Konspirasi - Sejarah awal kemunculannya di dunia ini

Konspirasi - Fakta sejarah awal kemunculannya yang selama ini tidak banyak diketahui oleh orang awam, bahkan terkadang para pakar pun tidak menyadarinya


Informasi Konspirasi:

Konspirasi, merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Sudah bukan hal aneh lagi jika kata "konspirasi" ini menjadi sesuatu yang menarik perhatian kalangan intelektual yang selalu haus akan fakta kebenaran tetapi menjadi bahan candaan dan tertawaan di kalangan masyarakat awam dan bodoh
Konspirasi adalah sebuah tindakan permufakatan antara satu orang atau lebih untuk melakukan sebuah kejahatan terselubung dalam rangka memenuhi berbagai tujuan yang dilegalkan melalui tindakan, ucapan, atau perbuatan yang sifatnya negatif dan merugikan.
Sejarah mendasar awal mula terjadinya konspirasi sejatinya muncul di permukaan bumi ini jauh sebelum orang orang mengenal arti kata "konspirasi" itu sendiri.

Lalu pertanyaannya mengapa harus ada konspirasi diantara kita?

Di dalam dunia konspirasi, manusia dibagi menjadi 3 golongan besar yaitu:

1. Golongan manusia yang percaya akan adanya Tuhan

Informasi Konspirasi: Golongan percaya Tuhan
Golongan yang percaya Tuhan
Golongan ini adalah golongan orang-orang beragama (agamais), berkelakuan baik dan beriman kepada “kekuatan atas kebenaran dan kebaikan yang absolut”. Yaitu golongan yang percaya kepada jalan kebenaran dimata Tuhannya yang telah mengatur seluruh alam semesta ini siapapun Tuhannya dan apapun agamanya. Mereka adalah golongan yang mempunyai Kitab layaknya seperti “buku pedoman kehidupan” yang dipercaya telah diturunkan oleh Tuhannya melalui sesuatu ataupun manusia-manusia tertentu yang telah diutus oleh Tuhannya. Dimana kitab tersebut mengajarkan kepada manusia tentang bagaimana cara hidup di dunia dengan mengutamakan norma-norma kebenaran dan kebaikan terhadap sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan.

Di dalam skenario konspirasi, golongan ini harus selalu menjadi korban dan akan selalu diserang oleh kedua golongan lainnya (yang ada pada nomor 2 dan 3 dibawah) atas dasar kepentingan politik mereka yang bersebrangan. Dan sejarah mendasar awal mula terjadinya konspirasi terhadap golongan ini adalah karena golongan ini selalu “menghambat” setiap aksi dari kedua golongan tersebut.

Golongan yang percaya akan adanya Tuhan ini dianggap sebagai sebuah golongan yang berfaham kuno dan sangat ketinggalan jaman karena mereka masih mengakui adanya kekuatan supranatural yang absolut di alam semesta mereka oleh kedua golongan lainnya. 

Sedangkan para penentang golongan ini tidak percaya adanya dimensi lain atau sejenisnya karena tak pernah terbukti secara kasat mata alias tak terlihat dan juga tidak bisa dirasakan oleh panca indera mereka. 
Para penentang golongan yang percaya akan adaya Tuhan juga menganggap faham dan kepercayaan para pemuja Tuhan hanyalah khayalan dan takhayul, tidak pernah terbukti karena hal itu dianggap hanyalah warisan nenek moyang mereka yang kuno, primitif dan usang bahkan hanya bersifat mitos, mistis atau klenik. Padahal kenyataannya justru karena adanya kaum inilah, dunia jauh lebih bermoral.
Oleh karenanya golongan ini sering diadu domba diantara satu dengan yang lainnya oleh kedua golongan lain. Kedua golongan lain yang tak percaya akan adanya Tuhan tersebut mengutus orang-orangnya untuk menyusup masuk kedalam komunitas golongan ini dan dari dalam lah mereka merusak faham dan mengkotak-kotakkan golongan tersebut agar saling membenci sehingga tercerai berai agar mudah untuk dihancurkan.

Bahkan kedua golongan yang berlawanan dengan golongan ini itu mengutus orang-orangnya agar menjadi seorang spiritualis di dalam golongan ini, lalu menyebarkan dogma, tafsir palsu, dan lain sejenisnya tersebut agar terjadi faham-faham “sesat” yang justru membuat golongan ini semakin tercerai-berai dan terkotak-kotak menjadi sekian banyak cabang agama dan kepercayaan seperti sekarang. Lebih parahnya lagi, banyak dari golongan ini ada yang memang “sengaja diciptakan” oleh mereka hanya dari faham-faham sesat saja, dan kini justru golongan tersebut menjadi sangat berbahaya dan perlu diperhitungkan karena dasar ajarannya berasal dari sesuatu yang sesat dan menyimpang.

2. Yang tidak percaya akan adanya Tuhan

Informasi Konspirasi: Golongan atheis
Golongan atheis
Golongan ini termasuk golongan orang yang berfaham dan juga beridiologi seperti atheis, komunis, scientology dan lain sejenisnya. Mereka adalah golongan orang-orang yang selalu skeptik, yang tak percaya akan adanya kekuatan absolut yang telah mengatur seluruh alam semesta raya ini.

Mereka tidak percaya adanya makhluk astral ataupun supranatural, mereka tidak percaya adanya Tuhan dan mereka tidak percaya terhadap agama serta mereka tidak percaya adanya setan. Mereka tidak bisa percaya dengan apa yang tidak bisa mereka lihat atau mereka rasakan. Mereka hanya percaya dengan apa yang bisa mereka dengar serta apa yang dapat mereka lihat . Mereka pada dasarnya adalah golongan yang netral.
Mereka hidup hanya untuk mengejar kesenangan, kenikmatan dan kesempurnaan duniawi semata. Mereka tak percaya adanya kehidupan setelah kematiannya (life after death). Karena mereka hanya mengejar kepentingan duniawi itulah, maka golongan ini biasanya mudah untuk “dimanfaatkan” menjadi “kaki-tangan” para golongan yang akan dijelaskan setelah selanjutnya.
Mereka cukup dijanjikan upeti berupa materi dan kenikmatan duniawi semata. Golongan ini juga telah mendewakan uang dan materi lain diatas segala-galanya. Faham mereka lebih mudah untuk bercampur di kehidupan masyarakat dunia karena pola pemahaman mereka yang sederhana, mereka ada dimana-mana. 

Bahkan banyak dari mereka juga tetap ikut beribadah sebagaimana golongan yang telah dijelaskan sebelumnya, namun kelakuan, akhlak dan realitanya tidak demikian, mereka tetap menodai ajaran agama yang telah mereka anut tanpa adanya rasa bersalah sedikitpun, seperti melakukan sex bebas, korupsi dan lain sebagainya.

Dengan adanya mereka, maka golongan ketiga (yang akan dijelaskan setelah golongan ini) akan semakin mudah melakukan misinya dan semakin susah untuk diteliti oleh para pakar dan ilmuwan. Orang-orang yang tergabung dalam golongan yang ketiga semakin mudah untuk bersembunyi karena mereka hanya tinggal “membayar kenikmatan duniawi” itu kepada golongan kedua ini, lalu mereka tinggal “duduk manis” saja. Bahkan pada kenyataannya hampir semua misi golongan ketiga justru dikerjakan oleh golongan skeptik ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, golongan ini menyebarkan cara pandang hidup atau “way of life” yang jauh dari norma-norma kesantunan dan kebaikan yang seutuhnya seperti yang dianut oleh golongan yang memiliki kitab suci sebagai pedoman hidupnya.

3. Yang percaya bahwa setan adalah segalanya

Informasi Konspirasi: Tuhan sudah dikalahkan setan
Golongan yang percaya bahwa Tuhan sudah dikalahkan setan

Golongan ini adalah golongan orang-orang yang percaya dengan kekuatan, bantuan serta ajaran setan, jin, iblis dan sejenisnya yang akan selalu membantu mereka. Walau tidak semuanya, namun kadang mereka juga memiliki kitab panduan yang justru malah berisi cara sihir serta berbagai cara untuk melakukan kejahatan. Mereka percaya setan dan kekuatan setan lah yang akan menyelamatkan mereka. Itu semua terjadi karena seluruh hal itu telah terbukti, bahwa kebahagiaan dapat jauh lebih mudah diraih melalui kejahatan.
"Jika memang terbukti bahwa Tuhan itu ada, lalu mengapa Tuhan tak dapat melenyapkan kejahatan? Dengan begitu, mereka menganggap bahwa kejahatan adalah pemenangnya dan iblis adalah puncak tertinggi dari piramida kejahatan tersebut".
Dan dari waktu ke waktu mereka semakin yakin bahwa setan dan iblis adalah pemenangnya karena terbukti setiap misi dari golongan mereka selalu berhasil menghancurkan dan memporak-porandakan dunia sampai saat ini.

Sejarah mendasar awal mula terjadinya konspirasi yang sesungguhnya berasal dan dipelopori oleh golongan ini, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka. Golongan inilah yang saat ini sangat dominan mengatur hiruk pikuk konflik di seluruh dunia saat ini. Hebatnya, mereka hanya berada dibelakang layar karena semua program mereka ini telah, sedang dan akan selalu berjalan. Dan yang jauh lebih hebatnya, kebanyakan rencana mereka justru dijalankan dan dilakukan oleh orang-orang dari golongan yang kedua (golongan yang tidak percaya kepada Tuhan), karena mereka dapat dengan mudah dimanfaatkan hanya dengan bayaran ketenaran, materi dan berbagai jenis kenikmatan dunia lainnya.

Golongan ini cukup mengatur dari jauh dan dibelakang layar saja, maka bawahannya akan mengikutinya dan menjalankan semua misinya demi berbagai macam materi yang telah mereka janjikan. Kenyataannya semua program yang mereka buat selama ini selalu berjalan, bahkan sejak ribuan tahun lalu. Bahkan sejak jaman Nabi Adam (pbuh) dan istrinya Hawa (Eve) pun, iblis sudah merasuki salah satu dari anak mereka sehingga menjadi seseorang yang keji dan tega untuk membunuh sesamanya. Dari salah satu keturunan Nabi Adam (pbuh) inilah lahir keturunan pembunuh-pembunuh lainnya, jadi, mereka bukanlah “golongan baru”.

Informasi Konspirasi: Ritual sesat mereka
Ritual sesat mereka
Oleh karena itulah mereka tetap masih menggunakan ritual-ritual pemujaan kuno seperti menyembah api atau membakar api mirip golongan para penyembah api atau suku majusi. Mengapa kebanyakan dari mereka menyembah/menggunakan api dalam ritual-ritual yang mereka lakukan? Hal ini dikarenakan Iblis diciptakan dari api dan juga mereka beranggapan bahwa api adalah zat yang lebih mulia dari tanah (zat yang menciptakan manusia) sama seperti anggapan yang dianut oleh iblis.

Dalam upacara ritualnya yang tertutup, para anggota baru terkadang ditutup matanya saat menuju ke tempat upacara. Mereka juga membakar api unggun (Bohemian Grove Cremation of Care) dan membuat anggotanya kesurupan dengan cara memanggil setan agar merasuki tubuhnya.

Akar gerakan para satanic ini berawal dari ajaran Kabbalah. Sejatinya Kabbalah adalah kepercayaan Yahudi yang amat rahasia dan hanya disampaikan pada anggota lainnya dari mulut ke mulut saja. Ajarannya berupa ilmu sihir dan ritual pemujaan setan yang telah dikembangkan sejak ribuan tahun.

Secara harafiah Kabbalah (Qabala) bermakna “tradisi lisan”. Kata Kabbala diambil dari bahasa Ibrani yaitu qibil yang bermakna menerima atau tradisi warisan. Dengan demikian ajaran Kabbalah mempunyai arti “menerima doktrin ilmu sihir” atau okultisme, yang hanya diketahui oleh segelintir orang.

Menurut sejarah, ordo Kabbalah lebih muda dibandingkan dengan zaman Nabi Nuh (pbuh), yaitu berusia 4.000 tahun, yaitu ketika jaman Nabi Ibrahim (pbuh) meninggalkan kota Sumeria dan akhirnya menyebar ke Mesir Kuno hingga Ke Palestina. Ordo Kabbalah dibentuk dan diberi nama Ordo Persaudaraan saat terjadinya perpindahan Bani Israil ke Babilonia yakni pada era Dinasti Ur yang ke-3 (2112 -2004 SM).

Ditinjau dari segi pemahaman, Kabbalah terdiri dari 3 buah ordo yaitu hijau, kuning dan putih. Ordo putih nyaris tidak teridentifikasi oleh peneliti. Hal ini lebih disebabkan gerakannya sangat rahasia dan mereka lebih berkonsentrasi kepada misi politik. Sedang ordo hijau dan kuning lebih mudah dikenali karena mereka lebih menekankan diri kepada aspek penyembahan. (Klik disini untuk mengetahui lebih lanjut megenai apa itu kabbalah)

Salah satu tujuan akhir dari golongan ini adalah untuk dapat menguasai dan mengontrol dunia dibawah satu komando saja, yaitu dibawah komando mereka sendiri atau yang biasa dikenal dengan istilah “New World Order(NWO). Mereka mengajak semua agama untuk bersatu dibawah kepentingan mereka, lalu semua penentang akan dibinasakan dengan cara yang mana orang awam akan membenarkannya. Dengan begitu maka mereka akan berhasil menguasai dunia dalam satu komando saja, the satanic commando.

Penampilan, perilaku dan kesopanan serta kesantunan mereka akan terlihat sangat menonjol di bagian luar (secara kasat mata). Mereka memiliki tingkat sosial yang sangat tinggi, baik, sopan, santun, dermawan, perhatian, heroik dan lainnya. Perilaku ini ditunjukkan agar orang bersimpati lalu mengikuti fahamnya karena menganggap mereka adalah orang yang benar-benar baik, padahal kenyataannya tidaklah demikian..

Mereka adalah kaum yang pintar memutar-balikkan fakta. Program dan misinya juga diperkuat dengan kekuasaannya di bidang media, apapun itu bentuknya (karena saat ini sudah sekitar 90% lebih berbagai media masa yang ada di bumi ini telah dikuasai oleh golongan ini), sehingga kita tak dapat melihat dunia ini secara seimbang dan proposional.. Akibat propaganda mereka yang kuat dan gencar di dunia media tersebut, maka visi dan misi mereka akan dapat dengan mudah didukung oleh banyak orang.

Pada awalnya keberadaan mereka sulit terdeteksi. Namun akibat adanya kemajuan spionase, terutama di dalam bidang teknologi informasi seperti sekarang ini maka lama-kelamaan wujud asli mereka mulai terkuak dan muncul ke permukaan. Mereka inilah golongan yang banyak menciptakan berbagai macam konspirasi baik itu yang terselubung maupun yang nyata disebarkan secara terang-terangan di dunia ini.




Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments

Post a Comment