Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang

Makan satu kali sehari itu kesannya sangat menyiksa, padahal kenyataannya makan tiga kali sehari itu lebih menyiksa tubuh anda !

Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !


Search guidelines (#en) / Pedoman pencarian (#id):

English (#en)
Title : Eat - Just once a day if you want a long life !
Keywords search : Eat
Search description : Eat - Eat once in a day it sounds painful, but in fact three times eat in a day was very bad for your body !

Indonesian (#id)
Judul : Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !
Kata kunci pencarian : Makan
Deskripsi pencarian : Makan - Makan satu kali sehari itu kesannya sangat menyiksa, padahal kenyataannya makan tiga kali sehari itu lebih menyiksa tubuh anda !


Jika anda perhatikan secara jeli, ternyata kebiasaan makan sebanyak tiga kali sehari ini hanya tumbuh subur di negara-negara miskin dan berkembang. Budaya makan tiga kali sehari tersebut memang sejak dahulu sengaja ditanamkan untuk mendidik sebuah bangsa menjadi bangsa yang rakus dan konsumtif sehingga mereka memiliki ketergantungan kepada negara-negara yang bersifat produktif.

Anda bisa melihat kebiasaan pola makan orang-orang di negara-negara maju, mereka terbiasa "makan besar" hanya satu kali saja dalam satu hari. Makan besar yang dimaksud oleh mereka sama seperti makan besar yang kita maksud, yaitu makan makanan utama beserta lauk pauknya. Mereka hanya makan besar di siang atau malam hari saja, sedangkan kita makan besar sampai tiga kali dalam satu harinya, namun tingkat produktivitas mereka jauh dibandingkan dengan kita. Sungguh luar biasa bukan ?

Masyarakat di negara maju memiliki mindset (pola pikir) yang memang sengaja diarahkan sedemikian rupa agar tetap berada dalam kondisi yang produktif dalam hidupnya, sedangkan masyarakat di negara miskin dan berkembang telah diatur sebaliknya agar selalu konsumtif sehingga mereka sulit untuk berkembang dan memiliki ketergantungan abadi terhadap negara-negara maju yang sifatnya produktif. Tidak heran mengapa banyak negara-negara miskin dan berkembang sulit mengalami kemajuan, ya, karena memang dari pola hidupnya yang sangat mendasar saja sudah salah, inilah salah satu contohnya yaitu pola makan.

Ketika anda makan sebelum jam kebutuhan biologis tubuh untuk makan maka sebagian dari energi anda terkuras hanya untuk memproses makanan yang ada dalam perut anda. Oleh karena itu jika sehabis makan besar maka seringkali anda merasa lelah dan mengantuk, hal ini disebabkan anda secara tidak sadar sudah kehilangan banyak energi karena tubuh anda sibuk mengolah makanan di dalam perut anda. Disaat anda sibuk mengolah makanan hingga lelah, mengantuk, hilang konsentrasi bahkan lebih parahnya lagi tidur untuk beristirahat setelah makan, para warga di negara maju justru tetap dalam kondisi prima untuk selalu hidup produktif. 

Kalau belum makan nasi rasanya belum makan, itulah kita, itulah mindset dari kebanyakan rakyat di Indonesia hasil dari program pembohan global, negara ini tercatat sebagai pengkonsumsi beras tertinggi di dunia nomor wahid, dan hal ini jelas-jelas merupakan sebuah tindakan konsumtif yang sangat luar biasa. Bahkan negaranya sendiri yang dikenal sebagai sebuah negara agraris (hidup dari bercocok-tanam) tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan pangan negaranya sendiri. Hal ini tidak lain terjadi karena sifat dasar masyarakatnya yang sudah terlalu konsumtif, terutama dalam hal konsumsi pangan. 

Makan nasi sudah sangat mendarah daging untuk kebanyakan rakyat di Indonesia, dan tidak ada satupun hal yang salah dengan tindakan mengkonsumsi nasi ini. Hal yang dipermasalahkan adalah ketika rakyat Indonesia ini makan nasi sampai tiga kali dalam sehari sehingga semboyan “anda belum dikatakan makan bila belum makan nasi” masih melekat erat hampir di setiap lapisan masyarakat.

Kebanyakan orang di Indonesia masih terus beranggapan bahwa nasi merupakan sumber karbohidrat yang paling tepat karena mampu memberi ketahanan terhadap rasa lapar yang lebih lama apabila dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya. Padahal hal tersebut hanyalah sugesti belaka yang tidak berdasar sama-sekali, karena sebenarnya anda tidak harus selalu mengkonsumsi nasi untuk memenuhi asupan karbohidrat di dalam tubuh anda, masih banyak jenis varian karbohidrat lainnya yang sanggup bahkan melebihi nilai karbohidrat yang terkandung didalam nasi itu sendiri. 

Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !
Manusia beda dengan sapi
Ingatlah, manusia adalah mahluk yang sangat kompleks, begitupun dengan kebutuhan tubuhnya. Jika kerbau dan sapi sanggup bertahan hidup hanya dengan makan rumput hijau yang sama setiap hari selama seumur hidupnya, maka kita sebagai manusia tidak akan sanggup untuk melakukan hal yang sama seperti mereka. Hal tersebut terjadi karena memang kebutuhan asupan karbohidrat, gizi ataupun mineral pada tubuh manusia tidak sama dengan mereka. Manusia butuh variasi karbohidrat agar tubuh mendapatkan berbagai macam asupan gizi lainnya yang terkandung didalam sebuah makanan. Jika pasokan karbohidrat yang paling utama pada tubuh anda hanya berasal dari nasi, maka anda jelas telah kehilangan banyak sekali kesempatan untuk mendapatkan berbagai macam keuntungan lain yang bisa didapat dari jenis-jenis makanan berkarbohidrat tinggi lainnya. 

Tidak heran jika konsumsi beras di Indonesia setiap tahunnya selalu meningkat. Konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah yang tertinggi di dunia. Data dari Badan Pusat Stastistik (BPS) pada 2015 menyatakan, konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 114 kg/kapita/tahun atau sekitar 312 g/kapita/hari.

Prof. Dr. Yoshinori Nagumo (Ketua Asosiasi Kedokteran Anti Aging Internasional) menegaskan bahwa makan sekali sehari adalah cara termudah untuk hidup sehat. Menurut Nagumo, ide bahwa tubuh sehat adalah tubuh yang memperoleh pasokan gizi terus-menerus merupakan pemikiran kuno yang sesat. Karena itulah rutinitas makan tiga kali sehari adalah kebiasaan yang tidak sehat. Idealnya manusia itu makan satu kali sehari disaat hari sudah mulai gelap atau mendekati malam, dengan menu yang sederhana seperti nasi, satu lauk, dan satu sayur tanpa mengkonsumsi susu (baca juga salah satu artikel dalam menu "Lainnya" yang terkait dengan hal ini dengan judul : Susu - Minuman yang berbahaya bagi tubuh).

Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !
Buku Makan Sekali Sehari karangan Nagumo dalam bahasa Indonesia

Kalau kita makan hanya sekali sehari, tentu perut akan tersa lapar. Apakah itu tidak berbahaya ? Menurut Nagumo, perut yang lapar justru baik untuk kesehatan. Mengapa ? Karena perut yang lapar itu mengaktifkan sel-sel dalam tubuh untuk bekerja lebih baik. Dan lebih hebatnya lagi ternyata pada waktu lapar, otak kita bekerja lebih optimal sehingga kita dapat berpikir secara maksimal. (baca juga salah satu artikel dalam menu "Spiritual" yang terkait dengan hal ini dengan judul : Lapar - Kondisi yang menajamkan pikiran dan mata batin)

Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !
Sang pakar
Dalam salah satu bukunya yang sudah terjual lebih dari 50.000 eksemplar, Nagumo mengupas rahasia mengenai makan sekali-sehari itu ternyata sama sekali tidak menyebabkan kekurangan gizi, makan yang tiga kali sehari justru adalah awal mula dari terbukanya gerbang penyakit menuju tubuh anda, minum air berlebih pun dapat menimbulkan kegemukan, karena metabolisme yang dipaksakan hanya akan memerpendek usia.

Yoshinori Nagumo adalah Dosen di Jikei Medical University dan Kinki University, serta Dosen tamu di Dong-A University, Korea Selatan, dan Dalian Medical University di Cina. Nagumo melakukan operasi kanker di empat rumah sakit di Tokyo, Nagoya, Osaka, dan Fukuoka. Nagumo, yang pada 2012 dinobatkan menjadi Ketua Kehormatan Asosiasi Anti Aging Internasional, sering menjadi pembicara di berbagai seminar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Kanker Payudara Jepang, Ikatan Ahli Bedah Plastik dan Rekonstruksi Jepang, serta Ikatan Ahli Bedah Kecantikan Plastik Jepang, selain secara rutin muncul sebagai komentator di acara TV dan menulis sejumlah buku tentang awet muda.


Penting untuk anda ketahui :
Ketika anda makan maka makanan tersebut hanya dapat diolah dalam waktu 4 sampai dengan 10 jam tergantung dari kondisi yang ada pada seseorang, entah dia itu sehat, sakit, tua, muda dan lain sebagainya. Semakin prima kondisi tubuh seseorang maka semakin cepat makanan dapat dicerna. Tetapi hal itu tidak dapat berlangsung kurang dari 4 jam.

Siklus pencernaan dan penyerapan berlangsung sangat intensif antara pukul 8 malam hingga pukul 4 dini hari. Dalam siklus ini sebagian besar nutrisi hasil dari proses penyerapan dibagikan ke seluruh bagian tubuh.

Siklus pembuangan yang paling intensif terjadi antara pukul 4 dini hari hingga pukul 12.00 tengah hari. Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Oleh karena itu, umumnya di pagi hari kita cenderung untuk buang air besar.

Bayangkan ketika anda makan sebanyak tiga kali sehari, makanan yang baru saja masuk belum sempat dicerna namun anda sudah memasukkan makanan baru kedalam perut anda. Akibatnya tubuh memaksakan metabolisme pencernaan makanan dimana makanan yang lama tidak terserap dengan baik sehingga sebagian besar makanan yang anda makan hanya menjadi ampas yang sia-sia.

Makan - Cukup satu kali sehari jika ingin umur panjang !
Nagumo saat usia 37 dan 56
Jadi kesimpulannya waktu yang terbaik untuk makan adalah sebelum hari mulai gelap atau malam, seperti yang telah dikatakan oleh Prof. Dr. Nagumo di atas. Karena makanan yang kita makan disaat hari mulai gelap akan selesai dicerna pada saat kita akan mulai tidur di malam harinya. Sehingga pada saat kita tertidur, proses penyerapan nutrisi makanan oleh seluruh anggota bagian tubuh dapat bekerja secara maksimal dan buang air besar pun menjadi rutin di pagi harinya. Dia juga menceritakan salah satu rahasia hidupnya yang berharga, bagaimana ia bisa tampak 20 tahun lebih muda hanya dengan makan satu kali sehari. Silahkan lihat gambar disamping bagaimana perubahan yang terjadi pada Nagumo tanpa sedikitpun melakukan operasi plastik ataupun perawatan wajah lainnya.

Makan satu kali sehari yang paling baik adalah dengan makan karbohidrat utama (nasi/kentang/roti/dll), satu lauk dan satu sayur. Makanan sehat adalah makanan "utuh" yang dimasak seluruhnya tanpa ada bagian yang dibuang. Dan ternyata Nagumo menyebutkan juga bahwa kebiasaan makan satu kali sehari ini dapat membantu kita untuk menghindari ngantuk setelah makan siang (karena memang anda tidak lagi melakukan kebiasaan makan siang, ujarnya seraya bercanda), menghilangkan bau badan yang tidak sedap, membentuk tubuh ideal serta serat otot yang kuat hanya dengan tidur, tanpa harus repot-repot ke gym karena tubuh akan lebih banyak menyerap nutrisi dibandingkan lemak dari makanan yang kita makan beberapa jam sebelum tidur.





Anda menyukai artikel yang kami sajikan?
Tunjukkanlah rasa syukur dan terimakasih anda kepada Tuhan dan kami selaku pihak yang telah membantu mencerahkan anda dengan cara memberikan bantuan melalui salah satu cara di bawah ini:
  • Klik semua gambar/tulisan yang ada di kolom "► Informasi Sekilas Info" di bagian side bar & selesaikan autentifikasi-nya.
  • Melakukan donasi melalui Bitcoin ke alamat: 19aMiNgwDpwXovxAd9FQnxPDRcu8i1Zm6Vbisa di copy-paste!
  • Melakukan donasi melalui PayPal ke alamat: informaside@collector.orgbisa di copy-paste!
Tip us as a form of your gratitude!
Setiap bantuan yang anda berikan kepada kami sungguh sangat berharga bagi perkembangan dan keberlangsungan hidup kami! Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik ataupun saran yang sifatnya dapat "membangun" kami pada kolom komentar agar kami bisa melakukan evaluasi dan terus berkarya untuk menampilkan berbagai macam ilmu ataupun informasi penting lainnya yang sangat berharga bagi kehidupan anda semua!



Jangan lupa untuk mencentang reaksi anda setelah membaca artikel di atas sebelum berkomentar, terimakasih.

Comments