Uang - Alat perbudakan terkejam sepanjang sejarah

Uang - Kami yakin anda mengetahui apa itu uang, tapi kami tidak yakin anda pernah menerima pendidikan tentang uang, sistemnya dan bagaimana ia diciptakan!


Informasi Uang: Alat perbudakan terkejam sepanjang sejarah

Di seluruh dunia saat ini, terutama di dalam suatu negara, bisa dipastikan ada 2 pemegang kekuasaan yang hampir absolut, yaitu:

PEMERINTAH, sebagai otoritas yang memegang kekuasaan pemerintahan dan membuat peraturan serta undang-undang.

BANK SENTRAL, sebagai otoritas yang memegang kekuasaan moneter. Satu-satunya kekuasaan yang mempunyai hak istimewa untuk mencetak "uang kertas ataupun logam" di suatu negara.

Namun sadarkah anda bahwa selama ini kita hanya mendapatkan pendidikan tentang "sistem pemerintahan" saja? Dan mengapa tidak pernah ada pendidikan yang membahas tentang "sistem keuangan"? Tidak ada materi pendidikan yang membahas tentang sejarah uang, bagaimana proses uang diciptakan dan seperti apakah cara kerja sistem keuangan tersebut selama ini?

Dalam hubungannya dengan uang, pendidikan yang kita dapat selama ini hanyalah tentang bekerja atau menganggur, kaya atau miskin, yang akhirnya hanya berujung pada pemahaman kapitalis ataukah sosialis.

Tapi dimanakah sebenarnya pelajaran tentang uang itu sendiri?
Mengapa selama ini tidak pernah ada pelajaran tentang sistem keuangan?

Padahal sistem keuangan adalah sesuatu yang sangat penting dan vital dalam kehidupan bermasyarakat, tapi mengapa tidak pernah ada kurikulum pendidikan tentang sistem keuangan? Mengapa tidak ada pelajaran tentang sejarah keuangan, proses penciptaan uang, serta cara kerja sistem keuangan?

Apakah pihak dinas pendidikan lupa untuk membuat kurikulumnya? 
Ataukah justru memang ada unsur kesengajaan untuk tidak membuatnya? 
Agar masyarakat tidak tahu-menahu tentang sistem keuangan yang ada saat ini?

Kami rasa tidak mungkin jika pihak dari dinas pendidikan lupa untuk membuatnya. Lantas mengapa selama ini tidak pernah ada kurikulum yang benar-benar membahas tentang uang?

Ada seseorang yang sangat ahli dalam bidang ekonomi dan analis geopolitik bernama James G Rickards yang juga penulis buku “Currency Wars - The Making of The Next Global Crisis”, mengatakan:

“...yang menjadi masalah adalah masyarakat tidak tahu dan tidak paham tentang sistem keuangan berdasarkan standar emas. Untuk suatu alasan, sistem keuangan dihapus dari kurikulum sejak 35 tahun yang lalu. Kita berada dalam 2 generasi akademis yang berbeda dan kini para sarjana tidak pernah bisa mempelajari lagi uang dan kaitannya dengan emas (sistem keuangan berstandar emas), kecuali jika anda adalah seorang ahli sejarah ekonomi dan memang mempelajarinya.

Saat saya masih di universitas, bahkan saat sudah lulus dari fakultas ekonomi, kita masih berada dalam sistem keuangan berstandar emas yang cukup fair. Namun saat "IMF" mulai berdiri, anda bisa lihat bagaimana mereka membiayai suatu negara dan mereka tidak menggunakan standard emas lagi sebagai capital, padahal emas adalah capital tersebut. Anda harus memahami peran emas dalam sistem keuangan yang sudah dihilangkan IMF (PBB).

Setelah Presiden Nixon menyatakan keluar dari sistem keuangan standar emas di tahun 1971. Maka lulusan-lulusan baru setelah itu, mereka tidak pernah memahami kaitan antara emas dan uang. Mereka pikir ini hanya lelucon, mereka pikir emas hanyalah komoditas perdagangan biasa. Mereka tidak mengerti bahwa ada bagian terpenting dari sistem keuangan telah hilang....”

Catatan: Bagian terpenting tersebut adalah kaitan antara emas dan uang yang akan mulai dijelaskan pada paragraf dengan sub-judul sejarah uang dan perbankan di bawah. 

Sehingga jawaban dari semua kenistaan ini adalah...

Teryata sistem keuangan global yang saat ini digunakan oleh semua negara adalah sebuah penipuan paling besar dan paling lama sepanjang sejarah manusia! Sehingga kita sebagai masyarakat awam dilarang keras untuk mengetahuinya!!!

Simak pernyataan berikut:

"Sangatlah menguntungkan, karena masyarakat tidak mengerti sistem perbankan dan keuangan kita. Karena jika mereka tahu, saya yakin akan terjadi revolusi besar-besaran sebelum esok pagi." (Henry Ford, Ford Motor Company)
Oleh karena itulah, sistem keangan ini disembunyikan dan ditutup dengan rapi dari pengetahuan masyarakat. Bahkan sampai saat ini tidak ada kurikulum pendidikan yang membahas tentang cara kerja sistem keuangan global. Jadi sebenarnya sistem keuangan yang berbasis riba/bunga pinjaman ini dapat terus berjalan sampai sekarang karena sebagian besar masyarakat di dunia tidak mengetahui cara kerja yang sebenarnya.

Sejarah Uang dan Perbankan

Kaum Zionis Yahudi adalah perintis utama yang mempraktekkan sistem perbankan (riba/bunga pinjaman) dan bank itu sendiri. Padahal riba itu sangatlah dilarang dalam semua agama samawi (Islam, Kristen dan bahkan dalam agama Yahudi itu sendiri), ia dilarang karena adanya unsur ketidakadilan antara si pemberi pinjaman dan si peminjam dimana si pemberi pinjaman selalu mendapatkan keuntungan dari hasil jerih payah si penerima pinjaman. Praktik riba tersebut menimbulkan sifat malas pada si pemberi pinjaman dan sifat-sifat negatif lainnya seperti tamak dan keji. Dimana perang dan kekacauan global selalu disebabkan karena adanya ketamakan dan kekejian.

Informasi Uang: Goldsmith
Goldsmith
Pada awal-mulanya emas dan perak di seluruh dunia selalu menjadi alat tukar dan tolak-ukur nilai dari suatu barang ataupun jasa. Di kala itu di Eropa Timur banyak sekali kaum Zionis Yahudi yang berprofesi sebagai penjual jasa penyimpanan emas dimana mereka menyebut diri mereka dengan sebutan GOLDSMITH (yang pada dasarnya mengandung makna tersendiri yaitu gold = emas, dan smith = tempa, namun smith dalam hal ini sebenarnya adalah kata Semit/Yahudi yang dibiaskan) sehingga goldsmith sendiri berarti bahwa bangsa yahudi adalah bangsa emas atau bangsa yang spesial jauh melebihi bangsa-bangsa lainnya. Profesi Ini dipilih karena sejak dahulu di sebagian besar benua Eropa, Yahudi dilarang memiliki tanah karena mereka selalu menimbulkan kekacauan dimana-mana.

Kelahiran uang kertas

Profesi Goldsmith saat itu bukanlah profesi yang terhormat, tapi para pemilik emas lebih senang menyimpannya di Goldsmith karena jaminan keamanan yang ditawarkan dengan membayar fee atas jasanya. Untuk setiap emas yang disimpan, Goldsmith akan mengeluarkan secarik kertas (sertifikat) berisi keterangan kepemilikan emas. Tiap pengambilan simpanan cukup dengan menunjukkan sertifikat.

Semakin lama semakin tinggi kepercayaan masyarakat pada Goldsmith dan juga karena sifatnya yang likuid (mudah ditukarkan emas kapan saja dan dan dimana saja), masyarakat pun mulai menerima secarik kertas sertifikat tersebut sebagai alat tukar jual-beli. Sertifikat tersebut menjadi uang kertas pertama di dunia. Hingga muncul-lah salah satu sifat asli dari kaum mereka yaitu tamak, mereka mulai bermain curang dengan menerbitkan sertifikat (uang kertas) sebanyak mungkin tanpa adanya jaminan emas. Singkat cerita, perputaran uang dengan cara kotor tersebut dilegalkan oleh negara-negara barat dari Eropa hingga Amerika Serikat, dan kini bahkan telah diakui sebagai sistem keuangan dunia. 

Segepok uang kertas $100 yang nilai riilnya adalah NOL, kini setara dengan 1 rumah mewah atau sebongkah emas. Mengapa sampai bisa terjadi demikian? Negara Amerika Serikat telah dikuasai oleh konspirasi kaum Zionis Yahudi dan puncaknya adalah tahun 1930 dimana mereka sendiri yang menyatakan bahwa uang kertas dollar kini tidak lagi dikaitkan cadangan emas.

Kelahiran sistem perbankan

Kita kembali lagi ke sepak terjang para Goldsmith terdahulu. Ternyata semakin lama semakin banyak emas titipan, Goldsmith kini melihat sejumlah besar emas teronggok begitu saja di brankas mereka untuk waktu cukup lama. Dimana para pemilik tidak segera mengambilnya, karena kebutuhan likuiditasnya sudah terpenuhi dengan uang kertas.

Para Goldsmith mulai lagi berpikir picik "Bagaimana jika sebagian emas ini kita pinjamkan ke orang lain (dalam bahasa perbankannya disebut dengan debitor) dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan 'bunga pinjaman'?" Dan ternyata lagi-lagi mereka sukses besar, Goldsmith akhirnya melayani jasa rentenir dengan meminjamkan sebagian emas nasabahnya ke debitor tanpa mengetahui dan menyetujui si pemilik aslinya hingga mereka mendapatkan income dari bunga pinjaman tersebut. Inilah cikal bakal praktek bank dan sistem perbankannya yang paling sederhana. Dari hari ke hari ide-ide mereka semakin licik dan busuk.

Goldsmith kemudian kembali berpikir lagi "Mengapa harus memberi pinjaman berupa emas? Bukankah uang kertas yang dikeluarkannya telah diakui sebagai alat tukar jual beli ?" Maka kemudian untuk setiap pinjaman yang diberikan, mereka tidak lagi mengeluarkan emas, cukup dengan memberi uang kertas. Setelah jatuh tempo hutang, Goldsmith menerima pelunasan berupa sebongkah emas ditambah bunga pinjaman.

Goldsmith mengalami keajaiban nyata. Hanya dengan bermodalkan secarik kertas, ia mendapat bongkah emas + income. Mereka telah melakukan penipuan kepada para pemegang uang kertas yang mengira uangnya dijamin dengan emas yang benar-benar dimiliki oleh Goldsmith. Mereka menunjukkan jaminan emasnya kepada para calon nasabah, padahal emas-emas yang mereka tunjukkan tersebut adalah emas-emas jaminan milik nasabah lain. Tidak hanya itu, selain menipu mereka dengan kepemilikan emas palsu, mereka juga memeras para nasabah dengan memungut bunga pinjaman/riba.

Setelah sukses menipu debitor dan nasabah (yang tidak tahu emas yang dititipkan menjadi jaminan kredit), Goldsmith punya ide baru lagi yang lebih licik dari sebelumnya. Bagaimana jika "satu" potong emas yang dititipkan padanya dibuatkan beberapa lembar uang kertas sekaligus untuk beberapa debitor?

Ide jahat tentang praktek perbankan ini sangatlah sempurna. Setelah jatuh tempo, para debitor melunasi hutang-hutang mereka dengan emas ditambah bunga pinjaman yang telah dibebankan. Luar biasa! Hanya dengan bermodalkan secarik kertas hampir tidak bernilai, para Zionis Yahudi ini mendapat emas dalam jumlah yang besar. Sehingga merekapun semakin bernafsu untuk menerbitkan uang kertas sebanyak mungkin. Anehnya, semakin banyak pula debitornya. Mereka malah semakin menumpuk untuk antri duduk di bangku panjang yang disediakan oleh para Goldsmith untuk meminjam uang kertas mereka. Bangku panjang (banque) untuk para calon debitor inilah yang menjadi asal-muasal kata "BANK" diperkenalkan ke dunia ini.

Seberapa banyak keuntungan yang dapat mereka peroleh? Tidak ada batasannya karena sesungguhnya hal tersebut hanya dibatasi oleh kemampuan mereka untuk mencetak uang kertas yang begitu murah biaya produksi percetakannya

Tidak ada bisnis yang lebih menguntungkan daripada bisnis ini. Dan dalam kurun waktu yang tergolong singkat, para "bankir" Yahudi ini menjadi orang terkaya di dunia dan menyebar ke berbagai penjuru dunia untuk menyebarkan ideologi serta aksi jahat mereka.

Praktek perbankan saat ini 

Tetapi yang lebih hebat dan tidak kalah mencengangkan lagi adalah praktek perbankan saat ini! Setiap bank yang ada di dunia ini dapat mengeluarkan pinjaman baru kepada para debitor dengan modal "tangan kosong". Tanpa modal sedikit pun, hanya tinggal melakukan input data pada komputer dan jaringan mereka, maka bank dapat melakukan transaksi hutang-piutang. Dimana uangnya secara riil sangat mungkin tidak ada karena hanya terjadi transfer antar bank tanpa adanya wujud dari uang kertas itu sendiri. Inilah permainan transaksi semu mereka yang sesungguhnya.

Di wilayah imperium kerajaan Inggris, para raja dan bangsawan-nya yang ingin memperbesar kekuasaan meminjam dana dari bank untuk biaya perang. Mereka menjadi mangsa yang paling empuk bagi para bankir-bankir Yahudi saat itu. Sehingga saat Eropa dalam keadaan damai tanpa ada perang, maka para Zionis Yahudi segera melakukan konspirasi dan provokasi demi menciptakan perang yang baru, perpecahan, ekspansi, kolonialisasi, perang antar berbagai negara, kudeta atau revolusi dan lain sebagainya. Semua peperangan yang terjadi di benua eropa terdahulu sesungguhnya telah dipelopori sekaligus didanai oleh para bankir-bankir Yahudi ini.
Ironisnya hal tersebut masih terus berjalan sampai saat ini di seluruh dunia, mereka kaum Zionis Yahudi malah semakin ketagihan melakukan konspirasi dan provokasi untuk menciptakan perang dan berbagai macam bentuk perpecahan lainnya demi uang, karena mereka sangat memahami betul betapa besarnya kebutuhan uang yang diperlukan untuk mendanai kekacauan tersebut. Hal ini diperparah lagi dengan adanya fakta bahwa mereka-mereka inilah yang sampai saat ini masih menguasai pasar uang di seluruh dunia.
Informasi Uang: Bank of England
Bank of England
Bank pertama di dunia adalah Bank of England yang didirikan oleh kaum Zionis Yahudi pada tahun 1694. Berfungsi sebagai bankir kerajaan untuk membiayai semua perang dalam Imperium Inggris. Pada tahun 1946 dan dinasionalisasi oleh pemerintah menjadi Bank Sentral. Kolaborasi ini melahirkan imperium yang terkuat di Eropa dan sangat super power pada abad 18-19 dengan wilayah jajahan terluas. Sebaliknya Inggris menjadi pusat kekuatan Yahudi sebelum mereka berpindah ke Amerika Serikat. Inggris adalah negara pelopor yang membantu terwujudnya negara Israel (sehingga diakui sebagai sebuah negara), ya... negara tempat dimana para bankir-bankir busuk tersebut berasal.

Sebagian tokoh menyadari betapa berbahaya kaum Zionis Yahudi akan hal ini dan memberi peringatan tegas kepada bangsanya seperti tokoh Revolusi Amerika yaitu Benjamin Franklin atau Presiden Jackson. Lebih parahnya lagi presiden Amerika Serikat yang begitu terkenal yaitu Abraham Lincoln dibunuh pada malam hari setelah mengumumkan akan mencetak uang sendiri demi kesejahteraan rakyatnya dan menolak bantuan dari para bankir-bankir Yahudi ini. Sebenarnya kaum Yahudi ini pun pernah diusir di Spanyol dan Inggris pada abad ke-12 namun pada abad ke-13 mereka kembali dan malah menghukum penggal raja Inggris - Prince Charles I. Bahkan ada yang sangat membenci kaum Zionis Yahudi dan membunuh mereka secara masal tanpa pandang bulu yaitu Kaisar Romawi pada tahun 76 dan Adolf Hittler dengan pesannya yang sangat terkenal: aku bisa saja memusnahkan mereka (Yahudi) tapi kutinggalkan mereka sedikit agar kelak kalian mengetahui mengapa aku membunuh mereka.

Faktanya sekarang, kaum Zionis Yahudi ini secara global memperbudak manusia dengan uang kertas dan sistem perbankan mereka yang terselubung. Para kapitalis Yahudi sukses mengembangkan sistem moneter yang curang melalui kebijakan Amerika Serikat pada tahun 1930 silam, yaitu nilai uang kertas dollar tidak lagi dikaitkan dengan emas. Karena Amerika Serikat pada saat itu (bahkan hingga kini) masih ditakuti oleh sebagian besar negara-negara di seluruh dunia maka kebijakan moneter ini terpaksa harus diikuti oleh negara-negara di seluruh dunia. Artinya, hasil jerih payah, keringat dan darah setiap orang yang telah bekerja keras selama ini, kini hanya dihargai dengan uang kertas yang nilai riilnya adalah NOL, ya nol, kosong tak bernilai atau zero values

Mengapa NOL? 

Karena secara tidak langsung uang-uang tersebut hanya diciptakan begitu saja dari sebuah ketiadaan, yang mana sesungguhnya hanyalah Tuhan yang mampu menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Mereka mencoba menempatkan diri mereka sejajar dengan Tuhan dengan anggapan bahwa siapa yang menguasai uang maka dialah yang menguasai dunia.

Sistem perbudakan uang yang tidak pernah anda sadari!

Dalam sistem keuangan ada dua hal yang sangat berpengaruh, yaitu: 

1. Stock, adalah jumlah uang ada dalam peredaran.
2. Flow, adalah jumlah transaksi yang mengunakan uang dalam peredaran tersebut, sehingga uang terus berpindah tangan/ mengalir. Dimana flow, biasanya lebih berpengaruh pada sistem keuangan dari pada stock. Karena flow dapat melipatgandakan stock secara efektif.

Berikut adalah cara kerja stok and flow yang patut anda ketahui:

Misalkan, di dunia ini hanya ada 2 orang, yaitu bankir si kaya dan anda si miskin.
Bankir adalah orang yang mempunyai satu lembar uang 1,000.- dimana itu adalah satu-satunya uang yang ada dalam stock dan anda tidak memiliki uang dalam bentuk apapun.
Dan jika bankir meminjamkan uang tersebut kepada anda, sanggupkah anda untuk mengembalikan uang tersebut dengan jumlah 100,000.- kepada bankir?

Mustahil bukan? (ya karena satu-satunya uang yang beredar hanyalah satu lembar uang 1,000.-)

Jangankan 100,000.-, uang senilai 2,000.- saja-pun tidak mungkin! Lalu dari mana anda akan mendapat uang untuk membayar "BUNGA PINJAMAN" anda yang sebesar 99,000.- itu kepada bankir? Padahal stock hanya satu lembar uang 1,000.-

Memang benar, jika bankir menyuruh anda membayar dalam satu kali bayar, maka hal itu tidak mungkin bisa terjadi!

Tetapi jika bankir menyuruh anda untuk membayar hutang dengan cicilan sejumlah 1,000.- dalam setiap hari selama 99 hari, maka akan terjadi keajaiban!

Hal pertama yang harus dilakukan adalah anda bayarkan dulu uang 1,000.- tersebut kepada bankir sebagai bentuk pembayaran cicilan yang pertama.

Langkah selanjutnya yang bankir perlukan agar anda dapat membayar sisa hutang yang berjumlah 99,000.- dengan stock yang hanya satu lembar 1,000.- tersebut adalah dengan memberikan anda pekerjaan (yang mana anda mau tidak mau harus menerima pekerjaan tersebut karena bankir adalah satu-satunya sumber yang menguasai stock uang). 

Jadi anda bisa mendapatkan kembali uang 1,000.- itu dalam bentuk "upah" dari setiap pekerjaan yang anda lakukan dan anda akan kembalikan lagi uang upah 1,000.- tersebut setiap kali anda akan mencicil hutang kepada bankir!

Mudah bukan?

Bankir hanya perlu duduk diam dan menikmati hasil kerja keras anda, dan anda akan selalu bekerja keras untuk mencicil sisa hutang-hutang anda kepada bankir.

Masih tidak paham bagaimana cara kerjanya? Simak baik-baik!!!

Setelah anda membayar uang 1,000.- yang hanya ada 1 lembar itu. Maka si bankir akan mengembalikan lagi uang tersebut kepada anda sebagai upah atas pekerjaan yang telah anda lakukan untuk si bankir. Setelah anda kembalikan lagi, maka si bankir pun akan mengembalikannya lagi kepada anda sebagai upah yang ke-2,3,4... dan begitu seterusnya, anda akan terus bekerja kepada si bankir hingga semua hutang-hutang anda lunas!

Jangankan 100,000.-, uang senilai 1,000,000,000.- pun bisa anda lunasi jika anda panjang umur! ☻

Begitulah prinsip kerja stock and flow yang sungguh luar biasa.

Informasi Uang: Mereka para bankir menghisap uang anda
Mereka para Bankir
Dengan memanfaatkan sistem stock and flow, maka satu-satunya lembaran uang 1,000.- itu bisa membayar cicilan yang jumlahnya berkali-kali lipat. Dan menjadi ribuan, jutaan, bahkan tak terhingga. Masuk akal bukan? Ya, begitulah fakta dan kenyataan pahit yang memang masih terus terjadi sampai saat ini, anda harus selalu bekerja keras untuk mendapatkan uang, sementara mereka (para bankir) tinggal "mencetak uang" seenaknya, sehingga anda akan terus dan harus bekerja keras untuk mereka.

Sudah mulai sadar sampai titik ini?

Itu belum seberapa...
Hal yang sebenarnya berharga/bernilai adalah pekerjaan yang anda lakukan, bukan selembar uang 1,000.- itu. Pekerjaan yang selama ini anda lakukanlah yang memberikan sebuah nilai pada selembar uang kertas tersebut, bukan sebaliknya. Sehingga kemudian hal tersebut dapat menjadi sebuah tolak ukur untuk menakar kehidupan anda, seberapa keras anda bekerja dan seberapa banyak "lembaran kertas" yang boleh anda dapatkan.
Jadi mata uang sebenarnya tidak ada nilainya sama sekali, itu hanyalah selembar kertas. Dan sampai kapanpun tidak akan pernah bernilai lebih dari selembar kertas.

Namun, dapat kita lihat bahwa hubungan antara bankir dan anda pada contoh diatas bukanlah hubungan yang harmonis. Hubungan tersebut merupakan hubungan yang sangat tidak sederajat, hubungan antara bankir si penguasa dan anda si budak!

Kenapa? Karena adanya uang diantara mereka!

Bankir telah memperbudak anda. Hanya karena bankir menguasai stock yang hanya selembar 1,000.-. maka si bankir bisa menyuruh anda bekerja kepadanya. Pekerjaan apapun yang bankir ingin agar anda melakukannya, maka itu harus anda lakukan, karena anda mengetahui betapa berharganya selembar kertas tersebut. Dan demi mendapatkan selembar kertas tersebut, anda akan bekerja lalu kembali membayar cicilan dan terus kembali dan kembali lagi kepada si bankir demi mencicil seluruh hutang-hutang anda.

Seperti itulah kan kenyataan pahit yang ada dalam kehidupan kita selama ini!

Namun bukankah kita sering mendengar bahwa “pekerjaan apapun akan aku lakukan, asalkan halal, maka itu tidaklah menjadi masalah” (demi mendapatkan beberapa lembar kertas).

HEY... BANGUN ANAK MUDA !!!

Anda selalu melakukan kegiatan produktif yang bernilai bagi si bankir. Sedangkan si bankir sendiri tidak pernah melakukan kegiatan yang produktif apapun itu bentuknya. Bankir hanya memberi anda selembar uang kertas, tapi justru bankir-lah yang menjadi tuan anda

Bankir akan selalu menjadi orang kaya yang menikmati hidup. Dan anda beserta seluruh anak-cucu anda akan selalu berhutang kepada para bankir, menjadi budak pekerja dan akan terus selalu bekerja untuk mereka.

Seperti itulah prinsip dasar perbudakan uang dalam sistem perbankan yang telah diciptakan oleh kaum Zionis Yahudi di masa silam. Kini sistem perbudakan tersebut sudah dianggap sangat lumrah dan biasa saja karena memang banyak sekali orang yang tidak mengetahuinya.
"Peredaran uang hanya dapat diciptakan dari adanya hutang (dengan cicilan dan riba) sehingga hutang adalah uang dan uang adalah hutang. Semakin anda memiliki banyak uang maka anda pun sesungguhnya memiliki banyak hutang".
Ingatlah selalu bahwa setiap lembaran uang yang ada di dalam bank ataupun dompet anda itu adalah hutang oleh seseorang kepada seseorang! Mengapa? Karena uang hanya dapat beredar jika ada hutang. Oleh karena itu jika semua orang dalam suatu negara dapat melunasi seluruh hutang-hutangnya maka tidak akan ada peredaran uang walaupun itu hanya satu lembar uang senilai 1,000.-. 

Sungguh sangat sederhana, tetapi orang-orang di seluruh dunia sengaja dibuat buta agar tidak mengetahuinya! Dengan menggunakan sistem keuangan yang memanfaatkan stock and flow, bunga/riba dan ketidaktahuan kita, mereka akan terus menghisap darah kita layaknya lintah yang menempel di tubuh, ketika kita sudah hampir mati kehabisan darah, maka mereka akan berpindah ke tubuh yang lainnya.

Uang Bebas dan Algoritmanya yang sangat terkenal: Fractional Reserve Banking - Skema Sindikat Kejahatan Keuangan Perbankan

Saya rasa anda sudah tahu apa itu "mata uang" dan "uang". Dan kenapa ia begitu dibutuhkan?

Ya, uang merupakan alat tukar berupa suatu benda yang memiliki persamaan secara universal dengan harga/nilai barang dan jasa. Jika nilai mata uang benar-benar digunakan untuk kebaikan bersama, maka nilai suatu mata uang tak ada bedanya dengan mata uang lainnya dan kalaupun harus ada, maka itupun hanya akan berbeda sangat tipis hanya karena faktor-faktor tertentu. Tapi sayang, selama ini nilai mata uang digunakan oleh sekelompok oligarki (elit penguasa) dan tirani (penguasa yang menindas) untuk memperbudak kita.
Fungsi utama dari uang sebenarnya adalah untuk mempermudah perputaran barang dan jasa antar manusia, bukanlah sebuah alat untuk menumpuk kekayaan.
Informasi Uang: Anda tidak menyadari bahwa Tuhan anda saat ini adalah uang
Anda tidak menyadarinya
Pada dasarnya manusia hanya membutuhkan sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya hingga ia meninggal dunia. Namun mengapa semua orang terlihat begitu giat untuk mencari uang tambahan diluar dari kebutuhan hidup sehari-hari mereka? Bahkan ada yang tamak bahkan sangat berlebihan. Hal ini menjadi "kebodohan" yang sangat lumrah karena pemikiran kita telah didoktrin sejak ratusan tahun yang lalu oleh kaum Zionis Yahudi demi melancarkan agenda global mereka dalam menguasai peredaran uang di dunia ini. 
Fakta yang sebenarnya manusia butuhkan hanyalah kepastian akan masa depan dan kepastian tersebut seakan-akan hanya dapat dijamin oleh sebuah benda yang biasa kita sebut dengan uang
Memang terkadang pada saat-saat tertentu kita menginginkan/memerlukan suatu barang yang juga memerlukan banyak uang untuk dikeluarkan. Namun tentu hal itu tidak terjadi setiap hari. Misalkan hari ini anda mendapatkan uang 5 juta. Akankan anda membawa uang itu kesana kemari setiap saat ? Apalagi jika uang itu dalam pecahan yang nilainya kecil, atau bahkan koin semua, akankah anda membawa sekarung koin berisi 5 juta tersebut kesana kemari?

Tentu tidak bukan?

Memang suatu saat uang 5 juta itu akan anda gunakan semua, tetapi pastilah anda akan menggunakannya secara bertahap dan selama itu pula sebagian besar dari uang yang anda miliki pasti menganggur. Bahkan mungkin sebelum uang itu habis, anda sudah mendapatkan uang lagi dari pekerjaan anda.

Pada saat kita mempunyai uang yang jumlahnya melebihi kebutuhan kita, pasti kelebihan uang itu akan menganggur. Karena uang itu menganggur maka uang itu pasti akan kita simpan. Dan dimanakah tempat kita menyimpan uang yang aman selama ini? Jawaban anda pasti adalah “bank”. Apalagi uang nganggur yang anda miliki itu jumlahnya cukup banyak, tidak mungkin anda letakkan dibawah kasur atau dalam celengan karena sudah tidak zaman dan tidak aman lagi.

Uang yang menganggur itulah yang biasa kita sebut dengan istilah “uang bebas” dalam kamus perbankan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, hampir semua orang, memiliki uang bebas. Dan secara akumulatif, seluruh uang bebas yang ada di masyarakat sangatlah banyak. Lalu muncul suatu pertanyaan: “Jika ada begitu banyak uang bebas di masyarakat, mengapa ada begitu banyak orang kekurangan uang ?"

Ternyata, masalahnya adalah uang bebas tersebut TERSEBAR TIDAK MERATA diantara orang-orang yang berada di dalam masyarakat itu sendiri. Orang-orang dalam masyarakat memiliki uang bebas dalam jumlah yang berbeda-beda dan pada waktu yang berbeda pula, serta tidak ada suatu mekanisme tertentu untuk mengelola dan memanfaatkan uang bebas tersebut. Seharusnya ada suatu mekanisme dalam masyarakat yang mengelola uang bebas tersebut agar tidak menganggur dan bermanfaat untuk kesejahteraan bersama, sehingga tidak ada lagi orang yang kekurangan uang!
Disinilah bank beserta sistemnya yang busuk melihat adanya "sebuah kesempatan dalam sebuah kesempitan" dari kasus tersebut. Sistem perbankan mulai meracuni kita dengan memberikan iming-iming titipkan uang anda pada kami maka anda tidak perlu repot-repot bersusah payah untuk menjaganya (padahal faktanya selama ini uang anda tidak pernah dijamin oleh bank terkecuali LPS/Lembaga Penjamin Simpanan, tentunya dengan berbagai syarat dan ketentuan yang sangat berat).
Informasi Uang: Maaf, Nasabah di urutan keenam!
Maaf, Nasabah di urutan keenam! 

Hal yang sebenarnya terjadi adalah masyarakat meminjamkan uangnya ke bank bukan menabung/menyimpan, tapi masyarakat tidak tahu dan memang tidak akan pernah diberi tahu.

Seluruh uang masyarakat yang disimpan ke bank, kemudian disebut sebagai aset bank. Lalu aset tersebut dibagi menjadi dua bagian, yang 10% mereka sebut sebagai “cadangan wajib” dan yang 90% sisanya mereka sebut sebagai “kelebihan cadangan”. Hal ini disebut juga dengan istilah "FRACTIONAL RESERVE BANKING" dalam kamus perbankan. Dimana rasio perbandingannya adalah 1 : 9 terhadap seluruh uang masyarakat yang disimpan di bank.

Cadangan wajib yang hanya 10% ini, kemudian mereka bagi menjadi dua bagian lagi, sebagian disimpan di brankas dan sebagian lagi disebar ke berbagai mesin ATM sebagai cadangan jakalau ada masyarakat yang ingin menarik dan membutuhkan sedikit uang tunai mereka dari bank.

Dan karena sisanya yang 90% ini adalah “kelebihan cadangan” maka bank dapat dengan bebas menggunakannya, salah satunya yaitu untuk membeli sesuatu yang biasa mereka sebut sebagai “instrumen investasi”. Contohnya adalah dengan membeli surat utang negara, obligasi negara, sertifikat BI, saham, dan lain sebagainya. Artinya apa?
Hal itu berarti bahwa sebenarnya dari total seluruh uang bebas yang ada di masyarakat, yaitu uang yang mereka simpan di bank ternyata masyarakat hanya membutuhkan uang tunai di bawah 10% dari waktu ke waktu dan ini sudah terbukti dan teruji. Buktinya praktik fractional reserve banking ini selalu berjalan dengan rasio 1 : 9 dan bahkan sudah berjalan selama 300 tahun lebih hingga saat ini.
Bank hanya memiliki uang tunai sebesar 10% dari total nilai tabungan/deposit yang ada padanya, dimana yang 90% hanya berupa data-data di pembukuan mereka dan angka-angka di buku tabungan anda. Ingat bagian yang 90% ini sudah mereka manfaatkan demi keuntungan mereka dan tentu bukan untuk anda. Faktanya para masyarakat yang memiliki uang bebas tersebut, secara keseluruhan tidak pernah mengambil yang 90% itu, apalagi secara bersamaan. Memang benar bahwa setiap hari ada saja orang yang mengambil uang bebasnya dari bank, tapi setiap hari ada juga orang yang memasukkan uang bebasnya ke bank. Sehingga proporsi 1 : 9 tersebut tetap terjaga dan dapat berjalan lancar sampai saat ini.

Lalu kemana lagi masyarakat dapat menyimpan uang bebasnya, adakah pilihan lain?

Tentu saja tidak, karena selama ini bank dan pemerintah telah berhasil memonopoli uang bebas kita tanpa memberitahu fakta yang sebenarnya kepada kita sama sekali. Sungguh luar biasa!

Berikut adalah penjelasan sederhananya:

Saat ada masyarakat yang mengambil uang bebasnya dari bank, kemudian digunakan untuk membeli suatu barang. Maka kemudian uang tersebut oleh sang penjual barang dimasukkan ke rekening bank lagi (bisa jadi sebagian atau seluruhnya). Meskipun bank si pembeli berbeda dengan bank si penjual, pada dasarnya tetap sama saja. Karena seluruh bank merupakan satu jaringan yang terhubung antara satu dengan yang lainnya. Apalagi jika transaksi dilakukan dengan transfer secara elektronik, maka tidak ada satu rupiah pun uang tunai yang keluar dari bank dan uang tersebut tidak perlu dicetak ke dalam bentuk fisik.

Pernahkah anda membeli/membayar sesuatu hanya dengan transfer angka secara digital, baik itu lewat ATM, SMS, ataupun online?

Ya, tidak ada uang kertas atau logam yang terlibat dalam proses transaksi digital tersebut. Tidak ada uang kertas yang berpindah dari bank yang satu ke bank yang lain. Yang ada hanyalah pengurangan dan penambahan angka secara digital. Itulah yang disebut dengan uang giral digital atau banking digital currency. Jadi bisa dikatakan, setiap ada uang bebas yang keluar dari bank, maka tidak lama kemudian pasti akan kembali lagi ke bank melalui tangan orang-orang yang berbeda.

Paham sampai disini?

Kalau begitu, sebenarnya bank dapat saja memberikan profit dalam julah besar bagi para nasabahnya, namun mengapa bank tidak pernah melakukan hal itu?

Secara akumulatif, masyarakat ternyata hanya membutuhkan kurang dari 10% uang bebasnya dan yang mereka ambil itu adalah uang mereka sendiri + bunga simpanan yang diberikan oleh bank. Namun selama ini berapa profit yang anda dapatkan dari bunga simpanan bank? Berapa besarnya profit deposito anda? Sungguh nilai yang teramat sangat kecil apabila dibandingkan dengan keuntungan bank yang begitu fantastis!

Pada dasarnya bank sebenarnya sanggup memberikan keuntungan 100% bahkan lebih kepada para nasabahnya, namun bank sangat menyadari sikap dan tingkah-perilaku manusia yang tidak pernah puas. 

Semakin banyak uang yang dimiliki manusia, maka akan semakin bertambah pula keinginannya, termasuk kebutuhan yang dibuat-buat berdasarkan hawa nafsu manusia itu sendiri. Jadi anggap saja saat bank memberikan 100% keuntungan, maka uang nasabah-pun naik menjadi 2 kali lipat dan keinginan mereka-pun juga naik tak karuan, katakanlah dua kali lipat pula. Maka secara teoritis, keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya-pun naik juga dua kali lipat. Yang tadinya hanya sekitar 10% menjadi 20%.

Hal ini tentunya sangatlah merugikan bank karena cadangan wajib bank yang tadinya hanya 10% kini sudah tidak cukup lagi, karena keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya menjadi 20%. Maka bank juga terpaksa harus menaikkan cadangan wajibnya menjadi 20%, sehingga rasio yang pada awalnya 1 : 9 harus berubah menjadi 2 : 8 dan itu dianggap sangat mengganggu keseimbangan hukum fractional reserve banking mereka!

Dan apabila cadangan wajib terpaksa dinaikkan menjadi 30%-pun, maka sebenarnya bank tetap masih punya 70% kelebihan cadangan (uang kita) yang bisa mereka gunakan untuk "koprol" sambil berguling-guling kesana-kemari.

Atau katakanlah dengan uang mereka yang naik jadi 2 kali lipat karena profit 100% perbulan, ternyata keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya naik menjadi 5 kali lipat, jadi bank dengan terpaksa harus menyediakan cadangan wajib 5 kali lipat juga. Yaitu, 5 x 10% = 50%, untuk memenuhi peningkatan atas keinginan masyarakat untuk menggunakan uang bebasnya tersebut.

Dan lagi-lagi ternyata masih ada kelebihan cadangan 50% uang bebas (uang kita), yang sekali lagi bisa mereka gunakan untuk "koprol" sambil berguling-guling kesana-kemari.

Jadi secara matematisnya, profit 100% perbulan ternyata masih masuk akal. Bahkan diatas 100% pun masih sangat masuk akal. Karena pada kenyataannya masyarakat secara keseluruhan, sejak beberapa abad yang lalu hingga hari ini tidak pernah menggunakan seluruh uang bebas mereka, selama ini masyarakat hanya menggunakan kurang dari 10% uang bebas mereka.

Tahukah anda bahwa faktanya uang yang selalu beredar dalam bentuk fisik (kertas/koin) di dunia ini hanyalah sebesar 3% dari jumlah keseluruhan uang yang ada di dunia?

Tapi kenapa bank tidak pernah menaikkan profit para nasabahnya? Kenapa bank tidak pernah melakukan itu semua demi membantu mensejahterakan perekonomian suatu bangsa?

Saya rasa anda sudah tahu jawabannya!

Informasi Uang: Mereka para penikmat kerja keras anda!
Para penikmat kerja keras anda
Mereka tidak ingin membuat anda sejahtera, dari dulu yang para bankir inginkan hanyalah menipu dan memperbudak anda! Ingatlah bahwa sejak awal penciptaannya uang hanya bisa diciptakan dari sebuah hutang dan hal tersebut tidak akan pernah berubah sampai kapanpun juga. Mereka telah berhasil memainkan doktrin dan monopoli mereka di seluruh dunia ini, dimana anda terpaksa harus menyimpan (meminjamkan) uang anda ke bank karena tidak boleh ada tempat lain selain dari itu. Hal yang mereka sebut-sebut sebagai simpanan atau tabungan sebenarnya hanyalah bualan belaka yang mereka gunakan untuk menipu kita semua!

Informasi Uang: Yakin anda sudah merasa bebas hidup seperti ini?

Informasi Uang: Perbudakan terkejam sepanjang sejarah manusia




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments