HAARP - Senjata pemusnah massal nomor 1 di dunia

HAARP - High frequency Active Auroral Research Program adalah suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), US Naval Warfare Service dan US Air Force Aerial Warfare Service Commando, dan Universitas Alaska untuk mengendalikan umat manusia agar berada dibawah satu komando yaitu New World Order!


Informasi HAARP - Senjata pemusnah massal nomor satu

Informasi HAARP: Lambang DARPA
Lambang DARPA
Alat ini bersembunyi dibalik "topeng" yang mengatasnamakan penelitian terhadap sistem atmosfir di bumi berada dibawah naungan Universitas Alaska dan Defense Advance Research Projetcs Agency (DARPA).

Proyek penelitian HAARP ini dimulai pada tahun 1993 dan "salah satu" stasiun bumi HAARP milik Amerika yang sudah diketahui keberadaannya kini berada di Alaska. Berikut adalah salah satu gambar dari foto satelit khusus (rekanan kami) yang diambil dari titik koordinat dimana HAARP berada yaitu:

Informasi HAARP: Foto Stasiun HAARP dari satelit khusus
Foto Stasiun HAARP
dari satelit khusus
Latitude: 62.3910854
Longitude: -145.1408958
Degree (Area): 62°23′27.9″N, 145°08′27.2″W
Decimal (Area): 62.3910854N, 145.1408958W
Coordinates (Facility): 62°23'32"N, 145°9'2"W

Dan berikut ini adalah hasil foto yang diambil dari situs Google Earth:

Informasi HAARP: Foto Stasiun HAARP dari satelit Google
Foto Stasiun HAARP
dari satelit Google
Anda dapat mencobanya sendiri memata-matai fasilitas ini dengan mengetikkan kata kunci HAARP - Alaska pada mesin telusur Google Earth anda. Jangan terkejut dengan apa yang akan anda temukan kelak, dan satu hal lagi yang jangan terlupakan, yaitu berdoalah agar CIA & NSA tidak balik memata-matai anda.

Informasi HAARP: Foto Google Earth akun berbayar
Foto Google Earth akun berbayar
Jika dijelaskan secara sederhana maka HAARP merupakan sebuah megaproyek yang menggunakan pancaran gelombang radio dengan berbagai jenis seperti ELF, VLF, LF, MF, HF, VHF, UHF dan sejenisnya sebagai salah satu medianya. Ia bekerja dengan cara menembakkan gelombang radio dengan gelombang berfrekuensi tertentu ke atmosfir di permukaan bumi, baik itu yang bersifat sangat rendah, rendah, sedang, tinggi ataupun sangat tinggi (sesuai dengan kebutuhannya). Berikut dibawah ini adalah gambaran penjelasan singkat bagaimana cara kerja HAARP:

Informasi HAARP: Cara kerja HAARP
Proses bagaimana HAARP bekerja 

1. Gelombang dengan frekuensi tertentu ditembakkan ke lapisan ionosfer
2. Seluruh lapisan ionosfer menjadi terkontaminasi oleh gelombang HAARP
3. Stasiun HAARP mengarahkan satelit
4. Lapisan ionosfer yang telah terkontaminasi oleh gelombang HAARP kini dikondisikan oleh satelit agar terkonsentrasi penuh diatas sasaran dan siap untuk ditembakkan.

Gelombang ini sengaja hanya dapat ditangkap oleh lapisan stratosfer dan ionosfer, terutama ionosfer yang banyak mengandung ion, karena ion ini membantu memudahkan persebaran gelombang secara merata ke seluruh lapisan atmosfer di permukaan bumi. Ketika ionosfir dan stratosfir telah terkontaminasi oleh gelombang ini maka tugas pun berpindah kepada satelit Amerika Serikat yang berfungsi sebagai amplifier (penguat gelombang) sekaligus sebagai pengarah/pointer yang akan membuat gelombang tersebut terkonsentrasi diatas wilayah-wilayah yang telah ditentukan sebelumnya.

Lalu apa efek yang dapat ditimbulkan oleh HAARP?

1. HAARP mampu mempengaruhi pikiran dan perilaku manusia

Dengan memancarkan gelombang dengan frekuensi sangat rendah/ELF (Extremely Low Frequency) maka HAARP dapat mempengaruhi otak manusia pada di suatu kawasan yang areanya telah ditentukan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Setiap frekuensi memiliki panjang gelombang dan setiap gelombang tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak seperti gelombang biasa lainnya, pada gelombang yang berfrekuensi rendah seperti EF, ELF dan VLF (Very Low Frequency) memiliki sifat yang dapat dengan mudah menembus suatu materi seperti kayu, tembok, tanah bahkan beberapa jenis logam. Sehingga gelombang-gelobang berfrekuensi rendah ini juga dapat dengan mudah menembus lapisan tubuh manusia.

Setiap gelombang yang menembus tubuh kita akan berdampak terhadap organ-organ biologis di dalam tubuh, termasuk juga dengan otak kita. Para peneliti telah menemukan efek dari berbagai jenis gelombang ini terhadap perilaku manusia. Ia dapat menimbulkan keresahan, ketidak stabilan emosi, penurunan fungsi syaraf sensorik dan motorik pada otak, kemampuan kerja kelenjar hipotalamus dan masih banyak lainnya. Bahkan beberapa gelombang yang diatur dengan tingkat tertentu ternyata dapat membuat manusia berhalusinasi.

Beberapa diantara bagian otak yang terpengaruh oleh gelombang ini kebanyakan adalah bagian-bagian otak yang mengatur sistem keseimbangan dan kesadaran. Sistem keseimbangan dan kesadaran tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi indera-indera lainnya yang tersambung dan terkordinasi kepadanya. Dengan terpengaruhnya sistim keseimbangan dan kesadaran pada otak manusia, maka otak akan memerintahkan sel-sel tertentu kepada indera lainnya, termasuk juga penglihatan, penciuman dan pendengaran, padahal mereka menerima informasi yang salah dari otak mereka yang telah dipengaruhi oleh gelombang HAARP ini.

Gambar dibawah ini akan menjelaskan hal apa saja yang dapat dikendalikan oleh gelombang berfrekuensi rendah:

Informasi HAARP: 5 gelombang frekuensi HAARP
5 dari sekian banyak jenis gelombang yang dapat dihasilkan oleh HAARP dan pengaruhnya

Sungguh luar biasa, ternyata gelombang-gelombang ini dapat memanipulasi hampir seluruh fungsi kognitif pada otak manusia, seperti konsentrasi, kesadaran, kecerdasan, daya ingat dan lain sebagainya, bahkan ia ternyata dapat juga mempengaruhi susunan sel syaraf yang berkaitan dengan proses imun/ketahanan tubuh manusia.

Anda merasa bahwa hal ini hanya omong kosong belaka? Perhatikan baik-bak potongan dari dokumen rahasia yang kami dapatkan mengenai riset yang pernah mereka lakukan dibawah ini:

Informasi HAARP: Cover dokumen rahasia HAARP

Informasi HAARP: Isi dokumen rahasia HAARP

Setidaknya setelah mengetahui isi dokumen diatas, anda tidak akan heran lagi mengapa masyarakat di negara-negara miskin dan berkembang sangat sulit untuk bangkit dari keterpurukan. Kekacauan terjadi dimana-mana, pola pikir dan perilaku manusia berubah menjadi sangat agresif, mudah tersulut oleh api provokasi, sistem kekebalan/imun tubuh masyarakat yang lemah, tingkat intelejensi rata-rata penduduk yang rendah dan berbagai macam hal negatif lainnya.

Ya, tepat sekali karena saat ini sejatinya kita sedang dikendalikan oleh mereka, dikendalikan oleh para elit konspirator yang sedang menguasai dunia saat ini. Jika membuat HAARP sebegitu mudahnya, maka apalah artinya dengan penyadapan presiden di berbagai negara dan berbagai macam konspirasi lainnya yang seakan-akan menghebohkan publik, hal itu bagaikan membalik telapak tangan saja bagi mereka. Mengalihkan perhatian kita dari hal-hal besar yang sejatinya lebih perlu untuk diperhitungkan.

Perang tidak harus selalu berbentuk militerisme yang syarat akan kekerasan, faktanya tidak hanya Amerika saja yang memiliki HAARP, Rusia dan Cina pun kini telah mengembangkan proyek HAARP mereka, bahkan Rusia menyatakan dirinya telah jauh lebih dulu mengembangkan teknologi ini jauh sebelum Amerika mengembangkan proyek HAARP miliknya. Mereka telah menguji coba masing-masing HAARP milik mereka ke berbagai target, bahkan mereka saling menyerang antara satu dengan yang lainnya.

2. HAARP mampu memanipulasi cuaca dengan mengubah keadaan atmosfir

Stasiun HAARP di Alaska
Stasiun HAARP yang berada di Alaska terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt. Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan 3,6 juta watt, dan itu baru hitungan minimalnya saja, kenyataannya HAARP mampu memancarkan gelombang hingga milyaran watt ketika dibutuhkan. Dengan menggunakan pancaran gelombang berfrekuensi tinggi/High Frequency (HF) maka HAARP dapat mengubah cuaca dengan cara mengkondensasikan ion-ion yang ada di atmosfir (mengembunkan langit) sehingga membentuk gumpalan awan buatan.

Efek Niagara di angkasa
hasil kerja HAARP
Cara ini membuat kondisi lapisan di atmosfir menjadi lebih hangat dan dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi awan-awan hujan. Banyak atau tidaknya awan yang dapat dihasilkan tergantung dari lama-atau tidaknya HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat arus serta watt yang akan ditembakkan ke lapisan atas atmosfir. 

Selama ada angin, maka akan tercipta awan lurus panjang dan kadang ia juga bisa berbentuk menyerupai ular. Begitu panjangnya awan berisi butiran air ini hingga ia sanggup mengelilingi Bumi. Para ilmuwan menyebutnya dengan sebutan efek “niagara di angkasa”.

Contoh efek Niagara lainnya
Perubahan cuaca ekstrim yang saat ini kita alami saat ini juga ditengarai akibat uji coba dari alat yang bernama HAARP, sehingga muncul berbagai fenomena aneh seperti datangnya musim kemarau dan musim hujan yang tak beraturan, terjadinya badai pasir secara tiba-tiba di China pada 2010, terjadinya badai salju yang mendadak di Palestina pada 2009, adanya badai tropis yang menerjang Karibia, musibah kekeringan di Asia Tengah dan Timur Tengah, serangan belalang yang luar biasa besar dalam satu dekade terakhir di Afrika Barat, terjangan badai Katrina yang meluluhlantakkan Georgia, Mississippi, Carolina, dan banyak tempat lainnya.

Ketika gelombang frekuensi tinggi ditembakkan ke stratosfir dan ionosfir, langit menjadi panas sehingga terjadi kondensasi atau pengembunan yang memicu pembentukan awan hujan. Selain itu, pemanasan di stratosfir dan ionosfir menaikkan suhu udara sekitar dan memicu pembentukan jetstream (arus jet), serta mengubah komposisi molekul dan partikel-partikel yang ada di sana, baik partikel nitrogen, hidrogen, ozon, maupun yang lainnya. Dan pusat pengendalian HAARP mampu memilih salah satu atau beberapa molekul/partikel untuk ditingkatkan jumlahnya secara signifikan, sehingga peningkatan ini dapat memicu ketidakseimbangan molekul/partikel di ionosfir dan stratosfir sehingga memicu pula perubahan iklim seperti yang sedang kita alami sekarang ini.

3. HAARP mampu menciptakan gempa bumi dengan menggetarkan lempengan dan patahan bumi

Cara yang digunakan oleh HAARP untuk menciptakan gempa bumi adalah sama, gelombang HAARP tetap ditembakkan ke atmosfir (namun kali ini kembali menggunakan frekuensi yang rendah), lalu dipantulkan kembali ke bumi yang lokasinya telah diarahkan oleh satelit. Gelombang tersebut kemudian masuk ke tanah hingga ke kerak Bumi. Bahkan kekuatan gelombang HAARP bisa menembus lapisan mantel bumi yang kedalamannya lebih jauh dari titik terdalam di samudera.

Hal itu mengakibatkan terjadinya reaksi terhadap kepadatan materi yang berada di dalam perut bumi, sehingga wilayah di atasnya akan terguncang sesuai dengan besaran gelombang yang diberikan oleh HAARP. Efek yang ditimbulkan dapat menjadi sangat parah apabila pada wilayah tersebut mengandung patahan-patahan bumi yang sifatnya tidak stabil. Patahan-patahan lempeng bumi tersebut akan bergeser bahkan bergesekan sehingga gempa yang dahsyat tidak terelakkan lagi.

Informasi HAARP: Percobaan HAARP
Percobaan HAARP
Untuk membuktikan kebenaran bahwa HAARP dapat membuat gempa bumi, salah seorang ilmuwan yang menolak untuk disebutkan namanya membuat sebuah simulasi sederhana, yaitu dengan cara membuat sebuah maket miniatur kota yang komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan, bukit dan lain sebagainya. Ia membuktikan bahwa frekuensi sangat rendah dapat memicu gempa, dengan menggunakan pengeras suara rendah untuk bass, yaitu sub-woofer yang diletakkan agak jauh dari maket kota miniatur tersebut. Setelah subwoofer  dinyalakan, tiada suara yang terdengar oleh manusia. Hanya membran sekeliling/dipinggir dari subwoofer tersebut yang bergerak maju-mundur dengan hebat. Dan yang terjadi kemudian adalah guncangan yang hebat pada maket miniatur hingga seluruhnya menjadi berantakan.

Pada intinya HAARP sangat mudah untuk memicu gempa, ia cukup memancarkan “frekuensi sangat rendah” ke lapisan ionosfir. Lalu lapisan ionosfir yang bersifat sebagai median yang telah mengandung gelombang HAARP akan diarahkan oleh satelit agar memantulkan kembali gelombang tersebut ke permukaan bumi, mirip seperti gelombang radio SW. Pada saat terpantul kembali disuatu tempat di permukaan bumi itulah, frekuensi sangat rendah itu akan tetap menerobos masuk ke dalam kerak bumi dan menggetarkannya, maka gempa bumi pun akan terjadi, begitu menurut perkataannya.

Informasi HAARP: Tsunami di Aceh tahun 2004
Tsunami di Aceh th. 2004
Gambar disamping ini adalah salah satu gempa hasil uji coba HAARP terhadap negeri kita di tahun 2004 (Tsunami Aceh). Gempa di Aceh pada waktu lalu bukanlah akibat pergeseran lempeng tektonik, buktinya setelah gempa dan tsunami terjadi, NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) beberapa kali merubah data magnitudo dan posisi episentrum gempa.

Selain itu, sebelum gempa, seismograf di Indonesia dan India sama sekali tidak memperlihatkan aktifitas adanya gempa di kedalaman dasar laut, dan beberapa saat sebelum gempa terjadi ada gelombang elektromagnetik berkekuatan 0,5 atau 12 Hertz yang melingkupi wilayah itu.

Petunjuk lain bahwa gempa Aceh bukan akibat "kemarahan alam" adalah kondisi sebagian besar mayat yang ditemukan terbujur kaku dengan kulit berwarna hitam pekat seperti gosong.

Informasi HAARP: Mayat Tsunami di Aceh yang gosong menghitam
Mayat-mayat korban tsunami yang menghitam secara abnormal

Padahal, kematian akibat tenggelam setelah diseret arus tsunami tidak akan mengubah warna kulit sedemikian cepatnya hingga menghitam. Fenomena mayat berkulit hitam ini terjadi karena radiasi elektromagnetik yang sangat kuat dari gelombang yang ditimbulkan oleh HAARP, gelombang itu merambat melalui perantara air laut yang telah terkontaminasi gelombang elektromagnetik sehingga para korban seperti mati layaknya disetrum oleh listrik bertegangan rendah secara terus-menerus, pelan, tidak terasa, namun menyakitkan. Mayat-mayat seperti itulah yang ditemukan setelah AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, namun hitamnya mayat-mayat di Jepang lebih diakibatkan karena radiasi termonuklir.

Informasi HAARP: Lokasi pendaratan pasukan Amerika di Aceh
Lokasi pendaratan pasukan Amerika Serikat di semenanjung perairan Aceh pasca tsunami

Informasi HAARP: Bukti foto satelit kapal Amerika di Aceh
Bukti foto satelit
Perhatikanlah serangkaian gambar-gambar yang telah kami sajikan kepada anda secara lebih cermat! Tidak lama setelah musibah tsunami di Aceh terjadi, kapal-kapal perang Amerika Serikat berdatangan dengan sangat cepat dan bertahan dan membuat barikade di Aceh selama beberapa bulan. Anehnya mereka datang lebih cepat dibandingkan dengan pasukan bantuan dari negara Indonesia sendiri yang secara notabene nya adalah negara tuan rumah yang dilanda bencana!

Informasi HAARP: Perbesaran foto kapal perang Amerika di Aceh
Perbesaran foto
Ternyata kapal-kapal ini tak hanya sekedar mengirinmkan bantuan, namun mereka juga mengawasi wilayah laut dan udara agar para peneliti dari Indonesia dan negara-negara lainnya tidak turun ke sana. Perhatikan data-data dari foto satelit yang kami sajikan di atas, jelas terlihat titik-titik penjagaan yang mereka awasi, terlihat juga sebuah Helikopter US Navy sedang memantau kondisi pasca tsunami melalui jalur udara.

Informasi HAARP: Helikopter US-Navy sedang patroli di Aceh
Helikopter US-Navy
Gempa bumi berkekuatan 8,8 Skala Richter yang memporakporandakan Chili pada 27 Februari 2010 juga diduga diakibatkan oleh uji coba HAARP, sehingga Presiden Venezuela Hugo Chavez sempat melakukan jumpa pers internasional dan mengatakan bahwa gempa yang melanda salah satu negara di Amerika Selatan tersebut adalah buatan Amerika, negara yang sangat membenci negara itu. Indikasinya mengarah kuat kalau gempa tersebut diakibatkan oleh HAARP, karena sebelum gempa hebat itu terjadi, di langit Chili muncul aurora dan berbagai efek "nagara di angkasa" seperti yang telah kami perlihatkan foto-fotonya di paragraf-paragraf awal penjelasan HAARP ini. 

Informasi HAARP: Presiden hugo Chavez saat konferensi pers
Presiden Hugo Chavez
saat konferensi pers Internasional
Presiden Hugo Chavez benar-benar memiliki keberanian yang luar biasa dengan menyatakan bahwa Amerika adalah dalang dibalik bencana gempa yang menimpa negrinya. Ia tidak berlaku gegabah karena memang ia telah memiliki bukti-bukti yang kuat dari para ilmuwan untuk diajukan sebagai bahan pidatonya di acara jumpa pers internasional, lalu bagaimana dengan negara kita Indonesia yang sempat dijuluki sebagai macan asia? 


Sungguh ironis, negara ini justru membuat sebuah monumen terimakasih terhadap mereka!

Informasi HAARP: Monumen terimakasih dari Indonesia untuk Amerika
Monumen terimakasih dan salam damai dari Indonesia

Informasi HAARP: Gempa di HAITI
Gempa di HAITI
Gempa besar berkekuatan 6,9 SR di China pada 14 April 2010 yang menewaskan sedikitnya 400 orang, juga ditengarai akibat HAARP karena sesaat sebelum kejadian, muncul awan berbentuk aneh di langit Negeri Tirai Bambu itu. Gempa berkekuatan 7,0 SR di Haiti pada 12 Januari 2010 yang menewaskan sekitar 200.000 orang, juga ditengarai akibat uji coba HAARP.

Informasi HAARP: Nikola Tesla
Nikola Tesla
Sejarah teknologi perusak berbasis gelombang elektromagnetik ini sebenarnya pertama kali dikenalkan oleh saintis dari Rusia yang bernama Nikola Tesla. Saintis ini menjadikan bencana gempa di berbagai negara pada 1937 sebagai sampel penelitiannya. Selanjutnya ia melakukan penelitian mengenai penciptaan alat yang mampu memunculkan gelombang frekuensi tinggi dan ternyata alat tersebut bisa memicu badai serta gempa tektonik.

Setelah melalui berbagai penyempurnaan, ternyata ia juga menyadari bahwa efek yang ditimbulkan oleh alat temuannya itu mampu mengalahkan kekuatan dari ledakan nuklir. Rancangan Tesla ini hilang tak berbekas setelah ia meninggal di New York City, 7 Januari 1943 lalu, dan anehnya tiba-tiba prototype penemuannya muncul kembali menjadi sebuah alat yang bernama HAARP. Padahal ketika dirinya masih hidup, ia pernah menawarkan penemuannya kepada Pentagon untuk sama-sama melakukan pengembangan riset sekaligus mendapatkan dana penelitian, namun rancangan Tesla ini ditertawakan dan ditolak mentah-mentah.

Pada dasarnya Nikola Tesla melakukan riset mengenai teknologi ini dengan tujuan untuk mempelajari secara lebih jauh lapisan ionosfer guna pengembangan teknologi komunikasi radio dan keperluan keamanan seperti pendeteksian rudal balistik, dan meminimalisir dampak gempa bumi. Namun, di tangan Amerika Serikat dan organisasi-organisasi Zionis Yahudi yang menjadi motor penggerak dibelakangnya, teknologi ini diselewengkan demi mencapai apa yang diinginkan oleh organisasi Freemason dan Illuminati sejak ribuan tahun lalu, yakni menciptakan Tatanan Dunia Baru/The New World Order dibawah kendali mereka.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments