Meditasi - Berbagai dampak buruk yang tersembunyi dibaliknya

Meditasi - Ternyata memiliki berbagai dampak buruk tersembunyi dibalik setiap manfaatnya yang selama ini banyak diagungkan oleh para spiritualis


Informasi meditasi: berbagai dampak buruk yang tersembunyi dibaliknya

Berikut ini kami akan menjelaskan berbagai manfaat meditasi dan juga bahayanya secara lengkap dan terperinci agar anda bisa mempertimbangkan baik-buruknya sebuah meditasi terhadap tubuh, pikiran dan hidup anda.

Pada dasarnya meditasi adalah perilaku berdiam diri dalam postur tubuh tertentu sesuai dengan tujuan dari meditasi tersebut, umumnya meditasi ini berbentuk duduk, namun ada juga meditasi yang dilakukan secara berdiri dan posisi tertidur.

Tujuan dari meditasi itu sendiri sebenarnya sangat bervariasi namun pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kualitas diri si pelaku meditasi tersebut, entah itu kewaspadaan, menyatu dengan alam, kedamaian diri, penghilangan hawa nafsu berlebih atau menahan diri untuk melakukan tindakan tertentu yang tidak diinginkan. Tinjauan positif dan negatif mengenai meditasi yang akan dijelaskan berikut ini tidak dapat digeneralisir untuk semua tipe meditasi. Anda sebagai pembaca harus memahami konteks dari meditasi berjenis apa yang bisa memunculkan dampak positif atau negatif yang dimaksud dalam artikel ini.

Dampak positif dari meditasi:

Informasi meditasi: Pahatan meditasi pada candi
Pahatan meditasi pada candi
Meditasi yang kita kenal sekarang ini sebenarnya adalah sebagian dari tradisi agama Hindu dan Buddha, dimana pada saat ini meditasi mulai digunakan dalam praktek dunia psikologi di negara-negara barat untuk mengangkat berbagai kondisi fisik dan mental. Penelitian ilmiah meditasi umumnya ada dalam payung psikologi positif. Penelitian yang telah dilakukan terhadap meditasi ini telah meningkat selama hampir 20-30 tahun terakhir. Pada tahun 2011, National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) NIH melakukan sebuah studi dan melaporkan temuan studinya dimana otak menghasilkan citra resonansi magnetik ketika manusia melakukan praktik meditasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 160 partisipan dalam kurun waktu selama 2 minggu di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Lembaga Citra Syaraf Bender di Jerman dan Sekolah Medis Universitas Massachusetts. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “meditasi juga mewakili mekanisme otak yang berasosiasi terhadap perbaikan kesehatan mental dan spiritual”.

Sebuah studi pada bulan Januari 2011 di jurnal Psychiatry Research: Neuroimaging, berdasarkan pencitraan resonansi magnetik (MRI) dari para partisipan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR), menyatakan kalau “partisipasi dalam MBSR berasosiasi dengan perubahan konsentrasi "materi abu-abu" di daerah otak yang bertanggung jawab atas proses belajar dan mengingat, pengaturan emosi, proses referensi diri dan pengambilan sudut pandang.”

Dampak negatif dari meditasi:

1. Bahaya depersonalisasi bagi para pelaku meditasi

Informasi meditasi: Ilustrasi disosiatif
Ilustrasi disosiatif
Terdapat jenis meditasi khusus yang disebut meditasi disosiatif. Meditasi disosiatif adalah meditasi yang bertujuan untuk memisahkan individu sebagai pengamat sebuah fenomena ketimbang melibatkan individu ke dalam sebuah aktivitas. Biasanya meditasi semacam ini disebut meditasi pembebasan dengan maksud membebaskan jiwa pelaku dari sebuah pengikat, misalnya nafsu-nafsu jasmaniah dan lain sebagainya.

Meditasi-meditasi dengan model seperti ini berfokus pada penghapusan ego dan menciptakan diri yang lebih menyatu dengan alam secara universal. Ternyata praktek semacam ini sudah dilakukan di India selama lebih dari 2000 tahun sebelum meditasi dikenal luas oleh publik. Praktek spiritual semacam ini telah begitu mengakar sehingga mereka lebih memandang dunia luar hanya sejauh ia ikut campur dalam hidup mereka secara langsung. Hal ini berakibat pada rendahnya kesadaran diri akan adanya subjek lain di dunia ini, sampai pada level hak dan tanggung jawab warga negara secara politik, sebuah mentalitas yang menyulitkan demokrasi dan memudahkan rezim otoriter berkuasa atas masyarakat.

Informasi meditasi: Saya adalah ilusi?
Saya adalah ilusi?
Dalam psikologi, kepribadian semacam ini disebut kepribadian disosiatif. Gejala disosiatif adalah kondisi dimana seseorang merasa terlepas dari diri sendiri. Ia akan merasakan kalau dirinya atau lingkungannya sebagai sesuatu yang tidak nyata. Ia akan merasakan tidak memiliki kontrol atas diri sendiri. Dalam pikirannya, dunia hanyalah sebuah perasaan yang muncul dari dalam dirinya sendiri, dengan kata lain dunia ini hanyalah sebuah ilusi.

Sehingga pertanyaan yang muncul di benak orang-orang yang melakukan meditasi jenis ini adalah: Apakah saya merupakan masalah bagi tubuh ini atau apakah tubuh ini merupakan masalah bagi saya? Dan pada tahap ekstrim, hal ini sanggup membawa manusia terhadap pemikiran-pemikiran buruk hingga menyebabkan ia sanggup membunuh dirinya sendiri dengan alasan membebaskan diri dari “belenggu” jasad.

Meditasi disosiatif bukanlah sebuah solusi yang masuk akal untuk menghadapi masalah yang dialami sebuah individu di lingkungan masyarakat. Masalah penderitaan sosial adalah masalah yang nyata dan oleh karenanya keterlibatan seorang individu tersebut dalam lingkungan bermasyarakat sangatlah dibutuhkan.

2. Bahaya hipoksia bagi para pelaku meditasi

Informasi meditasi: Efek hipoksia
Efek hipoksia
Meditasi biasanya dilakukan pada ruangan yang sepi dan sesedikit mungkin adanya derau gangguan dari dunia luar. Kita memejamkan mata sehingga melihat langsung bintik-bintik reseptor cahaya di retina (derau semut seperti di layar televisi tanpa siaran). Dengan tindakan semacam ini, pikiran akan lebih mudah berfokus pada sensasi ketubuhan. Nafas juga diatur sedemikian rupa oleh pikiran (bukannya langsung tanpa sadar oleh otak). Nafas yang diatur bukan hanya mengalihkan pikiran pada bagaimana bernafas yang baik namun juga membawa pada hipoksia. Hipoksia adalah kondisi dimana pasokan oksigen menjadi rendah di otak. Dalam kondisi hipoksia, pikiran menjadi sangat tenang dan nafas menjadi sangat lembut. Semakin rendahnya pasokan oksigen ke otak, maka aktivitas otakpun semakin menurun. Dan jika seorang pelaku meditasi telah merasakan kedamaian seperti ini, maka sesungguhnya ia tidak merasakan kedamaian yang sesungguhnya secara psikis namun ia merasakan kedamaian buatan secara biologis.

Berfokus pada nafas dan sensasi diri memang membuat pikiran kita menjadi lebih tenang, namun hal ini bisa berakhir pada sensasi hipoksia yang sangat berbahaya. Dengan adanya ketenangan pikiran, pelaku dapat berkonsentrasi pada berbagai macam sensasi yang ada pada tubuhnya. Meditasi berjenis goenka misalnya, para ahli meditasi dan juga para spiritualis yang mendalami meditasi jenis ini menyebutkan bahwa ketika manusia berada di dalam meditasi maka ia akan mampu merasakan seluruh gerak individual molekul dan atom di tubuh kita sebagai tanda kita mulai mampu memisahkan antara jiwa dan raga

Padahal hal tersebut sama sekali tidak benar, sensasi bergetar ketika berada dalam kondisi hipoksia disebabkan oleh kesemutan, hanya saja kesemutan ini berasal dari syaraf di dalam tubuh kita sendiri yang kekurangan aliran darah dan oksigen.

Lalu apa masalah yang sesungguhnya antara meditasi dan hipoksia? Tentunya adalah ketidaksiapan tubuh dalam menghadapi berbagai jenis kejutan. Sebagai contohnya ialah sepasang mata yang tertutup lama, maka ia tidak akan siap menghadapi cahaya yang terang secara tiba-tiba ketika sudah tidak lagi terpejam, begitu juga tubuh yang terdiam pada waktu lama, ia tidak akan siap untuk melakukan gerakan yang secara normal dapat kita lakukan. Sehingga apabila hal tersebut dipaksakan, maka kita bisa mendapatkan serangan jantung atau setidaknya epilepsi dan berbagai gangguan syaraf lainnya.

3. Meditasi dapat mengganggu sistem syaraf otonom

Informasi meditasi: Sistem syaraf otonom
Sistem syaraf otonom
Reaktivitas otak pada sensasi penginderaan manusia merupakan hasil evolusi kita untuk bertahan hidup. Segera setelah tubuh merasakan sakit, panas, dingin atau kondisi berbahaya lainnya, maka otak akan memberi sinyal pada tubuh kita agar bereaksi sedemikian rupa sehingga kita menjauh dari kondisi bahaya tersebut. Ketika kita bersemedi dalam postur yang sama secara terus menerus misalnya, otak menganggap hal tersebut berbahaya bagi peredaran darah atau menekan beberapa syaraf penting. Karena alasan inilah, otak kita secara tidak langsung menyuruh tubuh untuk berganti posisi.

Tindakan menahan diri dari keinginan untuk berganti posisi dengan alasan melatih diri agar tidak terpengaruh rangsangan dunia luar tubuh menjadi sebuah hal yang sangat berbahaya. Memang beberapa reaksi tubuh dapat dipandang sebagai reaksi yang berbahaya bagi kehidupan sosial, misalnya marah, takut, egois, nafsu, agresi, stress, hiperaktivitas. Namun tubuh memiliki sistem otonomnya sendiri yang bekerja secara otomatis dalam menyesuaikan berbagai komponen syaraf yang mungkin tidak diperhitungkan oleh kita ketika kita berada dalam kondisi yang sadar. Inilah alasan yang sesungguhnya mengapa detak jantung kita berada di bawah sistem syaraf otonom bukannya diatur secara sadar oleh kita. Karena jika hal ini terganggu, maka setiap manusia akan sangat mudah mendapat serangan jantung.

4. Masalah ketenangan pikiran bagi para pelaku meditasi

Informasi meditasi: Masalah kreatifitas
Masalah kreatifitas
Mungkin anda heran mengapa ketenangan pikiran dipandang sebagai dampak negatif. Hal ini memang cukup subjektif tetapi ketika kita bawa pada ranah keilmuan ilmiah modern sekarang ini, maka pikiran yang tidak tenang sungguh merupakan sebuah hal yang sangat penting. Pikiran yang tidak tenang ditandai oleh banyaknya ucapan-ucapan saling tumpang tindih dalam otak. Dalam sekian detik, otak anda memikirkan tentang suatu hal, namun sesaat kemudian pindah ke hal lain. Dalam satu menit, anda telah memikirkan banyak hal seperti masa kecil, kejadian tadi pagi, masa datang seperti apa dan lain sebagainya, semua seperti potongan-potongan halaman dari ratusan buku yang tercerai-berai dan disatukan secara acak dalam sebuah buku. Semua hal tersebut menunjukan bahwa otak kita berada dalam kondisi yang sehat dan aktif dalam berpikir, bahkan hal ini juga menunjukkan bahwa impuls listrik pada otak kita masih bekerja dengan sangat baik. Oleh karena itu jika ada sesorang yang memiliki pikiran yang terlalu tenang maka kesehatan otaknya justru sangat diragukan. Karena otak manusia hanya akan memikirkan apa yang ia anggap bernilai sehingga jika seseorang memiliki pikiran yang terlalu tenang/hampa, maka kemungkinan besar ia sudah tidak lagi memiliki sesuatu yang bernilai dalam hidupnya.

Pikiran yang tidak tenang justru merupakan sumber dari pemikiran-pemikiran yang kreatif. Jika anda memikirkan sekian banyak hal yang sama-sekali tidak berhubungan dalam satu menit maka pasti akan ada satu hubungan mendadak yang muncul secara tiba-tiba dan tak terduga diantara pemikiran-pemikiran tersebut. Dan apabila individu memutuskan untuk memikirkannya secara lebih jauh, maka hal tersebut dapat menjadi sebuah hal yang sangat mengejutkan (tentunya bisa bersifat baik ataupun buruk) seperti munculnya penemuan-penemuan solusi baru atas masalah-masalah yang penting atau penemuan ide-ide untuk menjadi kaya. Penting untuk anda ketahui bahwa di dalam dunia yang penuh persaingan pada era modern seperti ini, pemikiran kreatif sangatlah dibutuhkan untuk bisa memenangkan sebuah persaingan.

5. Hilangnya penghargaan pada nilai-nilai estetika

Informasi meditasi: Ilusi
Ilusi
Dalam meditasi jenis tertentu, pelaku menjadi sangat terfokus pada dirinya sendiri. Dunia luar menjadi sesuatu yang sekunder bahkan ia bisa dianggap menjadi sesuatu yang bersifat tersier. Akibatnya adalah individu bisa menjadi seseorang yang memiliki sifat egois yang sangat kuat. Ia tidak memandang pemandangan alam, bintang-bintang, keluarga, seks, tetesan hujan, bunga-bunga, dan deburan ombak sebagai sesuatu yang indah. Mereka dianggap hanyalah hawa nafsu belaka. Pada taraf tertentu, mereka bahkan tiba pada kesimpulan kalau dunia ini hanya ilusi. Walaupun hal tersebut masih merupakan sebuah perdebatan yang panjang dalam ranah filsafat, satu hal yang pasti adalah hilangnya sistem nilai yang mengikat antara dirinya dan masyarakat.

Kesimpulan perihal meditasi beserta berbagai dampak buruk yang tersembunyi dibaliknya:

Meditasi memiliki berbagai manfaat yang cukup baik bagi manusia, tetapi apabila ia dilakukan secara terus-menerus, maka hasilnya justru bisa berbalik menjadi bumerang. Meditasi yang dilakukan secara rutin dan terus menerus bukan hanya berbahaya bagi jiwa tetapi juga bagi tubuh anda. Sebenarnya beberapa bentuk meditasi bisa digantikan dengan bentuk-bentuk latihan penajaman konsentrasi lainnya yang metodenya sekarang ini sudah banyak diketahui oleh publik. Diperlukan sebuah kebijaksanaan yang cukup untuk menyikapi segala klaim yang datang dari jasa meditasi agar keinginan kita untuk menjadi lebih baik dapat terfasilitasi secara tepat sasaran.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments

  1. Saya ngak nyagka loh ternyata meditasi bisa menimbulkan dampak buruk juga rupanya. Saya pikir selama ini bebas dari dampak negatif. Terimakasih atas infonya, keep posting artikel bermutu kayak gini ya !

    ReplyDelete

Post a Comment