dijangkiti oleh virus yang secara struktur juga sangat dekat dengan AIDS, yaitu SV40. Kemudian ia mengawasi proses injeksi vaksin yang telah terkontaminasi tersebut terhadap ratusan ribu orang ras kulit hitam di Afrika. SV40 adalah salah satu dari beberapa organisme viral yang strukturnya telah diisolasi oleh tim divisi pengembangan virus di Fort Detrick Center for Biological Warfare Research, yang didanai oleh CIA, Rockefeller Foundation, dan NIH. SV40 dapat bermutasi menjadi virus lain yang dapat menyerang dan menghancurkan sistem imun tubuh manusia.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Dr. Koprowski
Dr. Koprowski mengakui telah mengelola pelaksanaan injeksi polio, namun dia menolak tuduhan bahwa ia telah terlibat dalam penciptaan virus HIV AIDS. Namun bukti-bukti yang ada telah cukup untuk menunjukkan bahwa titik permulaan dari epidemi AIDS ini adalah Afrika Tengah yang merupakan tempat dilakukannya vaksin polio melalui mulut yang dilakukan terhadap lebih dari 300.000 orang Afrika pada tahun 1954 hingga 1957 oleh Dr. Koprowski. Ia dan Stanley A. Plotkin berkata, “Tidak ada sel simpanse yang kami gunakan dalam membuat OPV (Oral Polio Vaccine),” dan lebih lanjut mnegatakan bahwa demografi dari sebaran penyakit tersebut di Afrika Tengah dapat dijelaskan dengan faktor lain yang tidak berhubungan dengan prosedur vaksinasi. Penting untuk disadari bahwa kalimat yang mereka gunakan untuk menolak tuduhan adalah dengan menggunakan “tidak ada sel simpanse”, mereka tidak menyangkal menggunakan sel-sel monyet, sebagaimana yang dituduhkan pada mereka.

Yang menggelikan adalah ia bersikukuh mengatakan bahwa simpanse bukanlah monyet, mereka binatang berjenis kera. Kenyataannya setiap orang yang ahli dalam bidang ordo, genus dan spesies ini mengatakan bahwa kedua hal itu sungguh tidak ada bedanya.

Rockefeller, Harriman, kakak-beradik Dulles, Prescott Bush, George H.W. Bush, semua adalah penganjur pengendalian populasi, pengendalian kelahiran, dan eugenics. Kelompok Dunia Baru yang rasialis ini sangat waswas terhadap jumlah penduduk kulit hitam yang meledak. Dengan kata lain, jika terlalu banyak orang kulit hitam di dunia ini, maka hal tersebut akan mengancam ideologi rasialis mereka.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Peta pertumbuhan virus HIV AIDS di Afrika

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Sensus pengidap HIV AIDS di Afrika
Hingga hari ini tidak ada (tidak diketahui) penyembuh dari HIV AIDS ini. Obat-obat AIDS yang diberikan kepada pasien positif HIV AIDS tidak menyembuhkan penyakitnya, tetapi hanya memperpanjang masa hidupnya. Hal ini justru akan memungkinkan untuk menularkan penyakit tersebut kepada orang-orang yang lebih banyak dalam jangka waktu yang lebih panjang. Jika ini terus berlanjut, maka ada kemungkinan orang Negro Afrika akan musnah di masa yang tidak lama lagi. Berdasarkan fakta, hingga 30% dari seluruh orang dewasa di beberapa area di Afrika telah terjangkit HIV AIDS dan juga fakta bahwa epidemi ini menjadi sangat tidak terkontrol dan hanya akan menjadi lebih buruk lagi. Kesimpulan yang logis adalah pada generasi yang akan datang hampir semua orang dewasa Afrika terjangkit HIV dan tidak akan ada lagi generasi seterusnya karena orang kulit hitam Afrika sudah musnah.

Faktor utama yang terus menghidupkan epidemi HIV adalah justru dari obat-obatan yang digunakan untuk merawat mereka. Obat-obatan ini dan cara pemakaian yang salah (biasanya oleh dokter-dokter tak dikenal) dapat menimbulkan mutasi HIV lain yang lebih ganas dan berbahaya dan kerusakan-kerusakan yang mematikan.

Pada September 2001, sebuah studi tentang dunia medis terkait vistus HIV AIDS telah dipublikasikan, dan dalam hasilnya dilaporkan bahwa “Keberadaan virus HIV AIDS yang resisten terhadap obat sudah sangat tinggi dan akan terus meningkat.” Dengan kata lain, HIV yang ada saat ini telah berubah menjadi semakin resisten terhadap obat-obatan yang sekarang ini diberikan kepada para penderitanya sehingga membuat penyakit menjadi semakin lama berada di dalam tubuh pengidap dan bukan sebaliknya.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Wangari Maathai
Wangari Maathai wanita Afrika pertama yang meraih penghargaan nobel perdamaian dan juga aktivis lingkungan hidup yang sangat ternama menyatakan bahwa virus AIDS adalah suatu agen biologi yang sengaja diciptakan :

“Sebagian orang mengatakan bahwa AIDS datang dari monyet, tapi saya meragukan hal itu, karena kami telah hidup bersama-sama dengan monyet sejak zaman dahulu kala, yang lain mengatakan bahwa hal itu merupakan kutukan Tuhan, tapi saya katakan tidak mungkin. Saya tidak memiliki gambaran siapa yang menciptakan AIDS dan apakah itu merupakan suatu agen biologi buatan atau bukan. Tapi saya tahu pasti hal-hal seperti itu tidak begitu saja jatuh dari langit. Saya selalu berpikir bahwa sangat penting untuk menyampaikan kebenaran kepada setiap orang, tapi saya rasa ada beberapa kebenaran yang sifatnya tidak boleh terlalu diekspos.”

Sejak Perang Dunia II, sudah menjadi cita-cita utama bagi keluarga besar Zionis Yahudi untuk mengurangi jumlah penduduk yang berkemampuan rendah agar kekayaan alamnya bisa dieksploitasi. Dan Afrika adalah satu dari mereka yang tergolong kedalam golongan “berkemampuan rendah”. Dengan menghilangkan populasi manusia di Afrika, maka sumber daya alam mineral yang terkandung di dalamnya dapat dieksploitasi dengan mudah, dan pada saat yang bersamaan hal tersebut juga sekaligus mengurangi jumlah penduduk yang ada di dunia ini.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Papua - Indonesia
Hebatnya negara kita Indonesia ini juga tergolong kedalam golongan negara berkemampuan rendah di dalam daftar yang telah mereka tentukan, salah satu pulau penghasil emas, perak dan tembaga terbesar di dunia ada di negara kita dan statusnya sudah sepenuhnya berada dibawah kendali mereka. PT. Freeport Mc.Moran Indonesia (perusahaan penambang milik Amerika Serikat) telah melakukan aktivitas penambangan di Papua sejak tahun 1967 hingga saat ini, dimana hal itu berarti negara kita ini sudah berhasil dieksploitasi oleh mereka selama lebih dari 48 tahun.

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Segala sesuatu yang berkaitan dengan rahasia Freeport di Indonesia selalu dijaga ketat oleh Amerika

HIV AIDS - Senjata biologis buatan manusia
Demonstasi penduduk Papua
Mereka tidak hanya melakukan kegiatan penambangan tetapi juga sekaligus melakukan genosida (pembunuhan etnis asli berkulit hitam di papua secara masal) persis seperti yang mereka lakukan di Afrika, menyebarkan virus HIV AIDS di Papua dengan berbagai cara-cara yang licik dan licin. Faktanya, penyebaran virus HIV AIDS di Papua adalah yang tertinggi di Indonesia, dimana lebih dari 2000 orang terjangkit virus ini setiap tahunnya.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments

  1. Terimah Kasih. Artikel ini sangat baik dengan begitu informasi yang akurat sesuai realita yang ada didepan mata kita namun tidak kami sadari akan persoalan yang terjadi.

    ReplyDelete

Post a Comment