Mie Instan - Makanan ini sama sekali "TIDAK" berbahaya!

Mie instan - Banyak wacana yang menganggap bahwa makanan ini sangat berbahaya bagi tubuh anda padahal fakta berkata sebaliknya! 


Informasi Mie Instan: Makanan ini tidak berbahaya!

Mie instan merupakan salah satu makanan cepat saji yang sangat nikmat untuk dikonsumsi oleh semua kalangan baik itu yang tua ataupun yang muda. Makanan ini tidak memandang derajat kasta, baik si miskin ataupun si kaya pasti akan menyukainya. Saat ini banyak sekali varian dari mie instan yang ada di dunia ini, namun seiring dengan berjalannya waktu dan kemunculan berbagai varian tersebut, maka timbullah beberapa pendapat tentang bahaya mengkonsumsi mie instan di tengah-tengah masyarakat kita yang sebenarnya tidak jelas asal-usul penemuannya. 

Banyak orang berkata bahwa mie instan adalah penyebab utama terganggunya pencernaan (lambung), menyebabkan penyakit liver, kanker usus dan lain sebagainya. Padahal faktaberkata sebaliknya, bahkan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) di seluruh dunia sudah mengklarifikasi isu terkait bahaya mie instan yang tersebar luas dimana-mana, termasuk juga di Indonesia. Oleh karena itu kita seharusnya mampu berpikir secara cerdas dan bijak ketika menanggapi isu-isu yang tidak jelas asal-usulnya, mari kita simak penjelasan berikut yang terkait dengan bahaya mie instan:

Isu yang beredar: Mie instan mengandung lilin

Informasi Mie Instan: Isu lilin pada mie instan
Isu lilin pada mie instan
Banyak sekali media-media diluar sana yang menyatakan bahwa mie instan banyak mengandung senyawa lilin (parafin) sehingga ketika kita merebusnya maka akan terlihat wana yang agak kekuning-kuningan pada airnya.

Fakta yang sebenarnya: Mie instan sama sekali tidak mengandung lilin

Banyak anggapan menyebut bahwa warna kuning di air rebusan mie instan menunjukkan mie instan mengandung lilin. Namun tahukah Anda bahwa makanan alami seperti apel dan kol (kubis) juga mengandung kandungan lilin alami? Untuk apa senyawa lilin tersebut?

Sejatinya, senyawa lilin yang tersebut adalah senyawa inert yang memiliki fungsi untuk melindungi makanan agar tak cepat basah dan sehingga lebih tahan terhadap pembusukan. Ketika kita mencuci apel ataupun kol (kubis) makanan tersebut tidak akan langsung basah dan jika kita menggosoknya maka si apel tersebut akan terlihat mengkilap, hal tersebut adalah efek lilin yang ada pada apel. 

Mie instan bisa saling tidak melekat satu sama lain bukanlah karena penggunaan zat lilin, melainkan karena adanya kandungan minyak di dalam mie instan. Pada pembuatannya, mie instan melalui proses deep frying yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dan membuat mie instan tetap awet. Dari proses inilah, minyak terserap ke dalam adonan mie instan dan akhirnya dikeluarkan pada saat pemasakan.

Isu yang beredar: Mie instan mengandung karet sehingga ia terasa kenyal

Informasi Mie Instan: Isu karet pada mie instan
Isu karet pada mie instan
Beberapa orang mengatakan bahwa mie instan mengandung karet oleh karena itu terkadang kita merasakan ada beberapa jenis mie instan yang ketika digigit akan terasa kenyal. 

Fakta yang sebenarnya: Tidak ada sedikitpun kandungan karet pada mie instan

Sama sekali tidak ada bahan karet dalam bahan baku mie instan. Mie instan dibuat dari bahan-bahan pilihan yang memang bermutu dan berkualitas tinggi seperti tepung terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1, B2 asam folat dan lain sebagainya. Begitu pula dengan bumbu-bumbu yang terkandung didalam mie instan yaitu bawang merah, cabai merah, bawang putih dan rempah-rempah lainnya. Pembuatannya digarap sangat serius dan telah melalui proses QC (Quality Control) yang sangat ketat. Jadi jika memang anda merasakan kekenyalan mie instan, hal itu memang karena mie instan terbuat dari bahan-bahan bermutu, bukan karena adanya kandungan zat sejenis karet atau yang lain sejenisnya.

Isu yang beredar: Mie instan menyebabkan kanker dan tumor ganas

Informasi Mie Instan: Isu mie instan penyebab kanker
Isu mie instan penyebab kanker
Ada beberapa isu yang beredar kuat di masyarakat yang menyebutkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi mie instan akan lebih mudah terkena kanker dan tumor ganas karena mie instan terbuat dari bahan-bahan yang berbahaya.

Fakta yang sebenarnya: Komposisi bahan baku mie instan tidak sanggup untuk menimbulkan kanker apalagi tumor ganas

Hingga saat ini belum ada laporan resmi di belahan dunia bagian manapun terkait mie instan sebagai penyebab utama munculnya penyakit kanker dan tumor ganas. Tidak ada satupun lembaga penelitian yang kompeten menyatakan bahwa mie instan bisa menimbulkan kanker ataupun tumor ganas pada manusia.

Proses seseorang hingga mengidap kanker sangatlah rumit, salah satunya disebabkan oleh senyawa karsinogen yang masuk ke tubuh bersama dengan makanan. Namun hingga kini belum ada laporan kandungan senyawa karsinogen pada mie instan. 

Isu yang beredar: Air rebusan mie instan harus dibuang karena mengandung zat beracun

Informasi Mie Instan: Isu air rebusan mie instan
Isu air rebusan mie instan
Air rebusan yang dipakai untuk merebus mie instan lebih baik dibuang dan diganti dengan air mendidih lain yang baru. Bahkan ada yang mengatakan sebaiknya air rebusan mie instan lebih baik diganti sebanyak 2 sampai 3 kali agar benar-benar terbebas dari racun yang terkandung didalamnya.

Fakta yang sebenarnya: Air rebusan mie instan justru sangat bermanfaat

Prof. Dr. Hardinsyah, MS, selaku Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa air rebusan mie instan tersebut justru dilarang untuk dibuang ataupun diganti dengan yang baru. Karena ada beberapa vitamin di dalam terigu yang akan larut ke dalam air rebusan ketika di masak. Air rebusan yang digunakan untuk merebus mie instan ini ternyata mengandung betakaroten serta tokoferol yang sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh anda

Beta karoten dikenal karena antioksidannya yang kuat sebagai pelindung terhadap kemungkinan timbulnya kerusakan terhadap sel tubuh. Para ahli menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi beta karoten yang terkandung di dalam air rebusan mie instan, anda justru meminimalisir resiko terkena serangan beberapa jenis kanker dan jantung. Senyawa ini juga sebenarnya dapat ditemukan pada banyak jenis sayuran dan buah-buahan, misalnya pada wortel, buah labu, blewah, brokoli, bayam, mangga, melon, aprikot atau pada jenis buah lain yang mempunyai warna kuning (orange).

Sedangkan tokoferol yang terkandung di dalam air rebusan mie instan ini akan melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh anda dari kerusakan. Selain bisa melindungi dari akibat kelebihan vitamin A dan melindungi vitamin A dari kerusakan, tokoferol juga bisa melindungi tubuh dari akibat berbagai obat, bahan kimia, dan logam yang mendukung pembentukan radikal bebas.

Lalu bagaimana dengan mie instan yang berjenis mie goreng (dimakan tanpa air kuah rebusan)?

Inilah salah satu kelebihan dari sistem produksi mie instan, Julia Atman, General Manager International Food Noodle Division mengatakan bahwa setiap jenis mie instan yang berjenis mie goreng (dimakan tanpa air kuah rebusan) wajib menambahkan vitamin tambahan pada bumbunya sebagai pengganti vitamin yang terbuang dengan air rebusan tersebut.

Isu yang beredar: Mie instan yang berada dalam kemasan cup styrofoam jauh lebih berbahaya

Informasi Mie Instan: Isu bahaya kemasan mie instan
Isu bahaya kemasan mie instan
Ada anggapan yang mengatakan bahwa mie instan yang berada di dalam kemasan gelas (cup noodle) jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan mie instan jenis lainnya. Karena kemasan cup tersebut akan bereaksi dengan air panas dan menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh.

Fakta yang sebenarnya: Kemasan cup styrofoam yang digunakan untuk membungkus mie instan sama sekali tidak berbahaya

Styrofoam untuk mie instan terbukti aman di gunakan, karena telah melewati standar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Cup yang dipakai mie instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. ia memang bisa menyerap panas, ini terbukti setelah di seduh air panas, tidak terasa panas di tangan ketika dipegang. Tetapi karena proses pressing-nya memenuhi standar, tidak menyebabkan molekul styrofoam larut (rontok) bersama mie instan yang di seduh air panas. Jadi, jika selama ini khawatir dengan mie instan menempel pada cupnya ketika di seduh air panas, semata-mata disebabkan tingginya kadar minyak dalam mie instan (sekitar 20%).

Bahkan dari segi desain pun sangat diperhatikan dengan yaitu dengan menambahkan gerigi pada bagian atas cup, sehingga induksi panas tidak langsung menjalar ke tangan. Selain itu, expandable polysteren yang di gunakan mie instan cup telah melewati penelitan BPOM dan Japan Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan. Berdasar penelitian tsb, kemasan ini aman digunakan.

Isu yang beredar: Mie instan mengandung bahan pengawet yang sifatnya sangat berbahaya

Informasi Mie Instan: Isu pengawet pada mie instan
Isu pengawet pada mie instan
Mie instan juga terkena isu bahan pengawet yang sangat berbahaya bahkan beberapa isu menyebutkan bahwa bahan pengawet yang digunakan di dalam mie instan bukanlah bahan pengawet makanan.

Fakta yang sebenarnya: Mie instan tidak mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi tubuh dan sudah teruji di seluruh dunia

Proses pembuatan mie instan menggunakan metode khusus agar lebih awet yaitu dengan cara digoreng sampai kering hingga kadar airnya tidak ada lagi. Dengan demikian, mie instan menjadi lebih tahan lama. Cara pengawetan seperti ini biasa kita sebut dengan istilah deep frying yang bisa kadar air hingga sekitar 58%. Metode lainnya adalah dengan menggunakan hot drying air (pengeringan dengan udara panas) dimana pengeringan dengan cara ini dikenal lebih efektif apabila dibandingkan dengan metode sebelumnya karena ia mampu menekan kadar air hingga 73%. Inilah sebenarnya cara-cara yang membuat mie instan bisa awet dan bertahan hingga berbulan-bulan lamanya, bahkan apabila pengerjaan pengawetannya dilakukan secara sempurna, mie instan ini bisa diawetkan hingga bertahun-tahun lamanya tanpa sedikitpun menggunakan zat kimia pengawet buatan asalkan kemasannya terlindung secara sempurna

Dengan kadar air yang sangat minim ini, bakteri pembusuk tidak mungkin dapat hidup di dalam kemasan mie instan apalagi sampai berkembang biak. Oleh karena itulah mie instan tidak beraroma ketika dalam wujud yang kering dan tidak menggumpal secara basah meskipun didiamkan dalam waktu yang lama.

Sedangkan penggunaan Asam benzoate atau benzoic acid (INS. 201) pada jenis-jenis mie instan tertentu merupakan jenis pengawet yang diizinkan dalam produk pangan di seluruh dunia. Metil paraben (Methyl p-hydroxybenzoate) yang juga terkadang disisipkan dalam komposisi mie instan memiliki ADI sebesar 0-10 mg/kg berat badan dan asam benzoat memiliki ADI sebesar 0-5 mg/kg berat badan. Acceptable Daily Intake (ADI) atau asupan harian yang dapat diterima adalah jumlah maksimum bahan tambahan pangan dalam milligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan. Pada jumlah konsumsi pangan yang normal, maka paparan metil paraben tidak akan melebihi ADI.

Methyl p-hydroxybenzoate (metil parahidroksibenzoat) atau metil paraben adalah pengawet yang juga diizinkan digunakan dalam produk pangan dengan jumlah tertentu. Metil paraben digunakan untuk mengawetkan kecap yang merupakan bumbu pelengkap pada mie instan. Beberapa negara, seperti Jepang dan Taiwan justru tidak mengatur penggunaan metil paraben dalam mie instan, walaupun dalam regulasinya diatur pengawet lain dalam produk mie instan dengan tingkat keamanan mirip dengan metil paraben, yaitu etil paraben, propil paraben, butil paraben, isopropil paraben dan isobutyl paraben dengan batas maksimum yang ditentukan. 

Isu yang beredar: Mie instan mengandung MSG yang kadarnya sangat tinggi dan membahayakan tubuh

Informasi Mie Instan: Isu MSG berlebih di mie instan
Isu MSG berlebih di mie instan
Beberapa bahan kandungan mie instan yang memiliki isu bahaya adalah monosodium glutamat, methyl p-hydroxybenzoate dan asam benzoat. Banyak orang yang mengatakan bahwa ahan-bahan kandungan ini dinyatakan memiliki jumlah yang sangat berlebihan pada mie instan sehingga apabila dikonsumsi akan membahayakan tubuh anda.

Fakta yang sebenarnya: Kadar MSG pada mie instan sama sekali tidak berbahaya bagi tubuh anda bahkan dapat dikonsumsi setiap hari

Monosodium glutamat (MSG) adalah penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified, artinya bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan. Namun ada beberapa data yang menunjukkan bahwa beberapa orang tertentu sensitif terhadap MSG.

Dan kenyataannya sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang sah menyatakan bahwa MSG ataupun metil paraben dapat merusak usus, liver ataupun sakit maag.

Penggunaan Monosodium Glutamate (MSG) pada pangan olahan mie instan menurut Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), Monosodium Glutamate tidak menimbulkan bahaya terhadap kesehatan karena memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified (tidak dinyatakan). ADI tidak dinyatakan atau ADI not specified adalah istilah yang digunakan untuk bahan tambahan pangan yang mempunyai toksisitas yang sangat rendah, berdasarkan data (kimia, biokimia, toksikologi, dan data lainnya), jumlah asupan bahan tambahan pangan tersebut jika digunakan dalam takaran yang diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan serta pertimbangan lain, FDA juga menyatakan bahwa monosodium glutamat termasuk senyawa yang aman (GRAS atau Generally Recognize As Safe).

Isu yang beredar: Mengkonsumsi mie instan dapat menyebabkan obesitas

Informasi Mie Instan:Isu mie instan penyebab obesitas
Isu mie instan penyebab obesitas
Isu mengenai obesitas juga sempat dituduhkan kepada mie instan, karena sifat bahan bakunya dikatakan mirip dengan junk food sehingga apabila dikonsumsi akan menimbulkan penimbunan lemak berlebih pada tubuh.

Fakta yang sebenarnya: Kadar komposisi mie instan tidak sanggup untuk menyebabkan obesitas

Ada beberapa anggapan yang menyebutkan juga bahwa seseorang itu makin gemuk karena ia terlampau banyak mengkonsumsi mie instan. Padahal kegemukan itu hanya bisa terjadi jika anda mengkonsumsi jumlah kalori secara berlebihan. Faktanya setiap mie instan hanya memiliki kandungan kalori rata-rata 460 kal/100g, dimana artinya jika satu bungkus mie beratnya 50-60 gram, maka kandungan kalorinya hanya 267 kal. Sedangkan kebutuhan rata-rata kalori manusia menurut standar internasional yaitu 2.000 kalori dalam setiap harinya.

Kebutuhan kalori setiap orang memang berbeda-beda. Orang dewasa dengan berat tubuh sekitar 55 kilogram membutuhkan kalori 2.000 kal. Artinya, jika orang dewasa dengan berat tubuh 55-65 kg tersebut mengkonsumsi mie instan setiap harinya, maka ia hanya mengkonsumsi 267 kal saja, atau hanya 13% dari kebutuhan kalorinya per hari. Bagaimana bisa konsumsi kalori yang hanya 13% ini sanggup menyebabkan obesitas? 

Isu yang beredar: Mie instan mengandng pewarna pakaian

Informasi Mie Instan: Isu pewarna pakaian pada mie
Isu pewarna pakaian pada mie
Mitos lainnya yang menimpa mie isntan adalah perihal penggunaan pewarna pakaian yang sudah tentu tidak dapat dikonsumsi oleh tubuh manusia.

Fakta yang sebenarnya: Tidak ada satupun bahan pewarna pakaian yang terkandung dalam komposisi mie instan

Warna kuning yang terdapat air hasil rebusan mie instan sesungguhnya berasal dari zat pewarna Tatrazine (CH940). Zat ini diakui oleh dunia internasional sebagai senyawa pigmen food grade yang aman untuk dikonsumsi. Zat pewarna Tatrazine ini adalah senyawa pigmen food grade dan sudah diberi izin untuk digunakan sebagai pewarna makanan secara internasional di seluruh dunia karena zat pewarna ini sudah lolos uji standar bahan baku pangan internasional. Secara nasional sendiri, pewarna makanan ini juga sudah diberi izin oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Jadi bisa dipastikan bahwa zat pewarna ini aman untuk dikonsumsi. Sehingga tidak aneh jika banyak jenis makanan lainnya yang juga menggunakan zat pewarna berjenis Tatrazine ini, contohnya yaitu agar-agar, kripik, sereal, makanan ringan, sup instan, selai, permen, yoghurt kemasan dan ratusan jenis makanan lainnya.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments