False Flag Operation - Sebuah taktik licik di kancah konspirasi

False Flag Operation - Sebuah taktik licik yang pada kenyataanya selalu diterapkan hampir di setiap kancah konspirasi yang terjadi di dunia ini.


Informasi False Flag Operation: Sebuah taktik licik di kancah konspirasi

False Flag Operation (Operasi Bendera Palsu dalam bahasa Indonesia), adalah sebuah operasi yang dilakukan atas dasar tujuan tertentu untuk mengelabui target dengan cara meniru berbagai macam tipologi (bisa berupa bentuk, raut, mimik dan lain sebagainya) yang menyerupai "sesuatu" agar si target tidak menyadari identitas asli dari si pelaku False Flag Operation.

False Flag Operation ini biasanya dilakukan oleh organisasi tertentu baik itu Pemerintah, Badan Intelijen, Organisasi Teroris, Sekte-sekte Agama dan berbagai macam organisasi yang terorganisir lainnya untuk menggiring opini masyarakat ke arah yang telah mereka tentukan.

Ironisnya False Flag Operation ini justru lebih sering dilakukan oleh Pemerintah dan hal ini ternyata terjadi hampir di seluruh dunia. Mereka merasa perlu untuk menggiring opini masyarakat dengan berbagai tujuan tertentu agar masyarakat tidak mengetahui motif tersembunyi yang terkandung dibalik setiap aksi ataupun program-program yang telah dibuat oleh mereka.
Pemerintah yang sedang terkait False Flag Operation biasanya menyerang anggota/rakyatnya sendiri, kemudian menyalahkan orang/pihak lain untuk membenarkan aksi yang telah mereka lakukan. Sehingga pada akhirnya opini masyarakat tertuju kepada kebencian terhadap orang/pihak yang tertuduh. 
Berikut ini kami mengambil salah satu bukti contoh dari negara Amerika Serikat bahwa False Flag Operation adalah sebuah tindakan yang sifatnya "LEGAL" untuk dilakukan oleh Pemerintah, hal tersebut tertuang jelas dalam 2012 NDAA (salah satu undang-undang yang berlaku) tentang Propaganda melalui Psychological Operation (Operasi Psikologis terhadap masyarakat):

Informasi False Flag Operation: UU Amerika yang melegalkan tindak Propaganda
Isi undang-undang yang melegalkan tindak Propaganda

Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi di ngara Amerika Serikat saja, karena kenyataannya bentuk undang-undang seperti ini ada di hampir setiap negara di seluruh dunia, namun tentu saja dengan berbagai bentuk kata yang berbeda-beda. Ada yang sifatnya tertuang secara jelas seperti pada contoh diatas, ada juga yang sifatnya sengaja dibiaskan atau diputar secara berbelit-belit agar masyarakat tidak menyadari akan hal tersebut.
Dengan adanya undang-undang seperti diatas, maka rakyat tidak bisa berbuat apapun, terlebih lagi sampai berani menuntut kepada pihak pemerintah (meskipun pemerintah telah terbukti secara jelas dan terang-terangan menipu mereka).
Di negara Indonesia sendiri undang-undang seperti contoh di atas tersebut tertuang melalui Undang-undang No.40 tahun 1999 tentang PERS (media massa). Pemerintah Indonesia cukup cermat dan berhati-hati agar hal tersebut tidak mudah untuk disadari secara langsung oleh masyarakat dengan cara menyelipkannya pada bagian perundang-undangan PERS (mengingat mayoritas rakyat indonesia yang sifatnya agresif dan mudah terprovokasi). Intinya UU tersebut secara tidak langsung telah melegalkan aksi penggiringan opini publik (Psychological Operation) melalui media massa, sama seperti yang dilakukan oleh Amerika. 

Berikut adalah cuplikan mengenai undang-undang tersebut:

Informasi False Flag Operation: UU penggiringan opini publik oleh PERS Nasional
Isi undang-undang yang melegalkan penggiringan opini publik oleh PERS Nasional

Coba anda perhatikan kata-kata yang diberi garis bawah berwarna merah, tertulis bahwa pers nasional - penyebar informasi dan pembentuk opini (publik) - harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum. Artinya pers (media massa) yang sifatnya berskala nasional/berada di bawah naungan/back-up pemerintah diperbolehkan menyebarkan informasi untuk menggiring opini publik serta mendapat jaminan hukum dari pemerintah. Sehingga apabila di kemudian hari terjadi tuntutan terhadap mereka, maka pemerintah akan berusaha untuk melindungi mereka dengan sekuat tenaga. Tentu anda sudah dapat menerka hasil akhir yang akan didapat jika berani melawan pihak-pihak yang berada di bawah naungan pemerintah ini bukan? Sungguh ironis...

Lalu darimana asal-muasal "False Flag Operation" ini?

Informasi False Flag Operation: False Flag History
False Flag History
Istilah ini sebenarnya datang dan berasal dari masa peperangan maritim di 4 bagian wilayah Cappadocia (Turki) yaitu Nevsehir, Kayseri, Aksaray dan Nigde antara rentang tahun 1254-1324. Pada saat itu kapal-kapal perang kayu adalah mesin tempur utama yang digunakan oleh sebuah negara atau kelompok tertentu dalam melakukan peperangan. Kapal-kapal kayu ini juga sekaligus berfungsi sebagai sarana angkut bagi para personil tentara beserta seluruh barang-barang logistik penunjang perang yang akan di ekstraksi ketika mereka sampai ke daratan musuh.

Pada saat itu teknologi informasi belum secanggih seperti sekarang ini, sehingga cara yang paling mudah untuk membedakan antara kapal kawan ataupun lawan hanyalah dengan melihat bendera yang terpasang pada ujung nok galangan ataupun tiang layar. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan yang ada, ternyata salah satu dari kapal musuh berhasil menenggelamkan kapal lawan dan mengambil bendera yang ada. Kemudian mereka mengibarkan bendera lawan tersebut ditengah-tengah badai dan kabut asap hasil peperangan, sehingga ketika badai dan kabut asap telah berlalu, musuh pun tidak sempat menyadari bahwa kapal dengan bendera yang sama tersebut adalah lawan mereka yang sesungguhnya.

Hal tersebut ternyata berhasil mengecohkan lawan, bahkan kebanyakan dari mereka yang secara tidak sadar telah diserang dari belakang hingga akhirnya tenggelam begitu saja secara sia-sia tanpa ada sedikitpun perlawanan. Semenjak itulah taktik tersebut dikenal dengan sebutan “Serangan Bendera Palsu” atau “False Flag Attack”.

Praktik-praktik "False Flag Operation" lainnya dalam dunia konspirasi

The Gulf of Tonkin False Flag Operation

Informasi False Flag Operation: Serangan Teluk Tonkin 1964
Serangan Teluk Tonkin 1964
NSA salah satu badan intelijen Amerika Serikat akhirnya mengakui bahwa mereka sebenarnya telah berbohong tentang apa yang telah terjadi di Teluk Tonkin pada tanggal 2-4 Agustus tahun 1964 silam. Mereka dengan sengaja memanipulasi data agar terlihat seperti kapal Vietnam Utara sedang menembaki sebuah kapal Amerika Serikat yaitu USS Maddox, sehingga tercipta suatu pembenaran palsu oleh Amerika untuk memulai perang terhadap Vietnam yang sebenarnya bertujuan untuk melenyapkan dominasi Prancis serta kekuasaan Jepang di wilayah tersebut.

911 False Flag Operation

Informasi False Flag Operation: 911 False Flag Operation
911 False Flag Operation
Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan dunia intelijen dari berbagai negara maju, kini sudah semakin banyak yang mengetahui fakta bahwa kasus keruntuhan dua menara kembar WTC di Amerika itu sejatinya di lakukan oleh negara mereka sendiri dengan tujuan mendapatkan legitimasi publik untuk menyerang Negara-negara Muslim di Timur Tengah yang kaya akan ladang minyak mentah. Maka tak heran, tak lama setelah pasca 11 September, Amerika langsung mengirim bala tentaranya ke negara-negara Muslim di Timur tengah dimana para teroris (menurut mereka) bersarang di tempat ini. Tidak hanya itu saja, Amerika kemudian menyerukan kepada seluruh dunia untuk melakukan peperangan terhadap berbagai macam kelompok militan. Bahkan Presiden Bush di kala itu setengah mengancam kepada negara-negara lainnya dengan mengatakan, "siapapun yang tidak memerangi teroris berarti musuh Amerika". Tentu saja dengan hal itu maka banyak negara-negara yang gemetar ketakutan sehingga dengan terpaksa harus mengikuti berbagai macam pelatihan anti terror yang diselenggarakan oleh Amerika (termasuk juga Indonesia yang kini telah membentuk tim densus 88 anti teror dibawah bimbingan mereka). Klik tulisan ini untuk mengetahui secara lebih jauh mengenai fakta-fakta tentang pemboman WTC.

Glass Houses False Flag Operation

Informasi False Flag Operation: Glass House Operation
Glass House Operation
7 dari 26 mata-mata tentara Israel akhirnya mengaku kepada publik pada tahun 2005 lalu karena mereka telah melempari tentara Israel lainnya agar mereka bisa menyalahkan para demonstran Palestina dan menembaki mereka secara membabi buta. Hal ini sengaja dilakukan sebagai alasan untuk melepaskan beban stres yang sangat berat di pundak para tentara penjaga perbatasan di jalur Gaza. Mereka merasa khawatir karena setiap sepulang bertugas, para tentara Israel tersebut banyak yang mengalami depresi dan stres berat sehingga mereka pikir hal tersebut perlu dilakukan untuk melepaskan beban penat mereka.

Sebenarnya banyak sekali False Flag Operation yang terjadi di dunia ini dan jumlahnya mungkin sudah ratusan bahkan ribuan, baik itu yang sudah terungkap kepada publik ataupun yang belum. Kami juga tidak mungkin untuk mengungkapkan seluruhnya secara satu-persatu kepada anda karena artikel ini tidak sanggup untuk menampung sekian banyak berita False Flag yang kami miliki.

Namun dengan adanya gambaran mengenai False Flag Operation yang telah kami berikan di atas, kami harap kini anda tidak lagi mudah termakan oleh pola-pola operasi kotor tersebut. Penggiringan opini masyarakat seharusnya dibawa ke arah yang benar, bukan dibawa ke arah yang diinginkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki berbagai kepentingan dibaliknya.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments