Telur - Berbagai fakta biadab dibalik industri ini

Telur - Fakta dibalik industri ini sangat mencengangkan! Anda mungkin tidak akan menduga bahwa setiap proses produksi yang ada dibalik industri ini sangatlah biadab


Informasi Telur: Berbagai fakta biadab dibalik industri ini

Telur? Apa yang salah dengan benda ini? Manusia di dunia ini mengkonsumsi lebih dari 2.9 Milyar telur dalam setiap harinya dan kebanyakan dari mereka sama sekali tidak menyadari kebiadaban dibalik industri ini. Karena memang pada umumnya manusia di jaman sekarang ini malas berpikir apalagi untuk peduli, sedikit dari mereka yang memiliki rasa ingin mengetahui sesuatu secara jelas dan mendalam, sehingga wajar saja jika mereka hanya mengetahui bahwa ayam itu memang sudah sewajarnya bertelur, jadi ya tidak ada masalah apapun dibalik semua ini. Namun seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan berjenis telur hampir di seluruh dunia maka persaingan kotor di industri telur tidak dapat lagi untuk dihindari. 

Berbagai cara dilakukan oleh mereka agar ayam-ayam petelur milik mereka mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya. Sehingga pada akhirnya sebagian besar dari mereka terpaksa harus menggunakan cara-cara yang kejam, kotor dan licik demi memenangkan persaingan industri. Lalu tahukah anda bahwa ada beberapa hal yang sengaja disembunyikan dari kita semua dibalik kerasnya persaingan industri telur ini? Mari kita simak berbagai macam fakta yang sangat mencengangkan dibalik industri ini secara lebih jauh dan mendalam:

Ayam-ayam petelur dibiakkan secara paksa menggunakan ilmu genetika biologis buatan agar mampu menciptakan telur secara membabi buta!

Informasi Telur: Hasil rekayasa genetik
Hasil rekayasa genetik
Ayam-ayam yang ada pada industri telur saat ini adalah ayam-ayam hasil rekayasa genetik, dimana mereka dimanipulasi dan dibesarkan untuk menghasilkan 250-300 telur dalam setahun, angka ini melebihi kemampuan ayam petelur normal hingga 10 sampai 15 kalinya. Sebagian besar ayam petelur ini berasal dari spesies ayam hutan merah (Gallus gollus) yang pada dasarnya paling sanggup untuk memproduksi telur dalam julah yang banyak dalam setiap tahunnya (sekitar 40-60 butir).

Ayam-ayam ini kemudian diteliti dan direkayasa secara genetika dengan cara merusak sistem indera pengeraman yang ada pada tubuhnya. Tidak hanya itu, para ilmuwan jahanam telah melakukan "playing God" dengan berusaha menghilangkan naluri ayam untuk bersarang dan melindungi telur-telur mereka. Sehingga mereka memang diciptakan sebagai robot petelur (lahir - tumbuh dewasa - lalu bertelur sampai mati).

Pemaksaan produksi telur pada ayam menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan kematian dini.

Rekayasa genetik yang memaksa tubuh ayam untuk bertelur 250-300 butir dalam setiap tahunnya ternyata membuat ayam-ayam ini menderita segudang penyakit yang sangat mengerikan. Ayam-ayam petelur ini sejatinya membutuhkan banyak nutrisi, terutama kalsium untuk membentuk cangkang kulit telur mereka. Untuk setiap butir telur yang dikeluarkan maka ayam ini akan mengambil 10% kalsium yang ada pada tulang mereka, oleh karenanya mereka menjadi sangat lemas sesaat setelah bertelur karena memang tubuh mereka dipaksa untuk mengeluarkan kalsium dalam jumlah yang cukup banyak.

Informasi Telur: Ayam petelur yang lumpuh total
Ayam petelur yang lumpuh total
Banyak dari ayam-ayam ini yang tidak kuat mengalami hal tersebut sehingga tidak sedikit dari mereka yang terpaksa harus mengalamai pengeroposan tulang (osteoporosis), patah tulang, dan lain sebagainya, bahkan beberapa dari mereka lumpuh secara total.

Tidak hanya itu, mereka juga terpaksa harus menderita kerusakan hati (liver) karena sel-sel di dalam organ hati mereka dipaksa untuk "kerja lembur" demi memproduksi lemak dan protein yang dibutuhkan oleh kuning telur. Banyak dari ayam-ayam petelur yang baru tumbuh dewasa sudah mengalami apa yang dinamakan dengan istilah "egg binding" atau kemampatan saluran telur, hal ini disebabkan karena telur-telur dipaksa terlalu cepat untuk keluar sehingga justru malah rusak sebelum dikeluarkan dari tubuh mereka dan akhirnya menimbulkan infeksi pada ovarium/indung telur mereka.

Informasi Telur: Ayam petelur yang kesakitan
Ayam petelur yang kesakitan
Oleh karena itu kematian dini tidak dapat lagi untuk dihindari karena memang tubuh mereka tidak kuat lagi untuk dipaksa bertelur. Asupan makanan yang diberikan oleh para peternak tidak sanggup memenuhi kebutuhan gizi tubuh para ayam petelur ini sehingga sedikit-demi sedikit namun secara terus menerus tubuh mereka tergerus oleh kewajiban yang mengharuskan mereka bertelur sebanyak mungkin. Proses kelahiran adalah proses yang sangat menyakitkan dan hal ini dialami oleh hampir semua mahluk hidup yag ada di dunia ini. Anda bisa membayangkan bukan jika seorang manusia dipaksa untuk melahirkan berkali-kali dalam setahun? Sudah pasti tidak ada yang mau melakukannya.

Ayam petelur adalah mahluk yang sensitif, cerdas dan bersifat sosial.

Informasi Telur: Ayam adalah mahluk sosial
Ayam adalah mahluk sosial
Penelitian di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa ayam adalah salah satu hewan yang sangat sensitif dan peka terhadap lingkungannya. Mereka adalah mahluk yang cerdas secara sosial dan mampu berinteraksi dengan menggunakan 25 jenis vokal yang berbeda-beda, mereka juga bisa menyampaikan niat antara satu dengan yang lainnya hanya dengan menggunakan bahasa tubuh tertentu. Penelitian yang juga dilakukan oleh American Scientific Institute dilaporkan bahwa kemampuan komunikasi ayam setara dengan kemampuan komunikasi para primata, sehingga dalam membuat sebuah keputusan, ayam mampu memanfaatkan berbagai pengalaman empiris yang telah dialami oleh mereka sebelumnya. Mereka mampu memecahkan berbagai masalah yang cukup kompleks, serta dapat mengenali wajah manusia dan mengingatnya dalam jangka waktu yang sangat lama. Insting mereka juga sangat tajam terhadap berbagai macam jenis bahaya yang mengancam keberadaan mereka.

Ayam juga adalah mahluk sosial yang bersifat ekstrovert (terbuka) sehingga mereka tidak hanya bersosialisasi dengan sejenisnya, ayam dapat merasakan rasa berkabung jika ada unggas lain yang mati dihadapannya. Hal ini disampaikan oleh seorang Profesor bernama Karen Davis dari Amerika Serikat, ia adalah seorang peneliti sekaligus pemerhati unggas yang ternama di seluruh dunia.

Standarisasi kandang ayam petelur di berbagai peternakan ayam di seluruh dunia sangat mengerikan

Informasi Telur: Kandang Ayam di peternakan
Kandang Ayam di peternakan
Hampir semua ayam petelur di seluruh dunia hidup di barak-barak peternakan ayam yang panjang, berupa gudang ataupun lorong tanpa jendela/ventilasi udara yang memadai. Mereka dipaksa untuk hidup bertumpuk di atas kandang-kandang ayam yang lainnya, di dalam satu sekat kandang yang berukuran kecil, ayam-ayam ini dipaksa hidup membentuk sebuah kelompok kecil yang biasanya terdiri dari 10-20 ekor. Sekat-sekat ini biasanya hanya terdiri dari kawat-kawat ram dan sejenisnya sehingga tidak jarang dari mereka yang menderita cedera kaki permanen karena harus berdiri diatas kawat-kawat tajam ini seumur hidupnya. Mereka menderita secara psikologis karena tidak pernah bisa merentangkan sayap-sayap mereka sehingga mereka mengalami berbagai jenis stress hingga depresi berat yang menyebabkan kerontokan bulu yang parah.

Informasi Telur: Penuh sesak dan kotor
Penuh sesak dan kotor
Hal ini diperparah dengan adanya standar peternakan ayam internasional untuk sebuah peternakan besar menyebutkan bahwa ayam-ayam ini boleh ditumpuk hingga 10 tumpuk kandang dengan jumlah ayam sekitar 125.000 di setiap tumpukannya. Anda bisa membayangkan betapa sesaknya kehidupan di dalam kandang-kandang tersebut. Kondisi yang penuh sesak dan tidak sehat ini menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama yang berasal dari gas amoniak hasil dari kotoran-kotoran mereka yang tidak bisa dibersihkan secara sempurna sehingga menempel bahkan mengerak selama bertahun-tahun di kandang yang sudah usang tersebut. Banyak dari mereka yang terinfeksi virus, menderita saluran pernapasan bagian atas, termasuk juga penglihatan karena sifat kandangnya yang sangat tidak higienis.
Namun semua itu tentu tidak dipedulikan oleh para pemilik industri ayam petelur ini, bagi mereka yang terpenting adalah bagaimana caranya agar ayam-ayam mereka dapat menghasilkan telur sebanyak-banyaknya sebelum mereka mati di potong untuk kemudian dijual dagingnya di pasar. 
Kondisi yang buruk seperti di atas sangatlah menguntungkan bagi para pemilik industri ini karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan dan perawatan (ada ayam yang mati ya dijual saja, ada kandang rusak ya tinggal ganti baru karena lebih murah dibandingkan memperbaikinya).

Standar praktek pemotongan paruh para ayam petelur dan status kelaparan yang dipelihara

Informasi Telur: Praktek potong paruh
Praktek potong paruh
Di beberapa peternakan terutama di Eropa, Amerika dan beberapa negara di Asia, paruh-paruh ayam petelur ini sengaja mereka potong dengan tujuan agar mereka tidak mencabuti bulu-bulu mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah bahwa ayam-ayam ini mencabuti bulu mereka karena mereka kekurangan kalsium untuk bertelur dan bulu-bulu mereka sendiri adalah satu-satunya sumber kalsium yang terdekat dengan mereka. Jika mereka tidak kekurangan kalsium, maka sudah jelas perilaku ini tidak akan terjadi. Adalah sebuah kesalahan dari si pemilik industri inilah yang tidak memfasilitasi pasokan kalsium pada pangan ayam-ayam petelur ini dengan baik sehingga menyebabkan mereka harus mencabuti bulu-bulu mereka sendiri.

Informasi Telur: Hasil pemotongan paruh
Hasil pemotongan paruh
Memotong paruh mereka juga memperkecil resiko para ayam petelur untuk memakan telur-telur mereka sendiri di kala terdesak karena kelaparan. Hal ini justru merangsang para ayam untuk bertelur kembali sehingga sangat menguntungkan bagi para pemilik industri telur.

Sebagai ayam petelur mereka juga memiliki usia produktif untuk bertelur, ayam-ayam yang sudah berada pada masa akhir produktif mereka tentu sangatlah dibenci oleh para pemilik industri ini, karena tingkat produktivitas mereka sudah menurun dibandingkan dengan saat-saat sebelumnya. Ketika susana tidak menguntungkan ini sudah terendus maka ayam-ayam ini dipaksa untuk bertelur pada putaran terakhir masa hidupnya dengan cara melaparkan mereka selama 18 hari di dalam kandang yang gelap dan tidak memberi mereka air yang cukup. Hal ini berdampak pada psikologis dan rangsangan kejut di simpul syaraf-syaraf mereka, sehingga mereka menjadi lebih intens dalam bertelur sebelum mati. Hal ini dikenal juga dengan proses yang disebut "forced molting" dalam dunia peternakan ayam.

Tidak sedikit ayam-ayam petelur ini yang mati saat melalui proses kelaparan ini, namun ada juga beberapa dari mereka yang sukses menelurkan banyak telur sebelum leher mereka terputus di tempat pemotongan. Tentu saja hal ini bukanlah sebuah hal yang perlu dipermasalahkan bagi para pemilik industri peternakan ayam petelur ini karena memang sampai saat ini tidak ada satupun undang-undang yang sanggup menjerat mereka atas berbagai macam kekejaman yang telah mereka lakukan terhadap ayam-ayam yang tak berdaya ini.


Anak-anak ayam yang berkelamin jantan akan digiling hidup-hidup atau dibuang ke tempat sampah

Informasi Telur: Nasib anak ayam berkelamin jantan
Nasib malang anak-anak ayam yang berkelamin jantan

Ternyata lebih dari 50% dari sekian banyaknya telur-telur ayam yang dibesarkan kembali (agar kemudian menjadi ayam-ayam petelur generasi baru) memiliki kelamin jantan. Sudah tentu hal ini sangat tidak disukai oleh pemilik industri ini karena ayam-ayam berkelamin jantan tersebut sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka.

Informasi Telur:
Penggilingan anak-anak ayam
Sehingga untuk mengantisipasi biaya perawatan dan memangkas biaya pemeliharaan, mereka lebih memilih memasukkan anak-anak ayam berkelamin jantan ini ke mesin penggilingan, sehingga setidaknya daging mereka masih dapat diuangkan dengan cara dijual ke berbagai pabrik daging olahan, seperti sosis, nuggets, bakso dan lain sebagainya demi meraup keuntungan sampingan. Dalam beberapa kasus ditemukan juga anak-anak ayam ini dibuang begitu saja di dalam sebuah bak besar hingga mereka membususk dan dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pelet makanan yang parahnya pakan pelet tersebut kemudian diberikan kembali kepada induk-induk mereka.

Ayam-ayam petelur ini akan dibantai saat mencapai usia 1-2 tahun

Informasi Telur: Pemotongan ayam
Pemotongan ayam
Sebenarnya rentang hidup ayam secara normal dan alamiah sanggup bertahan antara 10 sampai dengan 20 tahun, namun dalam industri telur, ayam-ayam ini hanya akan bertahan hidup paling lama 2 tahun saja. Hal ini terjadi karena setelah rentang waktu antara 12-16 bulan, produktivitas ayam-ayam petelur ini turun dengan sangat drastis sehingga melemahkan daya produksi peternakan. Rentang waktu produktivitas mereka yang rendah ini disebabkan karena rekayasa genetika yang telah dijelaskan pada awal-awal artikel ini, mereka (para ilmuwan) terlalu memaksakan agar ayam-ayam petelur ini menjadi "robot petelur" yang mampu bertelur sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat-singkatnya. Dengan pemaksaan tersebut maka ayam-ayam ini kehilangan banyak nutrisi didalam tubuhnya sehingga mereka tidak dapat lagi menjalani kehidupan yang normal. Lalu kemana perginya ayam-ayam petelur dewasa ini? 
Ya, mereka akan berakhir di sup-sup kalengan, pabrik sosis, bakso, nuggets dan lain sebagainya. Rata-rata kulit mereka akan diparut dan diberi sedikit bahan kimia berjenis "heparin" sebelum dikirimkan untuk menyembunyikan bekas-bekas luka memar ataupun penyakit yang diderita ayam-ayam tersebut.
Jika kita tinjau secara lebih jauh, sebenarnya ayam bisa dianggap sebagai hewan yang paling banyak disiksa di planet ini terutama para ayam-ayam petelur. Ayam-ayam jantan dibunuh untuk diambil dagingnya, dan para betina dieksploitasi habis-habisan untuk diambil telurnya. 99% binatang ini menghabiskan hidup mereka di dalam kandang/kurungan sejak mereka menetas hingga mereka mati.

Ayam adalah hewan nomor satu yang jumlahnya paling banyak untuk dibesarkan lalu dibunuh hanya demi kebutuhan bahan pangan manusia (jika dibandingkan dengan persentase jumlah dari keseluruhan hewan lainnya). Akan tetapi, tidak ada satupun hukum yang melindungi ayam-ayam ini dari berbagai tindak penyiksaan dan kekejaman yang dilakukan oleh manusia.

Sungguh menyedihkan...

Informasi Telur: Sayangi mahluk ciptaan Tuhan
Sayangi mahluk ciptaan Tuhan
Sudah saatnya kita mempergunakan temuan ilmiah dengan moralitas, rasa haus dan rakus manusia akan kekuasaan selalu bertambah setiap harinya, kemampuan kita untuk menyakiti atau memanfaatkan hewan dengan semena-mena pun ikut bertambah semakin parah

Selama jutaan tahun silam, siklus kehidupan di bumi banyak dipengaruhi oleh seleksi alam. Namun hal ini seakan-akan tidak berlaku lagi ketika manusia sudah menguasai berbagai macam teknologi mutakhir untuk memanipulasi berbagai macam jenis seleksi alam. Sebenarnya rekayasa genetika tidak selalu berdampak buruk jika memang diterapkan pada konteks-konteks yang tepat dengan menggunakan cara-cara yang baik dan bijaksana.

Mari kita hentikan segala bentuk kejahatan terhadap hewan, kita dan mereka sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, meskipun mereka tidak berakal namun mereka memiliki perasaan sama seperti kita para manusia.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments