Musik - Hal ini merusak hidup anda secara lahir dan batin!

Musik - Selama ini dikenal sebagai sesuatu hal yang umum dan biasa-biasa saja, namun ternyata fakta ilmiah berbicara lain, ia adalah salah satu penghancur kehidupan yang terjahat di dunia.


Informasi Musik: Ia merusak anda secara lahir dan batin!

Musik memiliki efek kecanduan (adiktif) yang lebih hebat dari obat-obatan terlarang jenis apapun yang ada di dunia ini

Adiksi adalah sebuah kondisi dimana seorang manusia tidak lagi mempunyai kemampuan untuk mengontrol dirinya dalam mengkonsumsi sesuatu. Adiksi tidak hanya berlaku pada sesuatu yang sifatnya dimakan/dimasukkan ke dalam tubuh, namun adiksi ini berlaku bagi semua hal yang ada di dunia ini. Anda bisa saja adiktif terhadap perjudian, pelacuran, permainan, pekerjaan, internet, elektronik, perhiasan dan berbagai macam hal lainnya yang ada dalam hidup anda sehingga tidak ada satupun yang dapat membatasi jenis dari sifat adiksi ini.

Informasi Musik: Cycle of Addiction
Cycle of Addiction
Semua hal yang ada dalam hidup anda tersebut (terutama yang sifatnya sudah berubah menjadi adiktif), maka ia akan mempengaruhi psikologis anda secara langsung, terutama pada bagian otak yang dinamakan dengan nigra substantia dan tegmental ventral. Sifat dasar dari adiksi ini akan selalu mengarahkan anda kepada berbagai macam dampak negatif seperti rasa bersalah, malu, putus asa, gagal, penolakan, bahkan penghinaan.

Kebanyakan orang terkadang tidak menyadari perbedaan antara kebiasaan dengan adiksi? Bagaimana cara membedakannya ?

Kita semua memahami bahwa sifat dasar dari kata "adiksi" itu sendiri adalah negatif (sesuatu yang tidak baik) apapun itu bentuknya, karena sesuatu yang sifatnya berlebihan itu tidak disukai oleh Tuhan. Bahkan ketika anda berbuat baik terlalu berlebihan pun bisa saja menjadi tidak baik karena akan menimbulkan fitnah di mata para orang awam dan tentu saja para pendengki.
Cara termudah untuk mengetahui apakah anda sudah berada dalam tahap adiksi atau tidak yaitu adalah dengan mengetahui apakah anda masih dapat mengendalikan diri anda ketika berhadapan dengan objek adiktif tersebut ataukah anda sudah kehilangan kendali terhadapnya?
Jika jawabannya adalah "ya", maka anda sudah masuk di dalam lingkaran pengaruh adiksi. Dan jika jawabannya "tidak", maka sebaiknya anda segera bersyukur kepada Tuhan karena masih diselamatkan!

Contoh kasus yang sudah terjerat oleh sifat adiksi: 

Saya sangat menyukai menghisap rokok, dan ketika rokok itu tidak ada maka saya tidak sanggup mengendalikan diri saya, dan saya akan mencari jalan keluar apapun itu caranya agar saya bisa kembali menghisap rokok. 

Saya sangat menyukai menggunakan perhiasan, dan ketika perhiasan itu tidak ada pada diri saya maka tubuh saya gelisah tidak karuan karena merasa ada sesuatu yang kurang dan saya akan mencari jalan keluar apapun itu caranya agara saya bisa memakai perhiasan. 

Contoh kasus yang belum terjerat oleh sifat adiksi: 

Saya sangat menyukai menghisap rokok, tetapi ketika rokok itu tidak ada, saya masih sanggup mengendalikan diri saya, bahkan untuk tidak menghisapnya dalam jangka waktu yang cukup lama sekalipun.
Saya sangat menyukai menggunakan perhiasan, namun ketika tidak ada perhiasan yang menempel pada tubuh saya, saya tetap bersikap biasa-biasa saja. 

Ciri-ciri lainnya ketika anda sudah terjangkit adiksi dalam tingkat yang sudah mengkhawatirkan: 

- Anda tidak bisa berhenti dari hal tersebut 
- Anda akan melakukan segala cara demi hal tersebut 
- Anda tidak lagi memandang resiko dibalik hal tersebut 
- Anda memiliki obsesi yang berlebih terhadap hal tersebut 
- Anda terkadang merahasiakan hal tersebut (tidak semua orang boleh mengetahui) 
- Anda menjadi sangat sensitif ataupun antusias ketika ada seseorang menyinggung hal tersebut 
- Anda tidak bisa mengontrol pengeluaran finansial terhadap hal tersebut 
- Anda sudah berani melanggar hukum, norma dan etika demi hal tersebut 
- Anda merasakan masalah hubungan sosial (Contoh: karena hal tersebut anda tidak lagi bergaul dengan Mr. X) 

Lalu apa penyebab dari adiksi ini?

Sifat adiksi sebenarnya muncul pertama kali ketika anda merasakan sebuah sensasi yang berbeda saat berhadapan dengan objek-objek yang bersifat adiktif tersebut. Jiwa atau tubuh anda merasakan adanya perasaan-perasaan tertentu seperti kenikmatan, kesenangan, kebanggaan dan sejenisnya ketika berhadapan dengannya.

Ingatlah bahwa adiksi ini tidak selalu terkait dengan apa yang dikonsumsi/dimasukkan ke dalam tubuh, Contoh: Judi bukanlah makanan tapi ia bisa menimbulkan adiksi tingkat akut pada kejiwaan anda.

Informasi Musik: Dopamine
Dopamine
Hal ini sangat berkaitan dengan apa yang dinamakan dopamine, salah satu zat kimia di dalam otak anda yang berfungsi untuk mengatur pikiran, gerakan, kesadaran, motivasi dan pembelajaran. Dopamine sebenarnya adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa yang pernah ditemukan di dalam tubuh manusia, ia adalah neurotransmitter berbentuk zat kimia cair yang sanggup memberikan pesan-pesan dari otak ke seluruh tubuh manusia. Zat ini juga dapat ditemukan pada obat-obatan terlarang, seperti kokain dan sejenisnya.

Lalu mengapa orang bisa kecanduan terhadap obat-obatan terlarang, perjudian, rokok, kopi, makanan, perhiasan, pornografi, musik, pacaran dan lain sebagainya? Ya, karena hal-hal tersebut telah memicu agar tubuh anda mengeluarkan dopamine secara berlebihan dalam waktu tertentu sesuai dengan efek yang disebabkan oleh suatu objek ataupun subjek yang bersifat adiktif tersebut.

Anda akan merasakan sensasi senang, ataupun bahagia dalam waktu tertentu ketika berhadapan dengan sesuatu yang membuat anda adiktif terhadapnya. Masalahnya mulai muncul ketika efeknya berhenti di suatu titik, tubuh anda seakan-akan kehilangan pemicu yang mampu mengeluarkan dopamine tersebut.

Contoh salah satu kasus adiktif yang kami ambil dari artikel kami yang berjudul Cinta - Sebuah reaksi hormonal yang sering disalah artikan adalah Pacaran

Ketika anda mulai jatuh cinta dan melakukan pacaran, anda mulai merasakan sensasi yang berbeda dimana sensasi tersebut tidak pernah anda rasakan sebelumnya, seperti rasa senang, bahagia, nyaman dan perasaan lainnya secara berlebihan. Hal tersebut sebenarnya terjadi karena otak anda telah terpicu untuk memproduksi dopamine dalam jumlah yang lebih dari biasanya, misalkan dari titik 0 ke titik 1. Ketika anda sedang tidak berpacaran maka kadar dopamine dalam tubuh anda kembali ke titik 0, namun memori dalam otak anda akan selalu mengingatkan anda bahwa pacaran dapat memberikan sensasi-sensasi yang membuat tubuh anda merasakan kesenangan, kebahagiaan, kenyamanan ataupun perasaan lainnya secara berlebih yang pernah anda rasakan kenikmatannya pada kesempatan sebelumnya, sehingga hal ini akan terus memicu psikologis anda untuk kembali melakukan hal tersebut (pacaran).

Di kesempatan yang kedua, anda mulai berpacaran lagi dengan kondisi dan pengalaman pacaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga kadar dopamine dalam tubuh anda meningkat dari tingkat 0 ke tingkat 3, lalu kembali lagi ke 0 dan meningkat lagi ke tingkat 5 dan seterusnya, hal tersebut akan terulang secara terus-menerus hingga sampai di suatu titik dimana kondisi dan pengalaman pacaran anda sudah monoton/membosankan sehingga tidak mampu lagi menaikkan tingkat dopamine ke titik tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh anda.

Masalahnya kadar dopamine ini tidak selalu dapat kembali ke tingkat 0, ketika ia sudah berada di tingkat 7 ia hanya akan bisa kembali ke tingkat 3, sehingga anda akan sulit untuk kembali menetralkan jumlah dopamine di dalam tubuh anda. Di titik inilah anda mulai merasakan hal yang namanya ketagihan

Oleh sebab itu mengapa pacaran hanya terasa dahsyat di awal-awal saja, karena tubuh anda tidak lagi mampu memenuhi tingkat kebutuhan dopamine yang sudah berada dalam tingkatan yang lebih tinggi dari sebelumnya. 
Untuk memenuhi kebutuhan kadar dopamine yang sudah meningkat dari yang sebelumnya maka anda membutuhkan sensasi pacaran yang juga lebih dari sebelumnya. Hal inilah yang mendorong anda untuk mulai melakukan hal-hal yang lebih dalam fase pacaran, seperti berpelukan, berciuman, hingga tahap perzinahan demi memenuhi kebutuhan dopamine dalam tubuh anda yang sudah tidak dapat lagi terpuaskan pada tingkat tertentu.
Kata pacaran dalam contoh diatas bisa diganti dengan kata apapun juga sesuai dengan hal-hal yang membuat anda merasakan adanya sebuah sensasi.

Sampai tahap ini sebenarnya anda sudah memahami apa itu adiksi dan bagaimana cara kerjanya. Lalu apa kaitannya dengan musik?

Hal-hal seperti diatas (pacaran, narkotik, judi, dan lain sebagainya) membutuhkan sebuah usaha untuk meraihnya dalam bentuk dan nilai-nilai tertentu, seperti uang, keringat, perjuangan dan sebagainya, sekarang coba anda bandingkan dengan musik:
- Musik bisa didapat dengan sangat mudah melalui berbagai cara. 
- Musik ada dimana saja, bahkan di tempat-tempat umum seperti mall, supermarket, lobi, kendaraan, dan lain sebagainya. 
- Musik memiliki harga yang sangat murah bahkan gratis untuk mengunduhnya di internet. 
- Anda tidak membutuhkan perjuangan yang berarti untuk bisa mendapatkan musik. 
- Tidak ada yang akan menasehati anda akan bahaya musik secara lengkap dan detail selain daripada situs ini ☻

Informasi Musik: Efek Musik vs Narkotika
Efek Musik vs Narkotika
Tidak hanya itu, berikut ini adalah kelebihan dari sifat adiktif pada musik yang tidak dimiliki oleh zat lainnya yang ada di dunia ini (lihat juga grafik riset di samping):

Musik bereaksi sangat cepat terhadap tubuh anda dibanding jenis zat-zat/objek adiktif lainnya. Anda bisa perhatikan orang-orang yang baru saja mendengarkan musik, pupil mereka akan mengalami pelebaran, peningkatan tekanan darah, kenaikan suhu tubuh, sensasi ketegangan/merinding/bulu kuduk berdiri dan lain sebagainya. 
Musik memicu syaraf-syaraf motorik di bagian tubuh tertentu sehingga ia kehilangan kendali (bekerja di luar kesadaran) seperti kaki naik turun, anggukan kepala, pundak bergoyang, dan lain sebagainya. 
Musik juga memiliki sifat hallusinogenic (membuat orang berhalusinasi) sama seperti efek yang dapat ditimbulkan oleh obat-obatan terlarang seperti LSD, peyote, psilocybin dan sejenisnya. Orang yang mendengarkan musik akan merasakan sensasi yang sifatnya sangat beragam sesuai dengan kemampuan mereka dalam berhalusinasi. Hal ini disebabkan karena kadar dopamine telah membanjiri striatum (otak bagian depan mereka) dan inilah salah satu dari penyebab mengapa mereka bisa kecanduan musik. 

Musik yang baru pertama kali didengar dapat mendorong kadar dopamine sampai ke pada titik puncak yang membahayakan dimana bagian-bagian tertentu yang ada di dalam lagu (intro, verse, chorus dll) mulai membuat anda merasakan adanya sensasi. Hal ini terjadi karena otak manusia berusaha memprediksi sensasi-sensasi apa yang akan terjadi selanjutnya, oleh karena itu dopamine dipaksa dialirkan secara terus-menerus ke otak bagian depan. Maka jika anda merasakan sebuah sensasi pada saat anda pertama kali mendengarkan musik yang baru, lalu anda menyukainya, anda pasti akan memutarnya kembali secara berulang-ulang. Hingga musik tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan kadar dopamine anda yang baru. Sehingga anda akan mencari musik baru lainnya yang sanggup untuk memuaskan kebutuhan kadar dopamine di dalam otak anda, begitu seterusnya hingga anda akan merasakan hidup anda terasa hampa tanpa adanya musik. Di titik inilah sebenarnya tubuh anda telah menderita adiksi musik tingkat akut. 

Musik adalah satu-satunya hal di dunia ini yang terkait langsung dengan emosi dan halusinasi

Siapa yang belum pernah merasakan musik merasuk dalam ke hati? Merasakan rasa gembira yang luar biasa (euphoria) ketika menari di klub atau sedih yang dahsyat ketika menangis sendirian ditemani lagu sedih yang menusuk jiwa, musik seakan-akan langsung menembus hati sanubari kita, mempengaruhi emosi dengan sangat cepat dan ampuh melebihi hal-hal lainnya. Ya, karena musik bersifat hallusinogenic seperti apa yang telah dijelaskan di atas.

Disaat emosi anda sedang dipermainkan oleh musik, sesungguhnya jiwa anda pun sedang dipermainkan olehnya, anda dibawa berhalusinasi dalam untaian nada-nada yang merasuk sukma. 

Lalu dimana letak bahaya laten dari musik itu sendiri?

Informasi Musik: Halusinasi
Halusinasi
Berhalusinasi itu wajar, tetapi berhalusinasi yang datang karena pengaruh dari luar inilah yang berbahaya. Dan musik adalah salah satu sarana dari luar tubuh untuk membuat seseorang berhalusinasi. Orang yang sering berhalusinasi atau orang-orang yang memiliki intensitas tinggi dalam berhalusinasi di keseharian mereka memiliki resiko yang sangat tinggi untuk mengidap penyakit yang sangat menyiksa di hari tua mereka. 

Penyakit ini dinamakan dengan "schizophrenia" yang memiliki arti medis "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran manusia. 

Anda masih ingat antara kaitan dopamine dengan kecanduan yang telah dijelaskan sebelumnya? Ya, penderita schizophrenia ini memiliki gangguan kadar dopamine dalam tubuhnya, sehingga kelak di hari tua nanti anda akan diinjeksi dopamine dan serotonin dalam dosis tinggi ke otak anda dalam bentuk obat-obatan antipsikotik seperti fluphenazine, perphenazine, ziprasidone dan lain sebagainya untuk membuat tubuh anda merasa sedikit lebih baik.

Informasi Musik: Morning Schizoprenia
Morning Schizoprenia
Penyakit ini tidak bisa disembuhkan sehingga anda akan terus mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup anda. Terapi yang digunakan untuk menekan efeknya pada tubuh anda pun akan berlangsung dengan sangat lama, sehingga banyak dari mereka yang akhirnya putus asa dalam menjalaninya dan berakhir dengan kegagalan hingga sisa akhir hayat mereka.

Berikut ini adalah gejala-gejala dini keracunan musik yang menandakan bahwa anda adalah salah seorang calon kuat pengidap penyakit schizophrenia di hari tua anda:

- Anda sering menghayalkan sesuatu yang sifatnya di luar realita kehidupan anda
- Anda memiliki lebih satu atau lebih phobia (rasa takut yang luar biasa terhadap sesuatu hal) 
- Anda sering berbicara terhadap diri sendiri (dalam hal ini maksudnya anda mengeluarkan kata-kata bukan berbicara di dalam hati) 
- Anda lebih senang mengisolasi diri dan menghindari kontak dengan dunia luar / sosial 
- Anda sering memiliki masalah dengan ingatan yang sifatnya penting (dimana sebelumnya anda tidak memiliki masalah dalam mengingatnya, karena anda mengetahui kalau itu hal penting) 

Musik adalah salah satu sarana terbaik untuk menghilangkan rasa sensitivitas moral anda

Di jaman sekarang ini musik layak untuk disebut dengan sebutan "audiopornography", karena sifatnya yang sudah begitu vulgar dan tak lagi mengenal rasa malu. Musik dapat dengan mudah menghilangkan sisi kemanusiaan anda, kepekaan moralitas serta rasa penghormatan anda terhadap banyak hal di dunia ini, terutama kepada agama, norma, etika, orang tua, kaum hawa dan lain sebagainya. 

Informasi Musik: Pemecah persatuan
Pemecah persatuan
Musik sangup membuat anda memandang kaum hawa sebagai sebuah objek, bahkan lebih rendah dari itu, musik membuat anda memandang mereka layaknya seekor binatang peliharaan yang bisa diperlakukan sesuka hati. Tidak hanya itu, musik juga mampu membuat anda memandang rendah kedua orang tua anda yang selama ini telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan anda. Musik membuat kita semua terpecah belah, musik akan membuat diri anda tergolong kedalam suatu golongan, kelompok ataupun sekte-sekte tertentu yang sifatnya sangat menyimpang dan berbagai macam hal negatif lainnya.

Terkadang mereka para musisi/artis seakan-akan bicara akan indahnya cinta dan kehidupan, padahal hal tersebut tidaklah benar. Tidak ada satupun pelajaran berharga yang bisa didapatkan melalui musik dan para musisi. Orang awam pun mengetahui bahwa musik-musik yang ada pada saat ini lebih banyak mengandung unsur-unsur yang berbau negatif dibandingkan dengan unsur yang positif, apalagi jika anda sanggup melihat secara lebih dalam esensi dari tiap-tiap musik itu sendiri. Musik hanya akan mempermainkan imajinasi anda sehingga pada akhirnya anda sering berhalusinasi membayangkan sesuatu yang sifatnya jauh dari realita kehidupan yang anda jalani. Anda akan mulai kehilangan jati diri anda yang sebenarnya dan mengikuti apa yang mereka (orang-orang dibalik industri musik) inginkan.

Generasi-generasi muda saat ini lebih mengidolakan musik dibandingkan dengan apa yang seharusnya mereka idolakan. Padahal orang-orang dibalik industri musik yang ada saat ini tidaklah jauh berbeda dengan para pembohong, pemabuk, pemerkosa, dan lain sejenisnya.
Mereka para artis dan musisi sanggup berkata-kata akan indahnya cinta dan kehidupan, padahal dalam kenyataannya mereka sendiri adalah orang-orang yang paling banyak menodai arti cinta dan makna-makna kehidupan yang sesungguhnya. Hidup mereka sangat jauh dari apa yang mereka katakan didalam setiap lirik-lirik musikal yang mereka ciptakan.
Mereka orang-orang yang menyebut dirinya dengan sebutan musisi, aktor, trendsetter, dan lain sebagainya (orang-orang yang hidup di dalam industri dan dunia hiburan) seakan-akan selalu terlihat senang, bahagia, penuh kebanggan, glamor dan hidup bertaburkan bintang serta kemewahan, padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang paling menyedihkan di dunia ini!
Apa alasannya?

Perhatikanlah fakta-fakta dibawah ini :

- Mereka mati dengan cepat (penyakit, obat-obatan, bunuh diri, kecelakaan tragis, dll) 
- Mereka hidup membawa wabah penyakit (ingat poin audiopornography yang telah dijelaskan sebelumnya) 
- Mereka hidup dalam keputusasaan (penuh masalah dan kemelut yang tidak pernah selesai) 
- Mereka hidup di kegelapan dan berakhir dalam kesepian. (hidup tanpa arah dan tujuan) 
Mereka adalah orang-orang yang paling banyak mengalami rasa depresi dan frustasi di dunia ini. Dan ketika mereka meninggal, mereka tidak meninggalkan satupun peninggalan yang berguna selain daripada nama mereka yang hanya akan menjadi kenangan semu belaka!


Lalu mengapa musik kini menjadi sebuah media untuk melakukan puji-pujian terhadap Tuhan dalam agama Kristen (lagu-lagu rohani), Islam (nasyid) dan lain sebagainya?

Informasi Musik: Kaum Najhran hancurkan berhala
Kaum Najhran hancurkan berhala
Sampai saat ini musik menjadi sebuah media yang sangat mendarah daging di dalam ritual peribadatan agama Kristen, padahal keberadaan musik sebelumnya telah dilarang keras oleh para pendahulu mereka. Hal ini disebabkan karena para penyembah berhala sebelumnya menggunakan alat-alat musik di dalam upacara-upacara sesembahan mereka, maka musik sangat dilarang keras oleh kaum Najhran (Nasrani) di kala itu. Mereka ini adalah orang-orang yang berpegang teguh terhadap Injil yang sesungguhnya/yang sebagian isinya kini tercantum pada Perjanjian Lama. Ya... karena memang di kala itu tidak ada yang dinamakan dengan perjanjian baru, Injil yang mereka amalkan adalah Injil yang murni yang benar-benar diturunkan kepada sang Mesiah.

Mereka sangat membenci para penyembah berhala, terbukti dalam firman Tuhan yang melarang keras umat Nasrani untuk untuk menyembah berhala:

Injil, Imamat (26:1): Janganlah kamu membuat berhala bagimu dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga berukir, janganlah kamu tempatkan di negri kamu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu.

Pelarangan terhadap penggunaan musik ini terjadi setelah penghancuran Bait Allah di tahun 70 Sebelum Masehi. Namun hal ini tidak berlangsung cukup lama, karena kaum Zionis Yahudi dengan segala tipu daya mereka akhirnya berhasil menyisipkan musik kedalam ritual peribadatan umat Nasrani. 

Informasi Musik: Tacuinum Sanitatis Casanatensis
Tacuinum Sanitatis Casanatensis
Mereka melakukan berbagai cara agar umat Nasrani menyimpang dari ajaran yang sebenarnya, dan terbukti usaha-usaha mereka akhirnya membuahkan hasil, musik dibawa masuk kedalam ritual peribadatan di gereja-gereja melalui piyyut/puisi liturgi - puisi yang memuja-muji Tuhan. Sedikit demi sedikit mereka mulai menyisipkan nada-nada tinggi ke dalam puisi-puisi tersebut dan akhirnya lama-kelamaan puisi-puisi tersebut berevolusi menjadi sebuah lagu. Dan ketika puisi-puisi ini telah berubah menjadi sebuah lagu, mereka dengan cepatnya melakukan sosialisasi penggunaan alat musik di gereja-gereja dengan dalih agar lagu-lagu tersebut semakin indah untuk didengar sehingga jemaat gereja semakin bersemangat untuk melantunkan puji-pujiannya kepada Tuhan. Pengenalan pertama kalinya puisi berubah menjadi sebuah lagu di gereja-gereja tersebut salah satunya tertuang dalam lukisan sejarah yang bernama Tacuinum Sanitatis Casanatensis. Inilah awal masuknya musik kedalam ritual peribadatan gereja.

Tidak hanya itu, mereka (Zionis Yahudi) juga berhasil membuat musik kini dilantunkan oleh para pemeluk agama Islam dengan cara-cara yang sama yaitu puisi. Mengapa puisi? karena puisi adalah sebuah bom waktu yang sangat efektif untuk kemudian meledak dan berevolusi menjadi sebuah lagu. 

Dahulu puisi-puisi yang melantunkan puji-pujian di dalam Agama Islam pertama kali diperkenalkan oleh kaum Sufi di Turki bagian utara pada pertengahan abad ke-8, dan terbukti tidak lama setelah itu puisi-puisi tersebut berubah menjadi sebuah lagu dengan embel-embel religi yang dikenal dengan sebutan Nasyid/Nasheed.

Jika benar musik dilarang dalam agama Samawi lalu dimana letak pelarangannya?

Pelarangan Musik dalam Agama Kristen

Amos Pasal 5 - Ayat 23 (Am 5:23):

Versi Terjemahan Baru (TB) - Bahasa Indonesia: Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar!

Versi English Standard Version (ESV): Take away from me the noise of your songs, to the melody of your harps I will not listen!

Informasi Musik: Understanding Amos
Understanding Amos
Dalam sejarah Alkitab, Amos adalah seorang Nabi di Israel pada abad ke-8 Sebelum Masehi. Amos bertugas untuk memberitahukan tanda-tanda penghakiman Tuhan kepada umatnya. Secara garis besar ia adalah seorang Nabi yang menjelaskan hukuman Tuhan, sebab dan akibat dari datangnya hukuman Tuhan dan bagaimana cara pemulihan akibat dari hukuman Tuhan tersebut kepada manusia. Amos adalah orang pertama yang tercatat dalam sejarah agama Kristen bahwa Yahweh/Tuhan itu sifatnya universal, tidak hanya berlaku bagi umat Israel saja. Ia adalah salah satu nabi yang sangat keras ajarannya, baginya keadilan merupakan ciri moral yang paling penting dari sifat keilahian, sehingga jika Tuhan itu maha adil, maka ketidakadilan, ketidakjujuran dan kebejatan moral itu tidak dapat ditolerir oleh Tuhan dan harus mendapat pembalasan yang keras.

Informasi Musik: Lady Gaga Awarded by ADL
Lady Gaga Awarded by ADL
Memang banyak sekali pernyataan yang menyatakan bahwa musik adalah sebuah alat perantara untuk memuji Tuhan di dalam perjanjian baru (hal ini sebenarnya terjadi karena kaum Zionis Yahudi telah berhasil menyusupkan faham-faham mereka kepada para penulis manuskrip Injil kuno sejak tahun 37 Masehi (era codex Colossus LXIII) hingga tahun 350 Masehi (era codex Vaticanus XCVIII).

Jika ada dari anda umat Nasrani yang masih ragu dan bingung maka biarkan Tuhan yang menuntun anda. Silahkan anda buka mata, hati dan pikiran anda secara jernih dan bersih, lalu tanyakan pertanyaan dibawah ini kepada diri anda sendiri, siapa yang lebih berhak untuk didengar?

Amos yang sudah jelas-jelas tiada pertentangan bahwa ia adalah seorang nabi pembawa berita tentang tanda-tanda penghakiman Tuhan kepada umatnya ataukah para penulis perjanjian baru yang dinamakan dengan Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan lain sebagainya yang memiliki 20.000 hingga 50.000 pertentangan di dalam semua manuskrip yang telah dituliskan oleh mereka? Klik tulisan ini jika anda ingin mengetahui pertentangan apa saja yang telah dituliskan oleh mereka.

Pelarangan Musik dalam Agama Islam

Al-Qur'an Surat Al-Lukman Ayat 6:

Dan di antara manusia akan ada orang-orang yang mempergunakan perkataan-perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

Abdullah bin Masud (salah seorang sahabat Nabi yang dikenal sangat ahli dalam ilmu tafsir dan fiqih) menafsirkan "perkataan-perkataan yang tidak berguna" di dalam surat Al-Lukman tersebut adalah musik/nyanyian. Dalam riwayat lain beliau juga berkata, demi Allah itu adalah nyanyian, beliau bahkan sampai mengulanginya sebanyak 3 kali.

Hadist Riwayat Bukhari No.5590:

Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar (minuman keras), dan alat-alat musik.

Kalimat akan menghalalkan menunjukkan bahwa keempat hal ini asalnya adalah haram, lalu mereka menghalalkannya.

Sedikit kutipan renungan yang diambil dari sebuah media Islam (www.oneislam.com - situs ini sudah dihapus paksa) tentang sikap umat Islam yang bertentangan terhadap hukum pelarangan musik:
Pada dasarnya agama yang Allah turunkan ini bisa dipahami oleh semua orang, baik itu oleh orang-orang yang cerdas, ataupun juga oleh orang-orang yang kurang cerdas. Ketika orang cerdas benar-benar serius untuk mempelajari agamanya secara ikhlas, maka ia akan mudah untuk memahami agamanya. Namun ketika orang cerdas tersebut terlalu mempertuhankan kecerdasannya, terlalu mengidolakan kecerdasannya, maka dia akan sesat dengan kecerdasannya itu.
Sehingga apabila Allah yang berkata ataupun para Nabi dan Rasul yang berbicara maka hukumnya adalah:

Kami dengar dariMu ya Allah maka langsung akan kami taati - Kami dengar darimu ya Rasul (utusan) Allah maka kami pun akan langsung mentaatinya!

Bukan seperti ini:

Kami dengar dariMu ya Allah, kami dengar dari dirimu ya Rasul, tapi kami analisa dulu pakai logika kami, kami analisa dulu pakai kecerdasan kami, baru nanti kami taati (jika dirasa cocok).

Faktanya :
Tidak mungkin kecerdasan anda mampu melebihi kebenaran yang telah diajarkan Allah ataupun para Nabi dan Rasulnya. Singkirkanlah kecerdasan anda apabila sudah berhadapan dengan perkataan Allah, Nabi dan Rasulnya! Singkirkanlah kecerdasan yang anda bangga-banggakan itu jauh-jauh sebelum kecerdasan tersebut menyesatkan anda semakin jauh lagi!
Ingatlah Al-Qur'an sudah terbukti mengungkap banyak fakta tentang sains yang ada di dunia ini jauh sebelum para ilmuwan dan peneliti-peneliti itu lahir!


Sejarah awal notasi musik sampai dikenal secara luas

Informasi Musik: Notasi musik kuno pada batu
Notasi musik kuno pada batu
Notasi musik yang kita gunakan hingga saat ini ternyata sudah ada sejak sekian ribu tahun silam. Bahkan notasi musik ini sudah ada sejak 2 abad sebelum kelahiran sang Isa Almasih di dunia ini. Lalu umat apa yang ada pada jaman sebelum itu? Ya... tepat sekali, umat Nabi Musa (pbuh)/The Great Moses, yaitu umat Yahudi. Pada dasarnya musik sudah ada jauh sejak jaman mereka, namun umat Yahudi inilah yang pertama kali menciptakan notasi musik di dunia ini (perhatikan kesamaan tipografi huruf mereka dengan notasi musik yang ada hingga sekarang ini).

Informasi Musik: Musical Notation Origin
Musical Notation Origin
Dalam hal ini bukan umatnya secara keseluruhan yang menciptakannya tetapi sebagian dari mereka yang kita kenal sekarang ini dengan sebutan Kaum Zionis Yahudi, merekalah orang-orang pertama yang menciptakan not balok dan berbagai notasi musik lainnya. Mereka benar-benar mengetahui betapa musik sanggup menyihir umat manusia menjadi terlena dan tergila-gila karenanya, musik sanggup menggiring manusia untuk bergerak bersama-sama, musik sanggup untuk mengelompokkan manusia kedalam kelmpok-kelompok tertentu, mereka juga mengetahui bahwa musik dapat digunakan untuk memangil setan dan membuat setan-setan tersebut senang sehingga mengeluarkan sihir-sihirnya untuk mereka. Oleh karena itulah mengapa mereka sangat antusias dan memiliki inisiatif yang kuat agar musik bisa didokumentasikan sehingga kelak ia bisa menjadi sebuah bahasa sihir yang baru secara universal.


Sejarah pertama kalinya musik lahir ke dunia ini

Informasi Musik: Cain and Abel
Cain and Abel
Dahulu kala Nabi Adam (pbuh) memiliki 2 orang anak yang bernama Qabil dan Habil (Cain and Abel), Semenjak Qabil dibunuh oleh Habil (sejarah pembunuhan pertama di dunia), keturunan dari masing-masing keluarga mereka dihasut oleh setan agar semakin tercerai-berai. Setan berbisik agar mereka saling memisahkan diri sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan diantara keluarga-keluarga mereka. Merasa bisikan setan tersebut masuk akal, kemudian keturunan dari keluarga Qabil memilih untuk tinggal di atas puncak gunung dan keluarga Habil tinggal di bagian sisi lembahnya. Sejak awal, keturunan yang berjenis laki-laki dari keluarga Qabil sangat terkenal dengan ketampanannya, sedangkan di sisi lain para wanita dari keturunan keluarga Habil terkenal dengan kecantikannya.

Setan yang sebelumnya telah berhasil membuat perpecahan diantara anak-anak keturunan Nabi Adam (pbuh) kini mulai merasa tidak puas jika cukup berhenti sampai di titik tersebut, ia ingin kembali menghancurkan mereka dan mulai mencari-cari celah untuk membuat kehancuran yang baru. Mengetahui bahwa ketertarikan lawan jenis adalah salah satu kelemahan manusia, maka kemudian ia mencari cara agar bagaimana menghancurkan para keturunan Nabi Adam (pbuh) ini melalui jalur syahwat.

Ia lalu menjelma menjadi seorang manusia berwujud budak pekerja laki-laki dan turun menuju lembah dimana keluarga Habil tinggal. Suatu hari sehabis bekerja, setan yang sudah berwujud sebagai seorang budak pekerja laki-laki ini duduk diantara kumpulan para budak lainnya dari keluarga Habil. Tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah benda ke atas sebuah bejana yang terbuat dari metal, benda tersebut terpantul-pantul didalamnya dan menimbulkan berbagai macam suara yang cukup nyaring hingga menarik perhatian para kumpulan budak yang lainnya.

Informasi Musik: The Origin of Music
The Origin of Music
Melihat hal ini setan mendapatkan pelajaran baru yang berharga bahwa ternyata perhatian manusia dapat teralihkan dengan mudah oleh suara/bunyi-bunyian. Sehingga ia kemudian mempelajari bagaimana cara membuat bunyi-bunyian yang lainnya. Di lain kesempatan, ia kembali mencoba menabuh sebuah tongkat ke bejana metal tersebut dan terbukti ternyata para budak lainnya semakin mendengarkan dengan perhatian yang lebih tajam, kemudian ia menabuh lagi dengan ritme ketukan yang sama dan berulang membentuk sebuah untaian nada sehingga pada akhirnya mereka menikmatinya. Inilah sejarah pertama kalinya musik diperkenalkan kedunia ini dan disaat itu juga para manusia-manusia awal peradaban tersebut mulai terhipnotis oleh suara-suara alunan musik yang tanpa mereka sadari hal tersebut sejatinya diperkenalkan oleh setan. 

Lalu kemudian mereka mulai merasakan sensasi yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, awalnya mereka terheran-heran, namun kemudian musik mulai membuat mereka tertawa senang dan bersenda-gurau, lalu tanpa terasa mereka mulai menggoyangkan tubuh-tubuh mereka mengikuti alunan musik tersebut. Hingga pada suatu titik, sang setan berbicara kepada mereka, mengapa kita tidak membuat acara tahunan untuk merayakan kebahagiaan ini, bukankan ini adalah sesuatu hal yang baik karena hal ini (musik) terbukti mampu membuat kalian semua senang dan bergembira? Dengan senang hati merekapun menyetujuinya, hingga akhirnya musik dikenal luas oleh semua keturunan Habil di lembah pegunungan.

Informasi Musik: The Trespasser
The Trespasser
Suatu saat di malam perayaan, suara musik begitu hebat dan terdengar sampai ke puncak gunung, tempat dimana keluarga Qabil tinggal. Hal ini membuat rasa penasaran para pemuda-pemudi yang masih berusia belia. Awalnya mereka tidak berani turun karena takut melanggar aturan keluarga yang tidak memperbolehkan keturunan Qabil turun ke lembah gunung, namun karena rasa penasaran yang begitu hebat, akhirnya mereka mendatangi arah datangnya suara-suara tersebut. Dan ketika sesampainya mereka di lembah, mereka sangat terkejut melihat para wanita yang sangat cantik dari keturunan keluarga Habil, begitu pula sebaliknya dengan para wanita dari keluarga Habil yang melihat pemuda-pemudi tampan ini.

Informasi Musik: The First Coitus
The First Coitus
Melihat kejadian ini setan sangat senang dan mengajak para pemuda-pemudi itu untuk ikut berpesta bersama mereka. Tanpa disadari para pemuda-pemudi ini mulai kehilangan kesadaran diri, musik tersebut semakin lama semakin membangkitkan gairah dan nafsu syahwat mereka. Mereka akhirnya lepas kendali dan lupa diri sehingga melakukan perzinahan dengan para wanita dari keturunan keluarga Habil. Inilah awal mulanya kasus perzinahan terjadi di dunia ini dan musik adalah sarana yang telah berjasa besar dalam menjembatani kegiatan hina dan nista tersebut.

Terakhir... cobalah anda simak renungan tentang musikdi bawah ini:

Selama ini ketika anda merasa marah, letih, susah, sedih, anda pergi mendekati musik...
Ya, tentu saja, karena musik membuat anda merasa lebih baik bukan?

Tidak! hal itu sebenarnya tidak pernah terjadi!!!

Faktanya musik justru membuat keadaan yang terpuruk semakin memburuk!
Kapan terakhir kali anda sedih?
Apakah anda mendengar sebuah lagu yang menggembirakan?

Tentu saja jawabannya adalah TIDAK!
Anda pasti akan mendengarkan lagu yang sedih juga!

Ya... karena Dia ingin selalu bersama anda...
Dia ingin anda jatuh semakin dalam dan semakin dalam lagi!

-------------------------

Anda pasti mengetahui apa itu ketukan (beat) dalam musik...

Sekarang coba ingatlah beberapa hal ini ketika anda mendengarkan musik:

Apakah anda mulai mengetukkan jari-jari anda ke meja?
Apakah anda mulai menganggukkan kepala?
Anda juga mulai menggoyangkan tubuh dan pundak anda?
Dan tanpa terasa kaki-kaki anda mulai ikut bergerak naik-turun?

Apa yang sebenarnya sedang terjadi!!?

Apakah anda sudah kehilangan kesadaran akan anggota-anggota tubuh tersebut? 

(tentu saja anda akan menjawab tidak) Kalau begitu siapa sebenarnya yang mengendalikan anggota-anggota tubuh tersebut? 

Ingatlah...

Dia, sesuatu yang sanggup menggerakkan jari-jemari anda tanpa anda sedikitpun menyadarinya...
Dia, sesuatu yang sanggup membuat tubuh anda bergoyang...
Dia, sesuatu yang sanggup membuat tubuh anda kehilangan kendali...
Dia bisa dengan mudah mengendalikan anda!
Dia akan membuat parasit di dalam lubuk hati anda dan membuatnya terlihat indah di hadapan pandangan anda!

Anda tentu tidak akan langsung menggoyangkan semua bagian tubuh anda secara sekaligus, ketika jari-jemari anda mulai bergerak, maka dengan perlahan bagian tubuh yang lain akan mengikutinya, sehingga pada akhirnya seluruh tubuh anda mulai kehilangan kendali!

Ya...

Karena ketika Dia menginginkan anda melakukan suatu hal, dan anda mengikuti apa yang dia inginkan...

Maka Dia akan membuat lagi sesuatu yang baru sehingga anda akan terus mengikutinya!

Lalu siapakah sebenarnya Dia yang sanggup membuat tubuh anda kehilangan kendali?

(Semoga Tuhan melindungi kita dari godaan dan bisikan-bisikan jahat mereka, aamiiin...)




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments

  1. Apakah semua jenis musik berbahaya? saya akui musik yang ada sekarang tidak berkualitas. Saya juga pernah membaca tangga nada diatonis(do re mi fa so la si do) berkembang bersamaan dengan matematika semasa phytagoras hidup. Sifat-sifat gelombang mekanik awalnya diketahui ketika manusia mengamati senar alat musik. Max plank mendapat inspirasi untuk quanta-nya dari senar alat musik(cmiiw).

    jadi apakah semua jenis musik itu benar2x tidak baik? mari kita diskusikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba anda bertanya pada diri anda sendiri, kalau ada sesuatu hal yang turun melalui tangan-tangan setan kira-kira sifatnya baik apa tidak ?

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Post a Comment